Pilih Ke Dokter atau Kasih Obat Diare Anak?

ibudanbalita

Apa yang akan ibu lakukan jika si kecil mengalami diare? Bagi ibu, mungkin diare bukan menjadi masalah yang besar. Akan tetapi, ini menjadi persoalan yang berat bagi anak kecil.

Karena diare bagi anak itu tidak hanya berkaitan dengan gangguan pencernaan. Hal ini juga berimbas pada aktivitas, konsentrasi, dan lain sebagainya. Sehingga ada anak yang mengalami diare sehingga ia mengalami penurunan prestasi di sekolah lantaran ia menjadi tidak semangat belajar dan susah untuk konsenstrasi.

Lalu, apa yang harus ibu lakukan jika si kecil mengalami diare? Apakah langsung membawanya ke dokter anak atau memberikan obat diare anak?

Yang paling mudah tentu membawanya ke dokter anak. Hanya saja, kebanyakan orang tua tidak melakukan hal tersebut karena berbagai alasan. Dan alasan yang utama adalah mereka bisa memberikan obat diare untuk anak yang bisa mereka beli dari apotek.

Akan tetapi, ibu perlu pertimbangkan dulu ketika ingin memberikan obat diare. Apakah ibu yakin obat tersebut aman untuk si kecil.

Logikanya sederhana. Di dalam obat, terdapat kandungan kimia. Sedikit atau banyak, kandungan kimia tersebut bisa memberikan efek samping terhadap anak.

Para ahli kesehatan sangat menekankan agar tidak sembarangan memberikan obat terutama kepada anak kecil. Bahkan orang dewasa pun dilarang terlalu tergantung terhadap obat. Ketika penyakit menyerang, seharusnya tidak langsung minum obat.

Hal ini juga sangat ditekankan pada anak kecil. Sebisa mungkin setiap orang diharapkan meminimalisir masuknya zat kimia ke dalam tubuh anak yang mungkin berasal dari obat.

Orang tua yang bijak tidak akan memberikan obat diare kepada anak. Mereka akan mencari solusi atau alternatif lain untuk mengatasi masalah diare ini.

Ibu tahu apa yang harus ibu lakukan? Salah satunya tentu memberikan cairan yang lebih banyak. Anak yang mengalami diare itu kehilangan banyak cairan. Lihat saja jika si kecil diare, ia pasti lemas dan terlihat tidak semangat, bukan? Itu tandanya cairan di dalam tubuh si kecil berkurang.

Untuk mengembalikan cairan tersebut kembali, ibu harus memberikan cairan entah berasal dari air putih atau dari oralit. Cara membuat oralit sangat mudah. Cukup siapkan air putih dan campurkan gula serta garam ke dalam air putih tersebut. Minumkan ke anak ibu.

Akan tetapi, cairan hanya digunakan sebagai pertolongan pertama saja. Ibu juga perlu tahu bagaimana cara mengatasi diare selain harus memberi obat diare.

Apakah ibu tahu apa yang membuat si kecil diare? Bakteri merupakan penyebeb diare. Oleh sebab, hanya dengan membasmi bakteri tersebutlah si kecil bisa sembuh dari penyakit diare.

Cara yang paling aman adalah memberikan makanan yang bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Karena dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat, maka bakteri akan dibasmi.

Hanya saja, jika diare dialami oleh si kecil hingga lebih dari 3 hari, sebaiknya ibu konsultasikan dengan dokter anak. Saat konsultasi, ibu perlu menceritakan langkah apa saja yang sudah ibu lakukan untuk mengatasi diare serta berapa lama diare sudah dialami oleh si kecil.

Dengan memberikan penjelasan tersebut, dokter anak akan memberikan resep obat diare untuk anak yang tepat sesuai dengan kondisi yang dialami oleh si kecil.

Jadi, jika ditanya lebih pilih mana pergi ke dokter atau memberikan obat diare? Konsultasi dengan dokter jelas lebih penting. Karena dokter lah yang lebih tahu obat seperti apa yang sesuai dengan si kecil.

Akan tetapi, setidaknya ibu sudah tahu apa yang seharusnya ibu lakukan sebelum akhirnya pergi ke dokter dan memberikan obat diare untuk anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*