Persiapkan Kelahiran dengan Menghitung Usia Kehamilan

Menghitung Usia Kehamilan https://www.facebook.com/ibudanbalita/

Menghitung Usia Kehamilan sebenarnya seperti apa? Kemudian, gunanya apa? Dua pertanyaan tersebut sering terlontar dari pada Ibu yang tengah mengandung. Terlebih anak yang dikandungnya merupakan buah hati pertama yang telah di idam-idamkan. Mengetahui usia kehamilan, sebenarnya sangat penting. Hal ini karena, dengan mengetahui usia kehamilan yang dikandung berarti sebagai orang tua dapat memantau perkembangan buah hati. Misalnya pada kehamilan minggu ke 37, kepala bayi telah dipenuhi rambut sepanjang 3.5 cm atau pada minggu ke 39 berat bayi telah mencapai 3 kg dan kemungkinan sudah mendekati masa persalinan.

Jika memang menghitung usia kehamilan itu penting, lalu bagaimana menghitungnya? Sebenarnya untuk menghitung usia kehamilan itu ada beragam cara dan metode. Namun, kebanyakan ibu dan orang tua, tidak memerhatikan usia kandungan, dan lebih memilih mengkonsultasikannya ke pihak medis. Padahal, untuk urusan menghitung usia kehamilan dapat secara aktif dilakukan sendiri. Untuk itu, tertarik mengetahui apa saja cara yang digunakan untuk menghitung usia kehamilan? Berikut ulasannya!

  1. Perhitungan berdasarkan Puncak Rahim

Metode perhitungan dengan puncak rahim atau fundus uteri adalah cara paling sederhana dan konvensional. Cara ini berfokus pada pengukuran panjang dengan meraba bagian rahim pada bagian yang paling menonjol. Pengukuran dilakukan dengan menghitung jarak dari tulang kemaluan hingga puncak rahim. Dengan menggunakan alat ukur berskala centimeter akan didapatkan ukuran panjang tertentu yang memberikan penanda bagi usia kehamilan para ibu dalam minggu.

Misalnya didapatkan angka yaitu 14 cm maka usia kehamilan tersebut telah mencapai usia 14 minggu. Dan pada minggu ke 35, dapat diperkirakan panjangnya sekitar 35 cm. Atau pengukuran dapat dilakukan dengan meletakkan dua jari secara horizontal untuk mengukur jarak dari puncak rahim hingga tulang kemaluan. Setiap 2 jari merepresentasikan 2 minggu usia kehamilan para moms loh!

  1. Perhitungan berdasarkan Kalender Masa Haid

Usia kehamilan juga dapat diukur dengan menggunakan kalender masa haid. Perhitungan ini cenderung bersifat matematis. Tujuan dari perhitungan ini lebih berfokus pada prediksi kapan bayi tersebut akan dilahirkan. Rumus yang digunakan untuk perkiraannya disebut sebagai Rumus Naegele. Tahapan pertama adalah moms harus mengetahui istilah HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir dan HPL atau Hari Prakiraan Lahir. Misalnya moms memiliki HPHT pada 19 Desember 2015 atau dalam angka 19 / 12 / 15. HPHT ini digunakan untuk menentukan HPL cara menentukan HPL adalah (Tanggal HPHT – 7), (Bulan HPHT – 3), (Tahun HPHT + 1). Berarti dengan HPHT demikian, maka moms kemungkinan besar akan melahirkan pada (19 = 7), (12 – 3), (15 + 1) atau 12 / 9 / 16 yaitu 12 September 2016. Dan untuk mengukur usia kehamilan dapat ditentukan berdasarkan HPHT. Pada kasus ini tanggal 19 Januari 2016 menandakan usia kehamilan telah mencapai 1 bulan. Mudah kan moms dalam menghitung usia kehamilan.

Dengan mengetahui usia kehamilan, berdampak pada banyak hal, misalnya jenis nutrisi apa yang diperlukan oleh bayi hingga urusan prediksi (dengan asumsi) kapan bayi tersebut akan lahir. Prediksi ini membantu para orang tua khususnya Ibu untuk mempersiapkan fisik dan mental menjelang masa persalinan. Hingga si ayah yang berfokus untuk mempersiapkan hal – hal yang sifatnya administratif. Sehingga proses kelahiran menjadi lebih lancar dengan adanya peran aktif dan kolaborasi dari para ibu dan ayah untuk menghitung usia kehamilan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*