Memahami Pentingnya Plasenta bagi Tumbuh Kembang Janin

tumbuh kembang janin www.facebook.com/ibudanbalita

Tumbuh kembang janin dipengaruhi oleh plasenta. Jika plasenta tidak berkembang baik, maka perkembangan bayi akan terganggu juga. Untuk itu, penting sekali memahami bagaimana cara kerja plasenta sehingga berpengaruh sekali terhadap perkembangan bayi yang masih di dalam rahim.

Apa itu Plasenta

Bagi ibu yang kurang familiar dengan istilah medis, mungkin ibu asing mendengar kata plasenta ini. Plasenta sering disebut dengan tembuni atau ari-ari. Ini merupakan organ yang tumbuh bersama dengan perkembangan janin. Ari-ari ini juga yang akan dikuburkan ketika bayi lahir di dunia.

Orang Jawa sering menganggap plasenta atau ari-ari ini sebagai sedulur atau saudara bayi. Hal itu dikarenakan ari-ari lah yang menemani bayi selama masih di dalam rahim. Sementara itu, ahli medis mengatakan ari-ari sebagai penyalur segala jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh janin. Itulah mengapa plasenta sangat penting bagi perkembangan bayi dalam kandungan.

Lalu, apa sajakah fungsi dari plasenta ini?

3 Fungsi Penting Plasenta

Setelah mengetahui plasenta dari sudut pandang yang berbeda, sekarang ibu harus tahu apa saja fungsi plasenta. Sebenarnya, ada beberapa fungsi plasenta yang barkaitan dengan tumbuh kembang janin. Hanya saja, terdapat 3 fungsi paling penting plasenta.

  • Menyalurkan Nutrisi

Setelah ibu mengkonsumsi makanan sehat serta susu ibu hamil, semua nutrisi yang diperlukan oleh janin untuk perkembangannya disalurkan melalui plasenta, mulai dari karbohidrat, protein, kalsium, vitamin, dan juga vitamin. Jadi, plasenta bertugas untuk menyalurkan semua nutrisi atau gizi yang ibu dapatkan dari makanan dan minunam yang ibu konsumsi.

  • Membuang Sisa Metabolisme

Ibu harus tahu janin belum memiliki organ ginjal serta hati yang bisa berfungsi sempurna. Tugas ginjal dan hati dihandle oleh plasenta. Jadi, plasenta lah yang akan mengeluarkan sisi metabolisme dalam tubuh janin. Selain itu, racun juga akan dikeluarkan melalui plasenta.

  • Penghasil Hormon

Apakah ibu sering merasa mual? Itu dikarenakan produksi hormone tinggi. Dan salah satu pemproduksi hormon adalah plasenta. Plasenta ini juga memproduksi hormone seperti hormone progesterone dan estrogen. Hormone ini diperlukan untuk tumbuh kembang janin dan juga kesehatan ibu hamil. Hanya saja, meningkatnya jumlah hormone tersebut memacu lambung sehingga terjadi rasa mual dan muntal yang sering disebut dengan morning sickness.

Jadi, itulah tiga fungsi paling penting dari plasenta. Tidak salah jika Orang Jawa mengatakan plasenta atau ari-ari dianggap sebagai sedulur atau saudara bayi. Hal ini dikarenakan plasenta lah yang menjaga kesehatan janin sewaktu masih di dalam kandungan.

Jika ibu konsultasi kehamilan dengan dokter kandungan, ibu bisa meminta dokter untuk memastikan plasenta tumbuh dengan baik untuk memastikan plasenta bisa berfungsi dengan sebaik-baiknya.

Plasenta Lepas

Ada kejadian di mana plasenta lepas. Hanya saja, ada tingkatan yang berbeda. Ada plasenta yang lepas sebagian ada juga plasenta yang lepas secara keseluruhan. Untuk yang terakhir ini, maka bayi akan meninggal di dalam rahim.

Agar perkembangan janin tidak terganggu, maka wajib hukumnya ibu menjaga plasenta. Konsumsi makanan dan susu ibu hamil yang mengandung asam folat bisa dijadikan salah satu cara yang ampuh. Hindari juga stress agar tekanan darah tidak tinggi. Untuk ibu yang sudah berusia 35 tahun dan sedang hamil, maka resiko plasenta lepas sangat tinggi. Untuk itu, ibu harus sangat berhati-hati.

Konsultasi kehamilan secara rutin dengan dokter kandungan sangat diperulukan agar plasenta bisa berfungsi norma sehingga tidak membahayakan tumbuh kembang janin.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*