Selective Mutism, Gangguan Perkembangan Balita yang Harus Ibu Ketahui

perkembangan balita https://www.facebook.com/ibudanbalita

Perkembangan balita bisa saja terlihat baik dan normal. Namun, siapa sangka jika balita mengalami selective mutism. Jika balita mengalami selective mutism, ia terlihat normal.

Lalu, apa itu selective mutism? Bagi ibu yang belum familiar dengan istilah ini, silakan simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa itu selective mutism?

Selective mutism merupakan kondisi di mana balita tidak mau bicara. Keengganan tersebut bukan berarti balita tidak bisa bicara namun karena kondisi tertentu balita tidak mau berbicara. Apakah ibu pernah lihat balita yang cerewet ketika di rumah namun pendiam saat di sekolah? Itu artinya balita tersebut mengalami selective mutism.

Tentu saja ibu pasti sering melihat kondisi tersebut. Atau bahkan salah satunya adalah balita ibu. Dalam hal ini, ibu tidak boleh menganggap enteng dengan masalah yang satu ini. Pasalnya, kondisi ini berjalan selama waktu yang lama. Jika ini terjadi, ibu pantas mengkhawatirkan perkembangan balita.

Jika balita ibu diam di kelas dan hal itu berlangsung hanya dalam beberapa hari saja, itu hal yang wajar. Balita ibu membutuhkan waktu untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang baru.

Namun, jika waktunya sangat lama sehingga sepertinya balita tidak kunjung menyesuaikan diri dengan lingkungan, itu artinya balita ibu mengalami selective mutism. Lalu, apa yang harus ibu lakukan?

Treatment untuk Balita yang Mengalami Selective Mutism

Tumbuh kembang balita dianggap baik dan normal jika ia mampu bersosialisasi dengan balita lain. Namun, apa jadinya jika justru balita ibu diam saja dan terlihat takut ketika bersama balita lain.

Selective mutism ini tidaklah mudah untuk disembuhkan. Diperlukan treatment dari seorang psikolog anak. Seorang psikolog akan membuat balita ibu merasa percaya diri dan berani untuk tampil di depan banyak orang. Ini seolah terapi untuk membangkitkan keberanian balita.

Namun, selain terapi dari psikolog anak, peran ibu juga sangat penting. Mulailah dengan membiasakan agar si kecil berkenalan dengan tetangga atau anak tetangga yang kebetulan seusia dengan balita ibu. Ini sangat baik untuk menumbuhkan keberanian untuk berinteraksi dengan orang lain.

Apakah ada obat untuk selective mutism? Memang ada obat yang biasanya diberikan oleh dokter anak atau psikolog anak. Akan tetapi, pemberian obat ini jika memang kasus selective mutism sangat kritis.

Obat apakah yang diberikan tersebut? Sebenarnya, obat ini merupakan obat yang membuat terapi menumbuhkan keberanian lebih efektif. Obat yang diberikan adalah obat penghilang rasa cemas.

Apakah obat ini baik untuk balita? Sebenarnya sebaiknya sebisa mungkin balita tidak mengkonsumsi obat. Itulah mengapa terapi serta peran ibu harus dimaksimalkan agar tidak ada pilihan memberikan obat penghilang rasa cemas untuk mengobati selective mutism.

Menghindari Selective Mutism

Jika ibu sangat ingin memastikan perkembangan balita baik, maka sedini mungkin ibu harus membiasakan balita ibu untuk bertemu dan bersosialiasi dengan orang lain. Ini cara yang paling efektif dan tepat agar balita ibu terhindar dari selective mutism.

Tidak ada cara lain selain mengajarkan sedini mungkin bagaimana balita bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Sehingga ketika balita ibu sudah mulai masuk sekolah, balita ibu tidak malu-malu, takut dan bahkan tidak berani bicara.

Memperhatikan perkembangan sang buah hati itu harus ibu lakukan. Mulai dari bayi, ibu harus memperhatikan berat badan bayi. Ketika balita, perhatikan apa yang si kecil lakukan. Ibu harus selalu hadir untuk memastikan perkembangan balita baik-baik saja.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*