Ibu, Jangan Batasi Aktivitas Anak Ya

belajar sambil bermain

Sangat bisa dipahami jika ibu ingin sekali menjaga agar si kecil tidak terluka ketika beraktivitas. Hanya saja, terkadang terkadang ibu tidak sadar terlalu mengekang anak untuk beraktivitas.

Memang tujuannya bagus, yaitu agar anak tidak terluka. Akan tetapi, ibu harus tahu batasannya.

Karena pada dasaranya anak semakin aktif itu semakin bagus. Beberapa aktivitas anak tidak hanya bisa meningkatkan kecerdasan lho. Jadi, ibu harus memilih aktivitas yang tepat sesuai dengan usia si kecil.

Kenapa Ibu Sebaiknya Tidak Membatasi

Ada banyak sekali aktivitas yang bisa dilakukan oleh si kecil. Aktivitas yang bisa disesuaikan dengan usia anak ibu, mulai dari bermain bola, menyelesaikan puzzle, main air, dan lain sebagainya.

Dengan membatasi aktivitas si kecil, berarti ibu membuat resiko anak terkena obesitas semakin tinggi. Ibu harus tahu kandungan gula di dalam makanan yang ibu berikan itu bisa menyebabkan obesitas atau kegemukan. Apalagi jika si kecil sudah mulai suka minum minuman yang manis.

Cara yang paling tepat untuk menghindarkan si kecil dari ancaman masalah yang satu ini adalah dengan memberikannya beraktivitas fisik. Ibu bisa satu atau dua kali seminggu mengajaknya berenang. Atau jika si kecil sudah berusia di atas 3 tahun, ibu bisa belikan sepeda.

Jangan biarkan si kecil berdiam diri seperti bermain gadget. Aktivitas tersebut jelas akan membuat si kecil beresiko terkena obesitas.

Mungkin ibu takut jika si kecil jauh dari sepeda dan sakit. Kekhawatiran tersebut memang sangat wajar. Akan tetapi, apakah dengan alasan tersebut sehingga ibu melarang anak bermain sepeda?

Biarkan anak jatuh sehingga ia tahu rasa sakitnya. Dengan demikian, ia akan semakin berhati-hati jika bermain sepeda. Ini juga sekaligus mengajarkan kepada si kecil agar berhati-hati ketika bermain. Dan ketika dewasa nanti, ia akan menjadi orang yang waspada dan mempertimbangkan resiko yang bisa terjadi dari apa yang akan ia lakukan.

Jadi, apakah ibu masih tetap mau membatasi aktivitas anak?

Sebaiknya tidak. Yang seharusnya ibu lakukan adalah memberikan pengawasan. Berikan penjelasan jika anak memegang atau bermain alat yang berbahaya. Jika resikonya kecil seperti jatuh dari sepeda, yang perlu ibu lakukan hanya melakukan pengawasan saja.

Memilihkan Aktivitas yang Sesuai dengan Usia Anak

Ibu pasti setuju jika anak kecil harus diberikan permainan atau game yang edukatif.

Akan tetapi, sisi aktif secara fisiknya juga harus diperhatikan. Membelikan game edukatif jelas lebih mudah. Apalagi sekarang ini sudah ada gadget di mana ibu bisa download permainan edukatif untuk anak.

Namun, kurang bijak rasanya jika ibu memberikan game semacam itu. Karena anak kecil seharusnya lebih aktif secara fisik. Jadi, aktivitas untuk anak yang tepat adalah aktivitas yang membuatnya bergerak sekaligus belajar.

Ibu mungkin beranggapan bermain sepeda itu bukan termasuk aktivitas edukatif. Padahal, ada sisi edukasi yang bisa didapatkan oleh si kecil lho. Dengan berani bermain sepeda, maka akan timbul rasa kepercayaan diri pada diri anak ibu. Dan yang tak kalah penting lagi adalah kemampuannya dalam mengontrol diri ketika mengayuh sepeda seperti kapan harus mengayuh kencang dan kapan harus mengerem.

Jadi, sebenarnya banyak aktivitas fisik edukatif yang bisa ibu pilihkan. Memilihkan aktivitas untuk anak yang cenderung membuatnya sulit bersosialisasi dengan orang lain dan justru membuatnya berdiam diri di rumah jelas bukan hal yang bijak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*