Faktor Keluarga Menjadi Penyebab Terbesar Anak Belajar Jalan

belajar jalan https://www.facebook.com/ibudanbalita

Belajar jalan erat kaitannya dengan gizi dan juga perkembangan anak. Bagi orang tua yang merasa sang buah hatinya belum mulai menunjukkan tanda-tanda belajar berjalan, tentu sangat wajar bagi mereka untuk khawatir. Bagaimana dengan sang buah hati ibu?

Ternyata, bukan faktor nutrisi yang menjadi penyebab anak terlambat belajar jalan. Faktor keluarga lah yang mnejadi penyebab si kecil terlambat belajar untuk berjalan. Kenapa bisa seperti itu?

Keluarga dan Proses Perkembangan Anak

Banyak yang mengira balita kekurangan asupan nutrisi jika ada masalah dengan perkembangan sang buah hati, terutama ketika ia terlambat belajar berjalan. Padahal, bukan itu faktor utamanya.

Memang nutrisi berperan aktif untuk menentukan perkembangan anak. Namun, mengenai proses belajar jalan ini, faktor keluarga lah yang paling sering menghambat anak mulai berjalan untuk jalan.

Yang dimaksud dengan faktor keluarga ini bukan faktor genetik, melainkan peran keluarga yang membantu membangun lingkungan yang baik dan mendukung bagi anak untuk mulai belajar berjalan. Karena pada dasarnya support dari luar, yaitu dari keluarga yang paling berperan signifikan untuk menentukan bagaimana belajar jalan bayi.

Ibu bisa lihat bagaimana balita lain yang mungkin seumuran dengan balita ibu sudah mulai belajar berjalan. Mungkin berat badannya sama. Kalaupun beda, perbedaannya tidak begitu signifikan. Asupan nutrisinya juga sama walaupun dari susu balita dengan merk yang berbeda. Jika ibu yakin sudah memberikan asupan nutrisi yang mencukupi dengan cara memberikan susu balita terbaik, ibu tinggal hadir di setiap proses perkembangan anak. Peran ibu dalam belajar jalan anak itu sangat penting.

Dalam hal ini, ada yang harus digarisbawahi. Kehadiran ibu mutlak diperlukan, bukan justru menggantikan dengan alat lain seperti baby walker, misalnya. Memang alat berupa baby walker ini didesain supaya balita lebih mudah untuk belajar jalan. Akan tetapi, siapa sangka ternyata alat tersebut menjadi penghambat perkembangan anak dalam hal belajar berjalan.

Sekali lagi, yang diperlukan adalah kehadiran ibu. Peran ibu itu lebih penting daripada membelikan alat seperti baby walker yang harganya sebenarnya juga tidak murah. Kehadiran ibu bisa dikatakan gratis. Ibu tinggal memberikan support dan semangat agar si kecil mau belajar jalan. Awalnya, ibu bisa menuntun si kecil dengan kedua tangan. Jika sudah cukup kuat, ibu biarkan berjalan sendiri sedikit demi sedikit. Ini yang disebut kehadiran ibu sebagai wujud peran serta ibu dalam mengikuti perkembangan sang buah hati.

Jadi, sekarang ibu sudah tahu bukan apa yang harus dilakukan? Ibu tidak perlu membawanya ke dokter anak jika kelihatannya ia mengalami keterlambatan dalam belajar berjalan.

Kapan Sebenarnya Anak Mulai Belajar Jalan

Terlambat atau tidak bisa dilihat dari usia sang buah hati. Jika usia balita ibu sudah hampir 2 tahun tapi belum bisa jalan, bisa dikatakan balita ibu mengalami keterlambatan.

Ikuti tips tersebut di atas. Berilah nutrisi yang cukup dengan memberikan makanan bergizi yang mengandung kalsium tinggi. Jangan lupa ibu harus rutin memberikan susu balita 3 kali sehari.

Dan yang paling penting adalah kehadiran serta peran serta ibu. Jika mulai dari lahir ibu sudah mempelajari serta mempraktekkan bagaimana memberikan perawatan bayi yang tepat, kini saatnya ibu belajar bagaimana mengoptimalkan perkembangan sang buah hati. Akan sangat menyenangkan jika ibu hadir dan berperan penting dalam tumbuh kembang balita, khususnya ketika ia mulai belajar jalan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*