Jangan Lakukan Hal Berikut Ketika Si Kecil Mulai Belajar Bicara

belajar bicara https://www.facebook.com/ibudanbalita/

Belajar bicara merupakan proses perkembangan anak yang sangat membanggakan orang tua. Ibu pasti juga merasakan hal tersebut, bukan? Hanya saja jangan sampai kebanggaan tersebut berubah menjadi kekecewaan.

Kebanggaan tersebut bisa menjadi kekecewaan ketika ibu sebagai orang tua justru membuat si kecil salah salam belajar bicara. Agar hal tersebut tidak terjadi, sebaiknya ibu harus menghindari hal-hal berikut ini.

Sering Berkata dengan Nada Keras

Ketika balita ibu sudah masuk usia 1 tahun, ia sudah mulai menyimpan memori dari kata-kata yang ia dengar dan kemudian berusia untuk memproduksi atau menirukan kata-kata tersebut. Ketika usianya menginjak 1 tahun, tahap anak belajar bicara mulai terlihat. Awalnya, ia akan lebih sering mengoceh dengan intonasi yang berbeda.

Namun, walaupun si kecil baru belajar bicara dalam tahap mengoceh saja, bukan berarti ia tidak memperhatikan sekitar. Pada tahap ini, si kecil mengamati serta merekam apa saja yang ia lihat dan juga ia dengar. Itulah mengapa penting sekali agar ibu menjaga perkataan. Jangan biasakan berkata dengan nada yang keras terutama ketika ibu berada di sebelah si kecil. Hal itu harus dihindari agar si kecil tidak meniru mengucapkan kata yang keras.

Usahakan ibu mengucapkan kata dengan nada yang pelan sekalipun ibu tidak sedang mengajarkan bicara kepada balita ibu, tapi berbicara dengan orang lain. Ibu harus ingat memori si kecil pada usia 1-2 tahun itu sangat baik sehingga ia bisa saja merekam kata-kata yang ia dengar dengan sangat cepat.

Berkata Kasar

Orang Jawa sering mengajarkan si kecil untuk belajar bicara bahasa halus. Di dalam masyarakat Jawa, terdapat strata bahasa di mana setiap strata digunakan untuk berbicara dengan orang yang berbeda. Untuk balita, kebanyakan mereka diajarkan menggunakan bahasa Jawa halus karena bahasa tersebut tidak ada kata mengumpat. Bahkan, sangat sulit bagi orang Jawa untuk marah menggunakan Bahasa Jawa halus.

Namun, untuk ibu yang tidak tinggal di Jawa, ibu harus pastikan mengajarkan belajar bicara kepada balita dengan menggunakan bahasa yang halus, bukan bahasa yang kasar apalagi mengumpat.

Hindari Pertengkaran dengan Suami

Di dalam rumah tangga, tentu ada onak dan duri. Percekcokan antara suami dan istri itu hal yang biasa. Hanya saja, jika si kecil sudah mulai belajar bicara, jangan sampai ia melihat ketika ibu terlihat adu mulut dengan suami. Dikhawatirkan ada kata kasar yang keluar dari mulut ibu atau suami ibu yang kemudian ditirukan oleh si kecil. Tentu saja ibu tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan?

Untuk itu, sebisa mungkin ibu menghindari cek cok dengan suami. Kalau ada pertikaian, usahakan si kecil tidak melihat dan tidak melihat ibu adu mulut dengan suami. Ajaklah suami untuk menyelesaikan masalah keluarga di dalam kamar. Jangan sampai si kecil melihat orang tuanya bertengkar.

Ada hal yang harus ibu garisbawahi bahwa balita itu memiliki memori yang sangat baik sekali. Saat balita, ia melakukan eksplorasi dan menyimpan segala hal yang ia amati dan ia dengarkan. Itulah mengapa balita itu masa emas di mana ibu bisa menumbuhkan karakter yang baik untuk anak ibu.

Tentu saja perkembangan, kecerdasan dan juga karakter anak itu tergantung genetik. Nutrisi saat hamil pun berpengaruh. Itulah mengapa penting sekali wanita hamil mengetahui info ibu hamil. Namun, faktor eksternal berupa lingkungan yang baik juga tidak kalah berpengaruh bagi si kecil, terutama ketika ia mulai belajar bicara.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*