Hamil Muda tapi Hobi Olahraga Lari? Bolehkah?

hamil muda https://www.facebook.com/ibudanbalita/

Hamil muda dikategorikan sebagai fase pada ibu hamil yang sangat rawan. Usia kandungan yang dikategorikan muda yakni mulai dari trisemester pertama. Berdasarkan penelitian dibidang kesehatan menyebutkan bahwa kehamilan muda sangat mungkin terjadi keguguran dini.

Maka dari itu, banyak diantara ibu yang baru hamil langsung mengurangi aktivitas harian secara drastis. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk memastikan perkembangan janin dalam kandungan sangat terjaga dan tidak terjadi hal – hal yang tidak diharapkan.

Tetapi, tidak semua ibu hamil pada usia muda mampu untuk mengurangi aktivitas. Kebiasaan untuk melakukan kegiatan secara padat sehari – hari membuatnya risih dan tidak mampu untuk tidak melakukan kegiatan. Biasanya hal tersebut ‘menjangkiti’ ibu – ibu yang cenderung tergolong ibu wanita karir ataupun yang memiliki gaya hidup perkotaan.

Ya, salah satu kegiatan yang biasanya dilakukan adalah berolahraga. Dengan banyaknya pilihan olahraga yang dapat dipilih membuat para wanita ini terbiasa untuk berolahraga rutin. Salah satu olahraga yang saat ini banyak dilakoni oleh banyak orang dari berbagai gender maupun kalangan adalah lari. Jenis olahraga yang sederhana dan tidak membutuhkan peralatan yang merepotkan membuat lari menjadi pilihan favorit dan digandrungi oleh banyak orang tak terkecuali ibu hamil.

Lalu, apakah ibu yang sedang mengandung apalagi tergolong hamil muda boleh untuk berolahraga lari?

Faktanya, berdasarkan tips dari dokter olahraga berkewarganegaraan Jerman, Dr. Christine, adalah hal – hal yang memang harus dipenuhi untuk dapat berolahraga lari bagi ibu hamil. Berikut ulasannya.

  • Mengonsultasikan dengan Dokter

Ya, hal yang pertama anda harus lakukan adalah mengonsultasikannya dengan Dokter kandungan kepercayaan anda. Resiko yang dihasilkan dari olahraga lari memang tidak seberapa tetapi lain hal nya jika sedang mengandung janin. Selain itu, meskipun saaat ini memang tidak ada catatan pasti mengenai kasus keguguran akibat berlari pada ibu hamil tetapi anda kembali harus memerhatikan kondisi kandungan. Karena tidak semua kandungan kuat dan mampu menahan tekanan selama berlari. Maka dari itu, untuk mendapatkan kepastian, segera konsultasikan ke dokter tentang hal ini, pasalnya bukan tidak mungkin anda diberi izin untuk berlari.

Fakta mengejutkan justru ibu hamil muda sangat disarankan untuk berjalan. Ya, olahraga berjalan kaki santai sangat baik bagi ibu hamil. Dengan berjalan kaki, akan memberi efek rileks bagi ibu dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, berjalan kaki sangat baik untuk kesehatan jantung bagi ibu hamil dan melancarkan proses persalinan kelak.

  • Perhatikan Jalur Berlari

Kedua, anda harus memerhatikan medan tempat anda berlari. Ini anda lakukan setelah anda sudah mendapat izin dari dokter. Pada hamil muda, anda cenderung mudah mual dan muntah, maka dari itu, ketika berlari perhatikan jalur berlari. Alasan lainnya adalah hormon kehamilan yang dihasilkan membuat sendi di kaki cenderung meregang dan lutut juga mendapat tekanan lebih dari ketika tidak hamil. Pilihlah permukaan untuk berlari yang cenderung rata dan kenakan sepatu yang alasnya tebal dan pas di kaki anda.

  • Kurangi Kecepatan

Ketiga, anda harus memerhatikan kecepatan anda berlari. Jangan terlalu ambisius untuk mencapai jarak tertentu dengan kecepatan tertentu. Selam hamil, deak jantung anda tidak boleh melebihi 140 jumlah detak permenit. Pasalnya ketika hamil detak jantung anda cenderung lebih cepat dari sebelum hamil. Dengan kondisi tersebut, anda haru smengurangi kecepatan lari, agar tetap sehat dan janin dapat berkembang dengan baik selama hamil muda.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*