Jangan Sembarangan Memberikan Perawatan Bayi yang Terkena Flu

perawatan bayi www.facebook.com/ibudanbalita

Perawatan bayi itu berbeda dengan perawatan orang dewasa. Seperti halnya ketika si kecil flu, maka sebenarnya ibu tidak perlu buru-buru membawanya si kecil. Ada beberapa tindakan yang bisa ibu lakukan sendiri.

Sebelum mengetahui tindakan apa yang sebaiknya ibu lakukan sebagai bagian dari perawatan bayi yang terkena flu, ibu harus tahu kenapa bayi terkena flu. Dan sebenarnya tidak ada yang perlu khawatirkan jika si kecil terkena flu.

Bayi terkena Flu

Sebenarnya, bayi yang terkena flu itu tidak membahayakan. Flu itu tandanya tubuh si kecil mencoba melawan virus yang menyerang. Biasanya, flu disertai dengan demam, sakit kepala, dan juga batuk. Dalam keadaan ini, ibu tidak perlu memberikan obat penurun panas. Biarkan tubuh si kecil mencoba melawan virus karena ini merupakan upaya alami tubuh agar kekebalan tubuh si kecil semakin kuat.

Sayangnya, banyak ibu yang akhirnya membelikan obat penurun panas. Walaupun obat penurun panas tersebut dikhususkan untuk bayi, cara tersebut bukan termasuk cara perawatan bayi yang tepat ketika ia terkena flu.

Ada beberapa tindakan yang bisa ibu lakukan selain memberikan obat penurun panas. Dengan memberikan obat, berarti ibu mencegah sistem kekebalan tubuh si kecil lebih kuat sehingga ketika dewasa nanti, anak ibu akan mudah sekali terserang penyakit.

Langkah yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Bayi Flu

Yang jelas, ibu harus menghindari memberikan obat. Hal pertama yang bisa ibu lakukan adalah memberikan lebih banyak ASI karena ASI lah yang akan membantu kekebalan tubuh si kecil semakin kuat.

Selain itu, ibu bisa memberikan perawatan bayi berupa kompres jika flu disertai dengan demam. Kompres akan membuat susu si kecil kembali normal. Dengan cara mengompres, suhu akan turun rata-rata 2 sampai 3 derajat.

Akan tetapi, ibu harus selalu mengecek suhu badan bayi setiap saat agar ibu tahu apa demam yang dialami si kecil semakin tinggi atau turun. Perhatikan juga perubahan pada fisik seperti warna kulit dan mata.

Flu Bisa Membuat Bayi Kejang

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, biasanya flu disertai dengan demam yang tinggi. Pada kondisi tertentu, ibu tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut asal demamnya tidak begitu tinggi. Ibu bisa menerapakan beberapa langkah tersebut di atas.

Hanya saja, jika demam yang dialami si kecil dalam beberapa hari tidak kunjung turun, dan bahkan cenderung naik, ibu sebaiknya bawa ke dokter. Ibu akan ditanya oleh dokter seputar kondisi si kecil serta treatment apa yang sudah ibu berikan.

Flu yang menyebabkan kejang prosentasenya memang sedikit. Akan tetapi, bukan berarti ibu bisa menyepelekan begitu saja. Sembari menerapkan langkah-langkah tersebut di atas, ibu juga harus mengecek susu badan si kecil secara berkala. Jika ternyata suhu badan naik terus, maka sebaiknya ibu membawanya ke dokter anak.

Langkah tersebut di atas merupakah langkah awal yang bisa ibu lakukan agar bayi sehat kembali. Namun, jika langkah tersebut tidak menunjukkan hasil yang baik, jalan selanjutnya adalah pergi ke dokter agar mendapatkan tindakan medis.

Cara merawatan bayi yang sedang sakit flu itu memang sangat sulit seperti memberikan perawatan bayi prematur. Terkadang flu menyerang si kecil hingga beberapa hari. Akan tetapi, ibu tidak boleh panik. Lakukan tips tersebut di atas sebagai langkah awal memberikan perawatan bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*