Perawatan Bayi yang Terkena Demam Tinggi agar Terhindar dari Kejang

perawatan bayi www.facebook.com/ibudanbalita

Perawatan bayi mutlak harus dikuasai oleh ibu. Orang tua manapun tidak boleh hanya bergantung pada dokter. Pasalnya, tidak semua gangguan kesehatan harus mendapatkan penanangan dari dokter. Seperti contoh ketika bayi demam tinggi, apakah ibu akan langsung membawa ke dokter?

Sebenarnya, jika demam tersebut tidak terlalu tinggi sampai menimbulkan bayi kejang, ibu tidak perlu membawanya ke dokter. Berikut beberapa yang bisa ibu lakukan agar demam bayi tidak semakin tinggi

Yang pertama, ibu bisa mengkompress bayi. Kompresslah beberapa bagian tubuh bayi menggunakan air hangat seprti pada dahi, ketiak, dada, dan juga leher. Lakukan beberapa kali agar suhu badannya berangsur-angsur turun. Atau setidaknya cara ini dibutuhkan agar suhu tubuhnya tidak menjadi tinggi.

Sementara itu, perhatian lebih ekstra harus ibu berikan bayi ibu lahir dalam keadaan prematur. Perawatan bayi prematur ini lebih sulit daripada perawatan bayi normal ketika terkena demam. Selain kompres, ibu memasang aroma terapi di ruangan di mana ibu merawat bayi.

Cara membuat aroma terapi tidaklah sulit. Ibu tinggal memasukkan air mendidih pada sebuah mangkuk lalu masukkan beberapa tetes minyak kayu putih. Agar uap tersebut bisa berada di seluruh ruangan, ibu bisa tutup ruangan rapat-rapat. Akan lebih baik jika ibu memilih ruangan yang kecil agar uap dari aroma terpi tersebut bisa menyebar lebih merata.

Tentu saja dua hal tersebut merupakan langkah penanganan awal ketika bayi terkena demam. Langkah tersebut bisa ibu lakukan untuk mencegah terjadi hal yang lebih buruk, yaitu kejang akibat demam yang terlalu tinggi.

Namun, kapankah ibu harus menyerahkan perawatan bayi kepada dokter?

Para ahli kesehatan bayi sengat merekomendasikan agar ibu langsung membawa bayi ke dokter ketika bayi terlihat susah bernafas. Masalah pernafasan ini kelihatannya memang tidak ada hubungannya dengan demam. Akan tetapi, ibu harus tahu ternyata demam juga bisa menimbulkan masalah pernafasan pada bayi. Jika bayi ibu terlihat susah bernafas, maka segeralah berobat ke dokter agar mendapatkan perawatan bayi yang lebih khusus.

Sebenarnya, hal yang paling ditakutkan adalah demam yang memicu kejang-kejang. Akan tetapi, sebelum hal tersebut terjadi, biasanya bayi akan mengalami dehidrasi. Ibu bisa lihat popok tidak terlalu basah dan mulut si kecil kering. Itu adalah tanda-tanda bayi terkena dehidrasi yang mudah sekali untuk diketahui. Jika tanda-tanda tersebut muncul, ibu tidak perlu melakukan kompres lagi. Langsung saja bawa si kecil ke dokter bayi.

Apakah ada hubungannya antara demam dengan berat badan bayi yang turun? Untuk beberapa kasus, hal tersebut ada hubungannya. Pasalnya, jika demam yang berkepanjangan hingga satu minggu, kemungkinan besar bayi menolak makan. Bahkan, ada juga bayi yang konsumsi ASI atau susu formulanya sedikit. Oleh sebab itu, berat badannya pun turun.

Perawatan bayi itu mutlak harus diketahui oleh ibu sebagai orang tua. Setidaknya, ibu tahu berbagai perawatan yang bisa dijadikan penanganan awal jika terjadi masalah pada kesehatannya seperti demam.

Hanya saja, kenali pula tanda-tanda ketika demam tersebut memburuk. Jangan sampai panasnya bayi sangat tinggi sehingga terjadi kejang-kejang. Hal ini dikarenakan kejang-kejang bisa menyebabkan kematian.

Untuk itu, ibu harus benar-benar memperhatikan kesehatan bayi ibu mulai sekarang. Selain itu, pahami pula cara memberikan perawatan dan penangangan sesuai dengan yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan. Kunjungi beberapa forum ibu dan bayi untuk mengupdate informasi terbaru tentang bagaimana memberikan perawatan bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

1 Comment on Perawatan Bayi yang Terkena Demam Tinggi agar Terhindar dari Kejang

  1. Demam biasanya merupakan pertanda suatu penyakit sedang ada di dalam tubuh si kceil, jadi orangtua hendaknya betul-betul memahami sakit apa yang dialami si kecil.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*