Hati-Hati Menonton Film Saat Hamil Muda

hamil muda www.facebook.com/ibudanbalita

Hamil muda bagi para calon ibu merupakan masa yang sangat menegangkan. Bagi ibu yang sudah pernah hamil sebelumnya, momen menjadi ibu hamil khususnya pada trisemester pertama ini tidak begitu berkesan. Pengalaman sebelumnya membuat mereka merasakan hal yang biasa-biasa saja.

Berbeda sekali dengan wanita yang belum pernah hamil sebelumnya. Pasti rasanya campur aduk, antara senang karena akan menjadi seorang ibu dan juga khawatir karena masa kehamilan muda katanya sangat rentan terhadap keguguran.

Akan tetapi, tahukah ibu apa yang menjadi hal yang harus ibu benar-benar perhatikan, yaitu tontonan atau film yang ibu suka. Kenapa demikian?

Ada banyak sekali ibu yang merasakan ada yang sama antara bayi atau anak mereka ketika sudah dewasa dengan apa yang sering mereka tonton saat hamil. Apakah ini hanya perasaan saja atau benar, tapi itu yang mereka rasakan.

Banyak ibu yang merasa kenapa bayi yang mereka lahirkan memiliki karakteristik yang hampir sama dengan tokoh dari film yang sering ditonton saat hamil. Terlepas kebenarannya dan apakah ada hubungannya atau tidak, hal ini sering terjadi. Ada ibu yang suka sekali dengan film China dan akhirnya bayi lahir dengan rambut seperti orang China.

Apakah ibu percaya hal tersebut?

Sangat sulit sekali untuk dibuktikan keilmiahannya namun itu benar adanya walaupun bersifat perasaan saja.

Namun, ahli psikologi sering menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh ibu pada saat hamil itu mempengaruhi karakteristik bayi yang akan dilahirkan nanti. Jika ibu sering bermalas-malasan, maka bayinya juga akan malas. Lain hal yang sering dilakukan olah wanita yahudi. Ketika mereka hamil, mereka rajin mengerjakan soal matematika karena kegiatan tersebut akan menstimulasi perkembangan otak bayi yang masih di dalam kandungan sehingga nantinya anaknya pintar.

Selain itu, perasaan ibu hamil juga mempengaruhi perasaan bayi nanti. Jika ibu hamil sering stress, bukan hanya kesehatan janin dalam kandungan saja yang berbahaya, tapi juga kebahagiannya. Ibu harus tahu janin juga merasakan kebahagiaan walaupun masih di dalam kandungan. Ibu coba saja memutarkan musik gembira. Jika bayi ibu menedang-nendang, berarti bayi mendengarkan dan merasakan kebahagiaan. Lain hal ketika ibu memutarkan musik klasik seperti Beethoven, bayi akan merasa tenang dan nyaman.

Ibu bisa bayangkan bagaimana jika ibu sering stress. Maka bukan tidak mungkin anak ibu nanti juga akan sering merasakan stress karena ibu mengajarkan hal tersebut ketika ia masih di dalam kandungan.

Dari analogi tersebut di atas, maka sepertinya masuk akal jika ibu harus memperhatikan apa yang sering ibu tonton ketika masa kehamilan muda. Pasalnya, ibu akan terbawa dan mungkin menyukai salah satu karakter dari sebuah film sehingga bayi ibu akan seperti apa yang ibu sukai tersebut.

Itulah mengapa orang Jawa melarang ibu hamil sering memikirkan hal-hal yang buruk. Dikhawatirkan apa yang ibu hamil pikirkan tersebut terngiang-ngiang terus menerus sehingga bisa membuat bayinya seperti apa yang sering ia pikirkan. Ada ungkapan “jabang bayi” untuk menunjukkan supaya bayi yang ada di dalam kandungan tidak seperti apa yang dipikirkan.

Jadi, tidak salah jika ibu diharapkan berhati-hati memilih film yang ingin ditonton. Yang menjadi kekhawatiran adalah ibu sangat benci pada karakter tertentu sampai memikirkan terus menerus dan akhirnya justru bayi ibu lahir seperti karakter tersebut.

Tulisan ini memang tidak ada sisi ilmiahnya. Tapi, ada beberapa ibu hamil yang memiliki pengalaman seperti itu. Yang jelas, ibu harus memikirkan hal-hal yang baik saja pada masa hamil muda.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*