Hati-Hati Jika Ternyata Berat Badan Bayi Naik Drastis

berat badan bayi www.facebook.com/ibudanbalita

Berat badan bayi naik drastis? Bagi sebagian masyarakat, hal tersebut mungkin sebuah berkah. Pasalnya, banyak masyarakat yang menganggap bayi yang gemuk itu artinya sehat. Orang tuanya benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan bayi. Sementara itu, orang tua yang bayinya tidak segemuk bayi tetangga padahal seumuran merasa mereka belum bisa memberikan yang terbaik untuk sang buah hati.

Persepsi tersebut jelas salah. Bahkan, sebetulnya ibu sebagai orang tua harus khawatir ketika berat badan bayi ibu naik drastis.

Ada satu kasus yang terjadi di salah satu satu daerah di Sulawesi Barat. Di sana, ada bayi yang lahir dengan berat badan yang normal, yaitu 3,1 kg. Ketika usianya 6 bulan, bayi tersebut memiliki berat badan mencapai 11, 6 kg. Ibu bisa bayangkan bayi usia 6 bulan yang beratnya sudah mencapai 11 kg.

Ini merupakan kasus yang jarang terjadi. Hanya saja, beberapa bayi mengalami berat badan naik drastis walaupun tidak sampai 11 kg. Jika ibu mengalami masalah yang sama, ibu harus segera konsultasi dengan bidan atau dokter anak.

Kenapa Berat Badan Si Kecil Naik Drastis

Tentu banyak faktor yang menyebabkan berat badan bayi naik drastis. Salah satunya adalah faktor genetik. Jika orang tuanya besar dan gemuk, maka sangat mungkin bayi memiliki berat badan yang cenderung tinggi.

Namun, selain faktor genetik tersebut, faktor nutrisi yang sering berpengaruh. Apakah ibu selama ini memberikan susu formula kepada bayi? Jika ya, maka tidak mengherankan jika berat badan si kecil naik drastis.

Pada umumya, bayi yang mendapatkan susu formula selain juga ASI memiliki berat badannya yang lebih dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Hal ini dikarenakan konsumsi susu bayi lebih banyak berupa kandungan dalam susu formula. Apalagi, salah satu kandungan dalam susu balita adalah gula. Inilah yang juga mempengaruhi berat badan bayi.

Sayangnya, tidak sedikit justru bayi mengalami obesitas atau kegemukan karena pemberian susu formula ini. Tentu saja kegemukan akan mengganggu kesehatan bayi secara umum. Untuk menghindari hal tersebut, apa yang perlu ibu lakukan?

Cara Menurunkan Berat Badan Bayi

Dari penjelasan tersebut di atas, jelas sekali kegemukan tidak membuat bayi sehat. Untuk itu, ibu perlu mengurangi asupan susu formula. Lebih banyaklah memberikan ASI. Jika terpaksa memberikan susu formula, berilah sesuai dengan ketentuan.

Jika bayi ibu sudah mendapatkan MPASI atau makanan pendamping ASI, ibu bisa berikan menu makanan berupa buah yang dihaluskan atau diblender. Untuk awalnya, gunakan satu jenis buah-buahan saja. Setelah dua atau tiga minggu, ibu bisa campurkan dua atau lebih buah-buahan.

Buah akan membuat si kecil kenyang namun tidak membuatnya mengalami kegemukan. Jika si kecil mengalami kegemukan, secara berangsur masalah tersebut akan teratasi dan ia akan mendapatkan berat badan bayi ideal.

Namun, pada saat yang sama, ibu juga harus mengurangi asupan gizi dari susu formula jika sebelumnya ibu sudah terlalu banyak memberikan susu formula setiap hari. Berikan susu balita 3 kali sehari saja. Di pagi dan siang hari, ibu bisa buatkan menu makanan MPASI berupa buah yang dihaluskan.

Jadi, ibu tidak perlu takut jika si kecil mengalami masalah berat badan. Namun, bukan berarti ibu membiarkan begitu saja. Lakukan tips tersebut di atas agar si kecil mendapatkan berat badan bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*