Konsultasi Kehamilan Segera Jika Ibu Terkena Penyakit Menular Ini

konsultasi kehamilan www.facebook.com/ibudanbalita

Konsultasi kehamilan sering dianggap sebagai langkah yang harus dilakukan jika terjadi keluhan kesehatan. Cara pandang seperti ini tentu saja salah besar. Konsultasi tentang kehamilan sudah selayaknya dilakukan secara rutin, setidaknya satu bulan sekali.

Bahkan, bagi ibu yang memiliki penyakit-penyakit menular tertentu, tidak ada jalan lain selain selalu mengontrol kondisi kesehatan janin agar janin di dalam kandungan tidak tertular penyakit tersebut.

Berikut beberapa penyakit menular di mana ibu harus sesering mungkin melakukan konsultasi kehamilan jika tidak ingin penyakit yang ibu derita menular ke bayi yang ibu kandung.

HIV/AIDS
Apakah HIV/AIDS bisa disembuhkan? Sayangnya, sampai sekarang penyakit yang satu ini belum ditemukan obatnya. Yang bisa dilakukan hanya pencegahan penyebaran penyakit yang mematikan ini.

Salah satu langkah pencegahan adalah mendapatkan treatment khusus saat ibu mengandung. Dengan treatment tersebut, maka virus HIV/AIDS tidak akan menyerang janin.

Pada saat ini, pemerintah sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan pemeriksaan penyakit HIV/AIDS pada saat hamil. Pasalnya, banyak sekali pengidap penyakit ini yang tidak sadar bahwa dirinya terkena virus HIV/AIDS. Itulah mengapa pemerintah menyarankan agar wanita hamil konsultasi saat kehamilan muda agar jika ada virus HIV/AIDS menyerang bisa dideteksi. Gunanya bukan untuk membuat wanita tersebut malu, tapi sebagai langkah pencegahan agar virus tersebut tidak menyerang janin.

Hepatitis B

Banyak sekali peneliti penyakit menular mengatakan bahwa hepatitis B itu jauh lebih berbahaya daripada HIV/AIDS. Hal ini dikarenakan penyakit hepatitis B lebih mudah menyerang dan menular ke janin daripada HIV/AIDS.

Sama seperti HIV/AIDS, penyakit hepatitis B ini disebabkan oleh virus yang menyerang tubuh. Virus tersebut menyerang organ hati sehingga akan terlihat beberapa gejala seperti demam yang tinggi, mata berwarna kuning, dan warna urin menjadi sangat pekat.

Dengan melakukan konsultasi saat kehamilan, penularan penyakit ini bisa dicegah. Tentunya tidak ada ibu yang ingin anaknya lahir dengan membawa penyakit keturunan, bukan? Jadi, segeralah ke dokter untuk melakukan tes apakah ibu terjangkit penyakit hepatitis B atau tidak. Jika ya, maka mintalah dokter untuk melakukan pencegahan penularan penyakit tersebut terhadap janin yang ada di dalam kandungan.

Penyakit Syphilis

Penyakit lain yang bisa menular ke janin adalah syphilis. Beberapa kasus di mana bayi lahir dengan berat badan di bawah normal dikarenakan bayi tersebut tertular syphilis dari ibunya.

Akan tetapi, itu hanya satu dari sekian banyak tanda bayi terjangkit penyakit syphilis. Gejala yang lain adalah infeksi pada janin dan perkembangan janin dalam kandungan terganggu. Jika ini terjadi, ada kemungkinan janin tidak bisa bertahan hidup dan akhirnya terjagi keguguran.

Itulah beberapa penyakit yang bisa ditularkan ibu kepada bayi yang masih ada di dalam rahim. Jadi, itulah mengapa penting sekali konsultasi kehamilan dengan dokter kandungan. Tujuannya sama, yaitu untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu hamil dan juga janin di dalam kandungan. Selain itu, dokter juga akan mendeteksi faktor resiko janin tertular penyakit yang ibu derita.

Sayangnya, banyak masyarakat yang acuh terhadap hal ini. Mereka menganggap jika tidak ada keluhan yang berarti, maka mereka tidak perlu konsultasi ke dokter kandungan. Anggapan tersebut jelas salah besar. Setiap ibu hamil harus rajin memeriksakan kesehatan kehamilan entah ke dokter kandungan atau ke bidan. Hal tersebut dibutuhkan agar bahaya yang mengancam janin bisa terdeteksi sedini mungkin sehingga bisa dilakukan pencegahan. Jadi, kapan ibu akan konsultasi kehamilan?

Leave a comment

Your email address will not be published.


*