Kenapa Perkembangan Janin Malah Menjadi Buruk Menjelang Persalinan?

perkembangan janin menuju persalinan www.ibudanbalita.com

Pernah ada suatu cerita di mana perkembangan janin menjadi buruk saat persalinan hampir tiba. Dan ini yang sebenarnya menjadi alasan mengapa sebaiknya konsultasi kehamilan itu dilakukan hingga proses persalinan tiba. Konsultasi tersebut bisa dilakukan dengan bidan atau dengan dokter kandungan. Atau, ada juga konsultasi online yang bisa dilakukan sekarang ini di www.ibudanbalita.com.

Namun, yang harus digarisbawahi di sini adalah bagaimana kondisi janin yang awalnya baik-baik saja dan perkembangannya pun maksimal tiba-tiba bermasalah. Ini bukan tidak mungkin terjadi saat bayi tingga menunggu waktu lahir kedua. Jadi, jangan dianggap bawasannya ketika hamil muda sudah terlewati, itu artinya perkembangan bayi sudah melewati tahap yang perlu dikhawatirkan. Memang saat hamil muda bayi di dalam kandungan lebih rentan mengalami keguguran. Namun, hal ini tidak lantas membuat bayi yang usianya sudah siap untuk lahir sudah dipastikan memiliki perkembangan yang 100% baik.

Penyebab Perkembangan Bayi Memburuk Menjelang Persalinan

Jika berdiskusi tentang faktor penyebab buruknya perkembangan bayi di dalam kandungan, maka perdebatan akan sangat panjang sekali. Namun, akan lebih baik jika ibu melihat beberapa kasus yang terjadi.

Kebanyakan ibu hamil tua memiliki masalah psikologis. Ini berdampak dari beberapa hal, entah itu kekhawatiran atau beban yang ia rasakan. Memang saat hamil tua, ibu akan merasakan beban yang lebih berat. Bahkan, ada banyak sekali larangan yang tidak boleh ibu lakukan. Contoh kecilnya saja seperti larangan untuk pergi ke luar kota. Padahal, pada saat ibu sedang hamil tua, ibu pasti ingin sekali refreshing, entah itu berlibur di tempat wisata seperti pantai atau tempat liburan lainnya. Namun, dengan pertimbangan kehamilan yang sudah menjelang masa persalinan, liburan seperti itu disarankan tidak ibu lakukan. Hal inilah yang membuat ibu hamil tua merasa tertekan dan stress. Akhirnya, inilah yang menyebabkan perkembangan janin trimester ketiga mengalami masalah.

Namun, tidak itu saja kasus yang sering terjadi. Bagi ibu yang baru pertama kali hamil, mereka biasanya mengalami kekhawatiran, mulai dari pertanyaan apakah mereka sanggup merawat sang hati atau tidak hingga masalah persalinan yang terdengar mengkhawatirkan. Ibu mungkin juga merasakan hal yang sama di kehamilan anak yang pertama, bukan? Kekhawatiran seperti ini biasanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi keluarga.

Terlepas dari apa yang mempengaruhi stres yang dialami oleh ibu hamil, semua itu bisa menyebabkan hal yang kurang baik bagi perkembangan bayi di dalam kandungan.

Bagaimana Stres Pengaruhi Perkembangan Janin?

Dalam hal ini, harus dipahami dulu bawasannya stres tidak hanya berhubungan dengan psikologis saja. Stres juga ada hubungannya dengan kesehatan tubuh.

Ternyata, orang yang mengalami stres mengeluarkan hormon yang disebut dengan kartisol. Hormon inilah yang akan keluar ketika ibu mengalami stres. Dan jika produksi hormon ini meningkat, maka tidak hanya ibu rentan mengalami stres, tapi juga ada kaitannya dengan perkembangan janin.

Hormon kartisol ini mengaktivasi sistem endroktin. Dan menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti kesehatan, sistem endroktin yang aktif ini bisa mempengaruhi perkembangan otak bayi yang masih ada di dalam kandungan. Pasalnya, hormon bisa masuk melalui pembuluh darah dan masuk ke rahim. Ini yang sebenarnya harus diantisipasi.

Tidak hanya perkembangan otak bayi saja yang terpengaruhi. Beberapa bayi mengalami kelahiran secara prematur lantaran seorang ibu hamil yang stres. Selain itu, beberapa kasus menunjukkan saat ibu hamil tua mengalami stres, hal tersebut membuat bayi rentan mengalami hiperaktif. Jadi, jelas adanya pengaruh antara perkembangan janin dengan stres yang dialami oleh seorang ibu hamil.

Dari penjelasan tersebut, kini ibu sudah tahu kan apa yang membuat banyak bayi tiba-tiba mengalami perkembangan buruk saat proses persalinan hampir tiba?

Mengatasi Stres Saat Hamil Tua

Refreshing ke tempat wisata yang jauh sangat tidak dianjurkan. Lalu, bagaimana mengatasi stres saat hamil tua?

Sebenarnya, jika dilihat dari penyebab stres di mana tubuh memproduksi hormon yang menyebabkan depresi atau stres, maka yang harus ibu lakukan hanyalah bagaimana agar hormon tersebut bisa dikendalikan. Ternyata, caranya sangat mudah. Dengan berolahraga secara rutin, maka tubuh akan merespon dengan cara menurunkan produksi hormon depresan tersebut. Dalam hal ini, banyak hal yang bisa ibu lakukan seperti jalan sehat setiap hari pagi, ikut senam ibu hami, atau yoga ibu hamil.

Selain itu, membatasi kegiatan fisik juga bisa menurunkan stres yang ibu hamil tua rasakan. Jadi, ibu perlu membuat jadwal kapan harus beraktivitas dan kapan harus istirahat. Mudah, bukan?

Terlepas dari itu semua, perkembangan bayi di dalam rahim juga erat kaitannya dengan nutrisi. Oleh sebab itu, kebutuhan nutrisi harian ibu hamil wajib dipenuhi. Jangan sampai karena persalinan hampir tiba ibu sudah mulai ogah-ogahan mengkonsumsi makanan yang sehat. Justru saat persalinan hampir tiba, ibu harus lebih banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi.  Jika perlu, ibu minum susu ibu hamil Frisian Flag Mama. Susu ini mengandung semua nutrisi ibu hamil yang dibutuhkan setiap hari.

Sekarang, sudah bukan saatnya ibu mencari informasi menjaga kehamilan. Ibu sudah akan melahirkan sang buah hati. Yang harus ibu lakukan adalah mencari tahu bagaimana cara merawat dan membesarkan sang buah hati nanti. Ibu bisa mulai mengumpulkan buku tentang parenting atau bergabung saja di forum ibu dan balita. Ada banyak sekali informasi tentang bagaimana membesarkan sang buah hati, mulai bayi hingga balita di forum tersebut.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*