Luka Gores pada Anak Tidak Boleh Disepelekan

Luka Gores Pada Anak

Anak kecil rawan sekali terluka. Apalagi anak Anda sangat aktif bergerak. Ia bisa saja jatuh, tergelincir di tempat bermain, terkena ulat sehingga kulit gatal dan digaruk-garuk, dan lain sebagainya. Maka dari itu, Anda harus tahu bagaimana cara mengobati luka gores pada anak.

Sebenarnya, luka gores yang dialami oleh si kecil itu yang wajar terjadi. Ketika anak sedang dalam masa di mana mempelajari hal yang baru, wajar jika anak terkena luka gores. Umumnya, luka tersebut ada di bagian lutut, lengan, dan wajah.

Namun, meskipun ini hal yang wajar, Anda tidak perlu sepelekan. Pasalnya, luka gores yang terlihat biasa tersebut bisa semakin parah bahkan infeksi jika Anda tidak bagaimana cara merawat luka gores pada anak yang benar.

Bahaya Anak Mengalami Luka Gores

Saat anak terluka, maka ada bagian tubuhnya yang terbuka. Setidaknya lapisan kulit yang paling luar terkoyak dan terbuka. Ada juga yang goresannya cukup dalam. Dan inilah yang harus diantisipasi.

Bagian kulit yang terbuka karena terluka menjadi pintu masuknya bakteri. Akibatnya, luka akan mengalami infeksi. Inilah yang berbahaya.

Maka dari itu, untuk luka dalamnya lebih dari 1 sentimeter, luka tersebut harus segera dijahit. Tujuannya agar luka tertutupi dan bakteri tidak bisa menginfeksi. Namun, untuk luka yang tidak begitu dalam, jahitan tidak diperlukan. Hanya saja, luka harus ditutupi agar bakteri tidak masuk dan menjadi penyebab infeksi.

Perawatan yang Diperlukan Jika Terkena Luka Gores

Lalu, apa yang harus Anda lakukan jika anak terkenal luka gores? Berikut ini perawatan yang diperlukan:

  1. Pendarahan Harus Dihentikan

Ada kalanya goresan menyebabkan keluarnya darah yang cukup deras. Ini biasanya terjadi jika goresan cukup dalam.

Entah itu dalam atau pun tidak, pendarahan yang terjadi harus segera Anda hentikan. Anda bisa memanfaatkan tisu, kapas, atau kain yang bersih untuk menekan luka agar pendarahan berhenti. Tekan pada bagian pendarahan kurang lebih 10 menit. Biasanya, darah akan berhenti keluar dengan sendirinya.

  1. Luka Dibersihkan

Cara merawat luka gores pada anak selanjutnya adalah melakukan pembersihan luka. Setelah darah berhenti mengalir, anak si kecil ke kamar mandi untuk membersihkan luka. Gunakan air mengalir untuk membersihkan luka. Air mengalir sangat efektif untuk melunturkan kotoran yang mungkin menempel pada luka. Ini penting agar kotoran tidak menyebabkan masalah yang lebih parah lagi pada luka.

  1. Mengoleskan Salep Luka

Setelah melakukan pembersihan, keringkan bagian yang terluka dengan handuk. Lalu, Anda bisa ambil salep khusus untuk luka. Salep ini penting untuk diaplikasikan agar luka tidak meradang. Karena jika terjadi peradangan, anak akan semakin merasakan sakit.

Membersihkan Luka Agar Tidak Perih

Oleskan salep luka di sekitar bagian yang terluka. Salep ini mengandung antibiotik yang juga mampu mencegah terjadinya infeksi. Selain itu, salep juga membantu jaringan kulit yang baru untuk segera melakukan penutupan pada luka. Anda juga bisa mengikuti tips agar perawatan luka anak tidak terasa perih.

  1. Gunakan Plester untuk Menutup Luka

Setelah mengolesi dengan salep luka, tutupi luka dengan plester. Luka masih terbuka sehingga mudah sekali dijadikan sebagai pintu masuk bakteri untuk menginfeksi.

Untuk itu, tutupi luka dengan plester luka anak Hansaplast. Ada plester dengan gambar karakter kartun, mulai dari Marvel, Frozen, Princess, dan Star Wars. Anda bisa pilihkan sesuai dengan karakter kartun favorit sangat buah Anda.

Karena desainnya yang lucu, anak akan dengan senang hati menggunakannya. Ia senang sehingga lupa jika baru saja terluka. Plester ini memiliki bagian tengah yang merupakan bantalan yang tidak lengket pada luka. Jadi, ketika plester dibuka, anak tidak akan merasa perih.

Itulah tips yang bisa Anda terapkan untuk mengobati atau merawat luka gores pada anak. Anda tidak perlu panik jika anak Anda jatuh dan terluka. Tidak perlu pula Anda marahi sang buah hati. Segera terapkan langkah-langkah merawat luka gores tersebut di atas agar luka tidak terinfeksi bakteri dan luka lebih cepat sembuh. Anak Anda pun bisa langsung beraktivitas lagi sebagaimana biasanya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*