Opsi Makanan Pelancar ASI Selain Daun Katuk

makanan pelancar asi www.sayangianak.com

Katuk merupakan sayuran yang selalu disarankan sebagai makanan pelancar ASI. Akan tetapi, apa tidak ada pilihan lain untuk melancarkan ASI selain makan sayuran katuk? Tentu saja Mom akan merasa sangat bosan sekali jika setiap hari makan sayuran katuk demi bisa memberikan ASI yang cukup untuk sang buah hati. Untuk itu, Mom harus tahu selain katuk, makanan apa yang bisa melancarkan ASI.

Ciri-Ciri Makanan Pelancar ASI

Banyak orang yang percaya bawasannya daun katuk bisa melancarkan ASI. Mereka pun membuktikannya. Setelah mengkonsumsi sayuran daun katuk, mereka merasa ASI keluar sangat banyak. Namun, sayangnya tidak banyak dari mereka yang mencaritahu mengapa daun katuk bisa menjadi makanan yang melancarkan ASI. Apakah Mom pernah menanyakan pertanyaan tersebut?

Ternyata, salah satu alasan mengapa daun katuk sebagai makanan yang harus dikonsumsi oleh ibu menyusui lantaran kandungan proteinnya yang sangat tinggi. Menurut ilmu medis, makanan yang mengandung protein tinggi cederung akan melancarkan keluarnya ASI, entah itu protein hewani maupun protein nabati.

Jika kandungan protein yang tinggi menjadi alasannya, maka banyak sekali makanan yang bisa ibu konsumsi. Contohnya saja kacang-kacangan. Ini merupakan makanan yang menjadi sumber protein, bukan? Bahkan, menurut penelitian kesehatan, kacangan-kacangan merupakan sumber protein nabati terbanyak.

Begitu juga dengan daging sapi, brokoli, jagung, dan bayam. Itu semua merupakan makanan yang mengandung protein yang sangat banyak. Sekarang, Mom tidak akan merasa bosan karena setiap hari makanan sayuran daun katuk. Mom bisa ganti menu seperti sayur bayam, oseng-oseng brokoli, atau membuat steak dari daging sapi.

Terlepas dari itu semua, Mom harus tahu jika lancar atau tidaknya ASI itu tidak hanya dipengaruhi oleh seberapa banyak nutrisi yang Mom dapatkan dari makanan yang Mom konsumsi setiap hari. Faktor lainnya juga harus Mom perhatikan.

Faktor Pelancar ASI Selain Dari Makanan Bergizi

Seorang ibu yang sehat sangat mungkin untuk memberikan ASI dalam jumlah yang cukup. Berbeda jika seorang ibu sakit-sakitan. Logika inilah yang dipakai mengapa seorang ibu menyusui harus mengkonsmsi makanan yang bergizi. Karena memang makanan bergizi lah yang akan membuat tubuhnya sehat sehingga bisa memberikan ASI.

Akan tetapi, tidak hanya makanan yang bergizi saja yang menjadi faktor penentu. Ada hal lain yang juga berpengaruh.

  • Faktor Psikologis

Pernah lihat ada seorang ibu yang memiliki bayi namun ia tidak yakin bisa memberikan ASI? Selain tidak yakin, banyak juga ibu yang merasa tidak mampu karena sulitnya konsisten memberikan ASI eksklusif. Sebenarnya, pikiran negatif seperti itu juga secara tidak langsung mempengaruh produksi ASI lho. Jadi, sekalipun Mom mengkonsumsi makanan yang bisa melancarkan ASI, ASI tidak bisa keluar ketika ada hal negatif di pikiran Mom seperti itu. Jadi, diperlukan motivasi yang kuat dari dalam diri sendiri agar bisa memberikan ASI eksklusif.

Hal lain yang berhubungan dengan psikologis adalah stres. Banyak sekali wanita karir yang gagal memberikan ASI eksklusif meskipun tidak pasti juga seorang ibu rumah tangga berhasil memberikan ASI eksklusif. Kenapa? Alasannya hampir sama, yaitu stres. Seorang ibu yang stres sulit sekali memberikan ASI. ASI cenderung tidak bisa keluar dengan lancar. Lalu, apakah wanita karir tingkat stresnya lebih tinggi? Belum tentu juga. Akan tetapi, memang wanita karir memiliki beban yang berat karena harus beraktivitas di pagi hingga sore hari di mana beban kerjanya biasanya cukup berat.

  • Kesehatan Payudara

Ada kasus di mana ibu setelah melahirkan tidak bisa memberikan ASI. Artinya, ASI tidak bisa keluar. Ini hal yang wajar jika itu terjadi di awal saja. Memang butuh stimulasi agar ASI bisa keluar. Stimulasinya seperti membiarkan bayi menyedot ASI langsung dari payudara.

Namun, ada juga yang hingga 2-4 hari ASI tidak keluar. Ternyata, ada penyumbatan pada payudara. Untuk kasus seperti ini, diperlukan penanganan khusus. Mom bisa belajar memberikan pijatan payudara jika merasa ASI tidak keluar dengan lancar. Mom bisa memijat payudara saat sedang mandi dengan air hangat.

Istilah Breastfeeding Dads

Mom pernah dengar istilah breastfeeding dads? Ini bukan berarti seorang ayah bisa menyusui bayi, melainkan peran ayah agar istrinya berhasil memberikan ASI eksklusif. Seorang suami harus memberikan dukungan agar istri mereka bisa memberikan ASI. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat verbal saja, tapi ada aplikasinya.

Salah satu bentuk dukungan seorang suami dalam breastfeeding dads adalah dengan memanjakan sang istri agar ia tidak stres. Ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti membantu urusan rumah tangga agar istri lebih fokus mengurus bayi. Seorang ayah bisa juga sering memanjakan sang istri dengan cara memijat punggung dan kakinya agar merasa rileks. Pasalnya, menggendong dan memberikan ASI itu benar-benar menguras tenaga.

Sekarang ini, banyak sekali komunitas breastfeeding dads. Ini bukan hanya komunitas untuk ajang berkumpul saja, tapi juga sharing tentang bagaimana agar program ASI eksklusif berhasil. Ini seperti halnya forum ibu dan balita di mana forum tersebut juga digunakan sebagai tempat untuk berbagi informasi penting.

Bagi Mom yang sekali berhasil memberikan ASI eksklusif, Mom harus optimis. Itu kunci utama. Nutrisi harus dicukupi. Psikis harus dijaga. Jangan stres. Suami seharusnya terlibat untuk membuat pemberian ASI eksklusif ini berhasil. Jadi, tidak hanya makanan pelancar ASI saja yang dibutuhkan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*