Psikologi Ibu Pasca Melahirkan Menentukan Perkembangan Bayi. Ini Penjelasan Singkatnya

pasca kelahiran https://www.facebook.com/FrisoIndonesia/

Banyak ibu yang mengkhawatirkan tentang bagaimana cara merawat bayi ketika sudah lahir nanti. Padahal, bukan itu yang paling penting.

Tentu sangat wajar jika ibu baru pertama kali mengalami hamil dan ibu akan sibuk mencari tahu hal apa saja tentang perawatan bayi. Karena ibu harus mempersiapkan diri dengan pengetahuan apa saja seputar perawatan bayi.

Namun, hal lain juga tak kalah penting, yaitu seputar psikologi ibu sendiri.

Kenapa? Karena biasanya psikologi ibu pasca kelahiran yang paling terpukul. Dan hal ini tentu secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan bayi.

Percuma saja selama ini ibu sudah tahu banyak hal tentang cara merawat bayi tapi psikologi ibu setelah melahirkan down.

Bahaya yang Mungkin Terjadi

Ibu pernah dengar sindrom baby blues? Pasti ibu tahu kan? Tapi, tahukah ibu apa yang paling dikhawatirkan oleh kebanyakan ibu saat mereka mengalami baby blues?

Tidak banyak yang menyadari bawasannya baby blues bukan hanya sekedar sindrom yang menyerang psikologi ibu di mana yang mendapatkan efek buruknya hanya ibu itu sendiri.

Padahal, hal tersebut berefek juga pada perkembangan bayi. Contoh sederhana adalah ketika seorang ibu mengalami baby blues, ia stress dan akhirnya produksi ASI menurun. ASI yang diproduksi tidak mencukupi yang dibutuhkan oleh bayi setiap hari.

Apa yang terjadi? Tentu saja perkembangan bayi sedikit banyak akan terganggu. Karena bayi yang usianya di bawah 6 bulan sebaiknya tidak mendapatkan nutrisi selain dari ASI. Karena ASI lah makanan terbaik bayi.

Tentu saja ibu bisa berkilah bawasannya ibu akan memberikan susu formula. Toh sudah ada banyak sekali pilihan sufor dengan berbeda merk. Tapi, walaupun ada susu terbaik, tetap saja tidak ada yang menandingi ASI.

Jika produksi ASI menurun, tentu saja nutrisi yang dibutuhkan bayi berkurang dan perkembangannya akan terhambat

Namun, tidak itu saja bahaya yang mengancam ketika ibu mengalami masalah psikis seperti baby blues pasca melahirkan. Ibu yang mengalami baby blues cenderung kehilangan rasa sayang dengan si kecil. Hal ini tidak bisa dikontrol. Karena ibu merasa kuwalahan merawat bayi sehingga ia stress dan seolah-olah tidak sayang dengan sang buah hati.

Akan tetapi, yang paling harus diwaspadai adalah bagaimana perasaan bayi. Ibu pernah dengar usia perkembangan anak, entah fisik maupun psikis itu dipengaruhi juga dengan psikologi ibu? Bayi akan cenderung menjadi pribadi yang murung dan tidak percaya diri ketika paska melahirkan ibu sering stress karena baby blues.

Menghindari Baby Blues

Sudah banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk menghindari baby blues. Umumnya, ibu harus mempersiapkan mental juah-jauh hari sebelum kelahiran. Dengan demikian, ibu menjadi benar-benar siap.

Akan tetapi, bukan itu yang terpenting. Cara paling tepat untuk menghindari baby blues adalah dengan meminta kerjasama suami.

Kebanyakan ibu yang mengalami baby blues itu disebabkan karena mereka merasa tertekan dan tidak kuat menjaga serta merawat bayi. Apalagi jika bayi sering rewel di malam hari sehingga ibu tidak memiliki waktu untuk istirahat.

Untuk itu, diperlukan kerjasama antara ibu dan suami. Aturlah jadwal jaga bayi. Dan suami harus dilibatkan.

Atau, ibu bisa membuat daftar pekerjaan yang bisa ibu lakukan dan dilakukan oleh suami ibu. Dengan demikian, ibu tidak terlalu kelelahan seolah-oleh sendirian mengurus si kecil.

Dengan cara ini, ibu bisa terhindar dari sindrom baby blues pasca melahirkan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*