Jangan Tiru Cara Perawatan Bayi Orang Kuno

perawatan bayi www.facebook.com/ibudanbalita

Perawatan bayi bisa ibu pelajari dari orang-orang yang sudah pernah melahirkan sebelumnya. Ibu bisa juga belajar dari orang tua ibu tentang bagaimana cara memandikan, cara memondong yang benar, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, ternyata apa yang ibu pelajari dari orang tua dulu tidak 100% benar. Berikut beberapa hal yang berhubungan cara merawat bayi yang ternyata tidak baik bagi perkembangan serta kesehatan bayi.

Membedong

Setelah bayi lahir, orang tua dulu pasti akan membedong. Hal ini diperlukan agar bayi merasa hangat. Apalagi jika ibu berada di daerah yang dingin atau ibu melahirkan bayi pada waktu musim hujan. Tentu bedong sangat dibutuhkan untuk menghangatkan tubuh si kecil.

Menurut dokter anak, hal tersebut memang dibenarkan. Apalagi bayi merasa sangat hangat ketika di dalam rahim. Sementara itu, ketika ia sudah lahir, maka suasananya berbeda, tidak sehangat di dalam rahim. Itulah mengapa bayi sebaiknya dibedong.

Akan tetapi, bedong ini juga memberikan efek negatif, yaitu membuat membuat perkembangan tulang pinggul bayi terganggu. Bahkan, bayi akan cenderung mengalami masalah mengenai pergerakan motorik. Pasalnya, kaki serta tangan tidak bisa digerakkan.

Yang lebih parah lagi, ada indikasi di mana bedong menjadi penyebab si kecil mau minum ASI atau jarang minum ASI. Hasilnya, berat badan bayi dibawah normal. Ia merasa lebih nyaman dan waktu tidurnya lama sehingga waktu untuk mendapatkan ASI dari ibu tidak banyak.

Terlepas dari itu semua, bukan berarti bedong itu tidak baik. Bedong masih bisa ibu lakukan sebagai rangkaian perawatan bayi. Ibu tetap saja boleh membedong namun hanya sampai pada bagian dada saja. Sementara tangan tidak perlu dibedong. Kaki juga tidak perlu terlalu kencang dibedong agar bisa bergerak sedikit.

Memberi Bedak Pada Wajah Bayi

Selain bedong, ada juga cara merawat bayi lainnya, yaitu memberi bedak pada wajah bayi. Alih-alih agar wajah bayi menjadi putih, justru bedak bisa membuat kesehatan bayi tidak baik. Bahkan, Dr. Daniel Cramer, seorang epidemiologist asal Amerika Serikat mengatakan menaburkan bedak pada wajah bayi akan membuat resiko bayi tersebut terkena kanker ovarium semakin tinggi.

Tentu saja pernyataan tersebut sangat mengejutkan. Pasalnya, banyak sekali produk bedak bayi berbagai merk dijual di pasaran. Namun, setelah mengetahui fakta tersebut, apakah ibu masih tetap akan memberikan bedak pada wajah bayi?

Logika orang awam saja sebenarnya bisa menerima bahwa memberikan bedak pada wajah bayi itu tidak baik. Bedak itu berbentuk serbuk dan jika terhirup oleh bayi, maka akan sangat fatal akibatnya bagi sistem pernafasan bayi.

Untuk itu, sangat dianjurkan agar tidak memberikan bedak pada wajah. Jika pada badan, sebenarnya tidak masalah asal tidak berlebihan. Ditakutkan, bedak tersebut terhirup oleh bayi.

Sayangnya, dua perawatan bayi tersebut (bedong dan bedak pada wajah bayi) masih menjadi tradisi turun menurun sampai saat ini. Ibu-ibu harus semakin terbuka dengan informasi terbaru, terutama seputar kesehatan bayi. Mereka tidak seharusnya menerima tradisi dari orang tua dahulu begitu saja. Sudah saatnya ibu membuka diri mengupdate informasi kesehatan yang bisa didapatkan di forum kesehatan ibu dan anak, misalnya. Dan yang jelas, cara merawat bayi seperti di atas harus dihindari karena benar-benar tidak baik bagi perkembangan bayi. Jadi, ibu harus bijak dalam memberikan perawatan bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*