Rekomendasi Olahraga Untuk Ibu Hamil

Olahraga untuk ibu hamil

Olah raga pangkal sehat seolah menjadi slogan setiap orang yang ingin berumur panjang. Banyak orang mengincar badan yahud atau minimal berfungsi baik setiap hari dengan melakukan aktivitas olah raga. Sayang, saat berbadan dua, banyak perempuan mengurunkan niat berolah raga. Takut janin terganggu, cepat capek, atau paling parah keguguran menjadi alasan cukup wajib banyak orang. Padahal jaman sekarang ilmu pengetahuan berkembang pesat sehingga olahraga untuk ibu hamil bukan lagi menjadi hal yang aneh. Beruntung sekali, pada topik kali ini, akan membahas total Rekomendasi olahraga untuk ibu hamil yang pastinya seru nan bermanfaat untuk bunda lakukan.

Komunitas kesehatan Amerika bernama American Congress of Obstetricians and Gynecologists (AOG) sangat menyarankan ibu hamil meluangkan setidaknya 30 menit hanya olah raga saja. Kendati demikian, bunda harus tetap memperhatikan denyut jantung. Seperti yang mungkin sudah diduga, pada saat mengandung, kemungkinan besar badan jadi mudah lelah. Oksigen yang biasa dihirup satu orang sekarang harus berbagi untuk dua orang bahkan tiga jika kandungan berisi 2 janin alias kembar. Denyut jantung semakin cepat ketika hamil karena percepatan oksigen sehingga badan gampang lelah. 30 menit hanya standard, apabila jantung bunda ternyata bertahan lebih atau kurang dari 30 menit dan ingin menyudahi olah raga sebenarnya bukan masalah.

Sebelum perempuan hamil mania olah raga merasa semangat berlebihan, harap diingat takaran 30 menit ini tidak berlaku untuk olah raga ekstrem. Bungee jumping (Lompat dari ketinggian), berkuda, atau memanah bukan jenis olah raga yang diharapkan janin maupun dokter kandungan manapun. Resiko berolah raga memang ada tapi dengan ilmu pengetahuan yang cukup, manfaat olahraga untuk ibu hamil seperti kemudahan bersalin, rasa mual berkurang, tetap bisa didapat. Apabila kandungan hanya berusia 1 minggu mungkin olah raga macam apapun tidak terasa toh janin saja masih seperti bola bekel. Kehamilan diatas 1 bulan justru menjadi perhatian khusus karena janin sedang dalam tahap perkembangan, sehingga meski rekomendasi olah raga di bawah ini tergolong aman, cobalah berbicara dengan dokter kandungan untuk memastikan tidak ada masalah.

 

  1. Jalan sehat
    Menikmat segarnya udara, indahnya kicaun burung memang menjadi daya Tarik sendiri bagi pecinta pagi. Jalan sehat sudah bukan olah raga yang asing. Tidak memerlukan alat khusus, atau membayar iuran langganan gym. Jalan sehat hanya membutuhkan fisik sehat dan alas kaki yang memadai. Berita baiknya, jika bunda memang terbiasa jalan sehat di pagi hari dan tidak ingin menghilangkan kebiasaan baik satu ini saat kehamilan, bunda tentu bisa jalan sehat. Jalan sehat memang olah raga yang cukup aman saat hamil bahkan pada kandungan yang mencapai usia tua (5 bulan keatas) sekalipun. Tentu bisa membayangkan betapa asyiknya jika pasangan turut serta, bunda senang, badan makin bugar. Harap diingat untuk tidak memilih rute yang berbahaya. Pegunungan dengan jalan menanjak nan berbatu jelas bukan tempat ideal jalan sehat ibu hamil, pasalnya perut bunda makin besar justru menghalangi penglihatan bunda dari ara rintangan di depan.

  2. Lari
    Terkadang jalan sehat memang menyenangkan tapi bersamaan juga sedikit membosankan. Adrenalin tidak terpacu penuh pada saat berjalan menjadikan acara jalan sehat terutama sendirian menjadi kurang menarik. Lari bisa menjadi alternatif lain bagi perempuan hamil yang menginginkan sedikit tantangan dalam hidup. Sama halnya dengan berjalan, lari tidak memerlukan iuran bayar gym atau peralatan khusus, hanya alas kaki yang memadai. Berlari 15 menit saja sudah memenuhi kebutuhan olah raga 30 menit dengan berjalan sehat.

    Memang secara fisik lari jauh lebih berat daripada berjalan namun efek lari lebih dalam dibanding berjalan dengan tingkat keamanan berbeda pula. Berbicara mengenai aman, ada baiknya bunda tetap memperhatikan kemampuan diri sebelum memutuskan berlari. Salah satu cidera umum yang terjadi pada pelari adalah sendi yang sedikit longgar. Pastikan kaki bunda dalam kondisi baik dan tidak memaksakan diri pada saat kaki sudah mengirim sinyal SOS alias kram. Memilih jalan datar dengan permukaan rata juga direkomendasikan guna menghindari cidera yang tidak perlu pada sesi olah raga.

3. Bersepeda
Tanah air Indonesia menunjukkan sebagian besar populasi menganggukkan kepala pada ajakan bersepeda. Berbeda dengan lari dan jalan, bersepeda seolah mempunyai sensasi tersendiri setiap kali angina berhembus melewati wajah. Berita baik, bunda hamil juga diperbolehkan bersepeda yang mana juga mengurangi resiko lutut tertekan atau sendi cidera pada saat berlari. Tetap saja, namanya hamil segala tingkat ekstremis harus dikurangi sebelum terjadi masalah. Namanya bersepeda di luar memang asyik tapi resikonya cukup sepadan. Jalanan menanjak, terantuk batu kemudian jatuh saat bersepeda pasti sudah dihapal oleh para peserta. Sayangnya, resiko bersepeda di luar cukup berbahaya bagi ibu hamil.

Mengingat sibuknya kegiatan perkotaan menyebabkan para penggemar sepeda berjuang lebih banyak. Asap knalpot dengan jadwal padat memang sedikit mengurangi kemungkinan bisa bersepeda santai di pagi hari, apalagi untuk bunda mengandung. Sekarang ini sudah banyak ditemukan alat olah raga dalam rumah seperti indoor cycling. Alat menyerupai sepeda yang bisa dilakukan dalam rumah lengkap dengan penghitung denyut nadi bisa menjadi pilihan paling tepat untuk bunda. Bersepeda menggunakan alat indoor cycling memang beresiko minim. Bahkan jika ada uang cukup, bersepeda dalam rumah merupakan olahraga untuk ibu hamil paling aman.

Selain kehamilan di atas, ibu hamil juga bisa tetap melakukan yoga. Tempo.co memberikan 3 gerakan Yoga yang aman untuk ibu hamil.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*