Persiapan yang Bisa Ibu Lakukan Sebelum Mengajari Anak Cara Belajar Jalan

belajar jalan www.facebook.com/ibudanbalita

Cara belajar jalan itu seperti ibu yang waktu dulu mulai belajar naik sepeda. Ibu harus bayangkan hal tersebut agar bisa memahami bagaimana anak ibu mulai menapakkan kaki dan mencoba satu dua langkah.

Untuk itu, ada beberapa persiapan yang harus ibu lakukan sebelum mengajari anak cara berjalan. Apa saja yang harus ibu lakukan?

  • Persiapkan Tempat

Apakah ibu harus menyingkirkan kursi dan meja? Perlu jika space di rumah tidak begitu luas. Bahkan, kalaupun space di rumah luas, sangat disarankan agar kursi serta meja yang ada disingkirkan terlebih dahulu. Hal ini diperlukan untuk menghindari anak jatuh dan membentur meja atau kursi tersebut.

Selanjutnya, pastikan tidak ada tikar di lantai. Tikar akan membuat keseimbangan anak ketika belajar jalan tidak seimbang. Hal ini akan memperlambat si kecil dalam proses belajar berjalan. Dengan mengambil tikar tersebut, anak akan lebih menyeimbangkan badannya ketika berdiri dan mulai berjalan.

Bagaimana dengan tikar yang tipis? Apakah juga tidak boleh? Sebaiknya ibu tidak memasang tikar yang tipis sekalipun. Biarkan telapak kaki si kecil bersentuhan langsung dengan lantai sehingga kakinya bisa merasakan lantai secara langsung.

  • Lepaskan Alas Kaki

Mungkin ibu satu dari sekian banyak ibu di luar sana yang selalu memakaikan kaos kaki atau sandal untuk bayi. Kaos kaki dan sandal tersebut dipakaikan dengan alasan agar kaki si kecil hangat.

Tentu saja alasan tersebut dapat diterima. Namun, jika ibu berniat untuk mengajarkan cara belajar jalan kepada si kecil, maka alas kaki harus dilepaskan terlebih dahulu. Alasannya sama seperti tikar. Alas kaki, sepatu, dan juga tikar akan menghambat proses belajar berjalan karena anak akan lebih susah untuk menyeimbangkan badan ketika berdiri dan mulai berjalan.

Apalagi jika kaos kaki atau sepatu yang ibu kenakan itu licin. Maka bukan tidak mungkin anak ibu lebih sering jatuh daripada berdiri dan mulai belajar jalan. Jadi, sebaiknya ibu melepaskan alas kaki selama proses belajar untuk berjalan.

  • Siapkan Stimulus

Apa yang membuat si kecil bergerak? Apakah makanan, mainan, atan yang lainnya? Itu yang disebut stimulus. Jika si kecil sedang menyukai salah satu mainan, maka siapkan mainan tersebut di tempat yang lebih jauh, sekitar 1-2 meter. Kemudian, ibu bisa membantu si kecil berdiri dan berjalan menuju ke mainan tersebut.

Jadi, bisa dikatakan stimulus berupa mainan tersebut sebagai pemacu agar si kecil mau bergerak berjalan. Dalam hal ini, pastikan jaraknya tidak terlalu jauh. Jika anak ibu baru mulai berjalan, jaraknya cukup 1-2 meter saja. Doronglah anak untuk bisa mencapai tempat di mana ibu menaruh mainan tersebut dan tidak jatuh atau gagal karena jika si kecil sering gagal, maka ia akan susah untuk terus belajar jalan lagi.

Nah, ibu bisa terapkan persiapan tersebut di atas jika ingin menemani anak untuk belajar berjalan. Yang jelas, ibu tidak perlu menggunakan alat bantu jalan anak yang sering disebut baby walker. Memang alat ini akan membuat si kecil bergerak layaknya anak yang sudah berjalan. Namun, menurut beberapa dokter anak, alat ini kurang baik untuk perkembangan anak karena alat ini cenderung membuat otot dan tulang tidak berkembang sempurna disebabkan tubuh si kecil sepenuhnya ditopang oleh alat tersebut. Jadi, mana yang ibu pilih, memakai alat atau cara manual dengan menerapkan tips belajar jalan?

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*