Membandingkan Dua Cara Menghitung Usia Kehamilan. Kok Hasilnya Beda?

menghitung usia kehamilan https://www.facebook.com/ibudanbalita

Menghitung usia kehamilan bisa dilakukan dengan banyak sekali cara. Dengan menggunakan metode apa yang selama ini ibu lakukan? Apakah dengan menggunakan pemeriksaan USG, kalender kehamilan, atau menggunakan kalkulator menghitung usia kehamilan online?

Jika ibu sudah mencoba menggunakan salah satu dari cara penghitungan usia kehamilan tersebut di atas, ibu coba menggunakan cara yang lain. Kemungkinan besar hasilnya akan berbeda. Kenapa demikian?

Salah satu alasan kenapa seorang ibu hamil melakukan penghitungan usia kehamilan adalah untuk mengetahui berapa usia janin di dalam kandungan. Secara otomatis, ibu hamil juga akan tahu kapan kira-kira sang buah hati akan lahir ke dunia atau yang sering singkat dengan HPL (hari perkiraan lahir).

Sayangnya, dua hasil dari cara menghitung usia kehamilan tersebut kadang berbeda antara penggunaan cara yang satu dengan yang lain. Tahukah ibu kenapa hal ini bisa terjadi? Karena faktor penentunya berbeda. Faktor penentu usia janin yang dilakukan dengan pemeriksaan USG berbeda dengan faktor penentu dengan menggunakan kalkulator online menghitung usia kehamilan. Apalagi, jika ibu menggunakan kalkulator online, seorang ibu hamil sering memasukkan data yang salah, berupa tanggal terakhir kali menstruasi. Itulah mengapa sering kali hasil dari cara menghitung usia kehamilan itu berbeda.

Akan tetapi, bukan berarti apa yang ibu lakukan itu tidak ada gunanya. Setidaknya, ibu tahu berapa perkiraan usia janin di dalam kandungan ibu sehingga ibu bisa mengetahui sejauh mana seharusnya perkembangan janin. Jika pada usia 4 bulan tapi belum ada pergerakan, berarti ada yang salah dengan perkembangannya.

Selain itu, ibu juga tahu kapan perkiraan sanga buah hati akan lahir ke dunia. Dengan demikian, ibu bisa mempersiapkan semuanya mulai dana untuk proses persalinan, perlengkapan bayi, dan lain-lain. Jadi, itulah tujuan utama dari menghitung usia kehamilan. Tidak menjadi persoalan dengan cara bagaimana ibu melakukan penghitungan kehamilan, apakah dengan menggunakan pemeriksaan USG atau kalkulator penghitungan kehamilan online. Semuannya hanya bersifat perkiraan saja.

Jika ibu ingin mengetahui usia kandungan yang paling mudah, ibu bisa menggunakan kalkulator online. Ibu cukup mencari situs yang menyediakan kalkulator menghitung usia kehamilan online. Di situs tersebut, ibu akan diminta untuk memasukkan beberapa data. Lalu, dalam waktu sekejab, ibu bisa mendapatkan informasi mengetanai berapa usia janin di dalam kandungan serta kapan waktu perkiraan kelahiran sang buah hati.

Akan tetapi, jika ibu mencari cara menghitung usia kehamilan yang lebih akurat, ibu bisa menggunakan pemeriksaan USG. Dalam hal ini, ibu harus datang konsultasi dengan dokter kandungan atau bidan yang memiliki alat USG. Kabarnya, alat USG memiliki ketepatan hingga 90%. Artinya, waktu kelahiran sangat sedikit kemungkinan meleset dari hitungan.

Semoga tulisan ini bisa menjawab pertanyaan kenapa cara menghitung usia kehamilan menghasilkan hasil yang berbeda. Yang paling penting adalah upaya ibu untuk menjaga kesehatan ibu dan juga janin di dalam kandungan. Sekalipun ibu sudah tahu HPL (hari perkiraan lahir), ibu juga tidak tahu jika ternyata masa kehamilan ibu melebihi 9 bulan. Tidak menutup kemungkinan pula ada kondisi di mana ibu dipaksa untuk melakukan persalinan lebih dini dari HPL.

Intinya, ibu harus siap menjaga kesehatan tidak peduli apakah pada masa kehamilan muda atau masa kehamilan tua. Karena kesiapan ibu untuk menjalani proses mengandung itu jauh lebih penting daripada mengetahui usia janin atau HPL yang ibu dapatkan dari metode atau cara menghitung usia kehamilan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*