Ketahui Perkembangan Janin Usia 7 Bulan dan Kenali Perubahan Pada Diri Anda

perkembangan janin https://www.facebook.com/ibudanbalita/

Perkembangan janin sangatlah penting diperhatikan oleh anda yang saat ini sedang mengandung. Pasalnya, sehat dan tidaknya bayi dalam kandungan dipengaruhi oleh perkembangannya.

Secara umum, tumbuh kembang bayi dalam kandungan terdiri atas 3 fase. Dimana fase tersebut di tandai dengan istilah trisemester. Artinya, dalam sekali mengandung, moms melewati 3 trimester berbeda yaitu trisemester 1, 2, dan 3. Perkembangan janin yang sehat akan mampu bertahan melewati trisemester ke-1 yang penuh dengan resiko keguguran. Hingga pada akhirnya trisemester ke 3 dimana janin telah memasuki usia sekitar bulan 7 dan 8. Pada tahap tersebut, para moms harus mempersiapkan kelahiran dengan baik. Karena, janin dapat lahir kapan saja.

Lalu, apa sebenarnya ciri dari perkembangan janin yang telah memasuki bulan ke 7 atau mencapai persalinan? Berikut ulasannya!

Perkembangan Janin Bulan ke 7

Memasuki bulan ke 7, secara normal usia janin telah mencapai berat sekitar 1 kg dengan panjang sekitar 37,5 – 39 cm. Kondisi tersebut dibarengi dengan keaktifan bayi dalam bergerak. Biasanya, setiap janin akan memiliki pola tersendiri untuk kapan ia akan aktif bergerak. Gerakan yang biasanya dilakukan berupa tendangan pada dinding perut ibu. Dengan adanya gerakan pada janin, menandakan ia hidup dan aktif dalam kandungan sehingga berguna untuk mendeteksi apakah bayi tersebut sehat dan tidak.

Ciri – ciri dari perkembangan janin usia 7 bulan biasanya sudah sangat jelas dari jenis kelamin dari bayi tersebut. Untuk bayi yang berjenis kelamin laki – laki, pada usia ini testikel pada bayi telah turun ke skrotum sedangkan pada bayi dengan jenis kelamin perempuan akan terdeteksi klitorisnya yang telah nampang.

Pada bagian kepala, tempurung kepala telah mengeras seiring dengan perkembangan otak. Selain itu, organ vital seperti paru – paru dan saluran pencernaan semakin berkembangn sepenuhnya. Panca indera bayi pun telah berkembangan secara hampir sempurna. Panca indera seperti mata aktif memuka dan menutup serta sudah telah ditumbuhi alis dan bulu mata.

Selanjutnya, di usia 7 bulan akhir atau sekitar awal bulan ke 8, kepala bayi normalnya telah berada di bawah dan dalam posisi siap lahir. Selain itu, paru – paru sebagai organ vitalnya telah berkembangan dengan pesat namun untuk dapat bernapas sendiri menunggu hingga ia akan menjelang lahir.

Perubahan Tubuh Ibu

Nah moms, setelah anda mengetahui bagaimana ciri dari perkembangan janin yang berusia 7 bulan, anda sepatutnya merasakan perubahan pada tubuh. Namun, keterbatasan pengetahuan anda, membuat perubahan tersebut secara disadari normal atau tidak. Anda menjadi bingung, apakah perubahan ini memang terjadi secara alami atau ternyata merupakan tanda dari sebuah penyakit tertentu.

Pasalnya, mengetahui perubahanan pada diri juga mendukung perkembangan janin anda. Lalu apa saja perubahan ibu ketika usia janin mencapai 7 hingga 8 bulan?

  1. Penambahan Bobot Tubuh

Hal ini adalah sangat lumrah terjadi pada tubuh ibu yang sedang mengandung. Penambahan berat dari awal hamil muda hingga menjelang waktu persalinan adalah 8.5 hingga 11 kg dari bobot tubuh sebelum hamil. Hal ini normal saja terjadi, sehingga sepatutnya anda tidak perlu khawatir.

Selain bobot, luas penampang dari telapak kaki ibu akan melebar karena disebabkan oleh produksi berbagai jenis hormon pada tubuh yang menyebabkan sendi menjadi longgar.

  1. Sesak Nafas / Nafas Berat

Seiring dengan kondisi janin yang terus berkembang, anda akan semakin merasa kesulitan untuk bernapas karena rahim menekan dan bobot janin meningkat. Namun, kondisi ini justru akan berangsur membaik seiring dengan posisi kepala janin yang telah mendekati bibir vagina.

Nafas yang cenderung sesak dan agak berat terjadi umumnya pada saat duduk, berjalan agak jauh, atau saat menjelang tidur. Anda harus mampu mengatasi kondisi ini. Pasalnya jika setiap menjelang tidur di malam hari anda mengalami sesak, anda akan mengalami penurunan kualitas tidur yang berdampak pada kelelahan saat di pagi harinya.

Kondisi yang parah misalnya hingga insomnia sebaiknya anda konsultasikan dengan dokter kandungan anda. Karena keadaan insomnia akan menurunkan kekebalan tubuh ibu yang memudahkan beragam penyakit hinggap dan memengaruhi perkembangan janin.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*