Virus Zika, Musuh Baru bagi Perkembangan Janin

perkembangan janin https://www.facebook.com/ibudanbalita/

Perkembangan janin adalah hal yang sangat penting untuk dipelihara oleh semua moms yang saat ini sedang mengandung. Untuk itu, anda yang saat ini hamil muda pasti sedang gencar – gencarnya untuk melakukan pencegahan terhadap berbagai penyakit dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi ibu hamil.

Namun, belakangan ini dunia digemparkan oleh penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus. Ya, virus zika saat ini menjadi topik bahasan khususnya di negara Brazil yang saat ini dalam kategori waspada terhadap penyebaran virus tersebut. Virus ini konon sudah ada sejak tahun 1948 dan pertama kali ditemukan pada monyet di Hutan Zika negara bagian Uganda, Afrika. Namun virus ini menyebar hingga hampir keseluruh negara di benua Afrika, Asia khususnya Asia Tenggara, hingga Amerika Latin dan Kepulauan Karibia.

Penyebaran Virus Zika pada Ibu Hamil

Virus zika ini mampu menyerang siapapun khusunya yang memiliki imunitas yang rendah tak terkecuali para ibu hamil. Penyebarannya virus ini lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan jenis nyamuk yang sama seperti penyebab penyakit demam berdarah dan chikungunya. Bagi anda para wanita hamil saatnya anda harus mulai menjaga kesehatan karena sekali terkena gigitan nyamuk yang membawa virus zika tidak hanya berdampak bagi diri anda saja melainkan menjadi penyebab gangguan perkembangan janin.

Dampak Virus Zika pada Janin Ibu Hamil

Nah, sekarang moms telah mengetahui bahwa virus zika ternyata sangat berbahaya. Namun, seberapa besar bahaya yang timbulkan oleh virus ini. Tidak berlebihan jika virus ini dianggap sebagai virus yang mampu membunuh berbagai harapan anda kelak untuk memiliki bayi sehat.

Berdasarkan informasi baru – baru ini yang diperoleh oleh WHO atau singkatan dari World Health Organization, virus zika telah sangat menyebar di negara Brazil dan berbagai negara di Amerika Selatan. Pasalnya telah ada sekitar 3.893 kasus penyakit yang disebabkan oleh virus zika di Brasil.

Virus Zika yang menyerang ibu hamil akan menginfeksi janin melalui saluran transportasi ibu dan si kecil yaitu plasenta. Bagian yang akan diserang secara langsung adalah bagian otak. Untuk itu, berikut adalah dampak virus zika yang mayoritasnya merupakan kelainan pada organ tersebut.

  • Kelainan Otak pada Janin atau Mikrosefali

Sebagai tambahan, Kementrian Kesehatan Brazil melaporkan bahwa virus zika ini sebaiknya menjadi perhatian khususnya bagi ibu hamil. Karena, dampaknya ketika anak tersebut dilahirkan memiliki kelainan otak yang membuat ukurannya lebih kecil dari seharusnya atau Mikrosefali

Ya, Jean-Francois dari France’s Inserm Medical Research Institute menegaskan bahwa mikrosefali membuat ukuran otak dan tengkorak bayi yang dilharikan akan berukuran kecil dari normalnya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai infeksi, racun atau genetik bahkan virus zika.

Menanggapi hal tersebut tentunya, pemerintah negara AS tidak tanggung – tanggung mengelurakan surat larangan berpergian melalui US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) ke 14 dari 21 negara di benua Amerika yang saat ini terjangkiti virus zika. Negara tersebut seperti Brasil, Kolombia, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico hingga Suriname. Larangan tersebut, kembali ditegaskan bagi ibu hamil karena bisa berpengaruh pada perkembangan otak janin anda ketika dilahirkan nanti.

Kematian Dini

Dalam kasus yang serius, kondisi mikrosefali bisa menyebabkan kematian dini pada bayi. Karena otak sebagai pusat koordinasi harus sedemikan rupa berfungsi dengan baik. Dengan kondisi mikrosefali hal tersebut tentunya tidak dapat terjadi karena memang, struktur dan fungsi dari otak telah mengalami kecacataan.

Cacat Fisik dan Mental

Masa depan anak anda dipastikan tidak dapat berjalan dengan baik. Pasalnya kehadiran virus zika di masa perkembangan janin saat mengandung akan berdampak pada kecacatan fisik dan mental pada buah hati anda. Karena virus ini, secara langsung menyerang otak si kecil, maka kelak ia mengalami hambatan pada masa tumbuh kembang balita yang ditandai dengan kekurangan intelektual maupun proses belajar terutama saat organ – organ vital pada tubuh mulai terbentuk.

Akhir kata, meskipun virus zika memang sempat gempar di daerah tropis Asia Tenggara, khususnya Indonesia pada tahun 2015 berdasarkan laporan dari laboratorium eijkman. Kiranya anda para moms harus tetap waspada terhadap serangan dari virus zika ini. Karena, bukan hanya anda yang akan merasakan dampaknya, tetapi yang lebih serius adalah terganggunya perkembangan janin dalam kandungan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*