Dengan Fakta Ini, Hentikan Kebiasaan Si Kecil Belajar Bicara Bahasa Asing

perawatan bayi www.facebook.com/ibudanbalita

Belajar bicara itu bisa dimulai sedini mungkin. Hal ini berdasarkan fakta bahwa pada waktu anak masih kecil, kecerdasan otak anak sangat tinggi, apalagi ditambah dengan ketertarikan si kecil terhadap sesuatu hal yang baru.

Sama seperti ketika anak mulai bisa berjalan. Maka kapanpun si kecil pasti minta dituntun agar bisa menapakkan kakinya dan melangkah satu dua langkah.

Begitu juga ketika si kecil mulai belajar berbicara. Pada saat itu, si kecil lebih sering mengoceh walaupun kata-kata yang dikeluarkan tidak jelas.

Hal itu sangat wajar. Hanya saja, bagaimana jika si kecil belajar bahasa asing atau bukan bahasa ibu? Apakah hal tersebut diperbolehkan? Ternyata, ada bahaya yang mengintai jika ibu mencoba melatih belajar bicara bahasa asing ketika anak masih kecil.

Jangan Ajarkan Anak Belajar Bahasa Asing

Memang, kebanyakan ibu sangat bangga ketika si kecil tidak hanya bisa bicara bahasa Indonesia, tapi juga bicara bahasa asing. Salah satunya adalah bahasa Inggris. Tidak kaget jika saat ini banyak sekali percetakan buku mencetak buku bilingual yang ditujukan kepada balita. Bahkan, sudah banyak sekali permainan-permainan balita di mana di sana menggunakan bahasa Inggris, bukan bahasa Indonesia. Harapannya tidak lain agar anak mulai belajar bahasa Inggris sejak dini.

Mungkin ibu juga merasakan hal yang sama. Tapi, apa yang dikatakan oleh Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si, akan membuyarkan persepsi ibu di atas. Seorang psikolog tersebut mengatakan ada bahaya yang siap mengintai perkembangan balita jika ibu memaksakan si kecil belajar bicara bahasa asing.

Salah satunya adalah kurang bergaul. Bukankah perkembangan balita itu tidak hanya seputar perkembangan fisik dan mental atau kecerdasan? Balita yang normal juga bisa harus bisa bersosialisasi dengan orang lain.

Ibu bisa bayangkan bagaimana seandaikan teman seusianya tidak bisa memahami kata-kata yang si kecil ucapakan. Hal ini dikarenakan setiap kalimat yang terucap bercampur antara bahasa ibu dengan bahasa asing. Teman akan menjauh karena menganggap tidak paham dengan apa yang dibicarakan oleh si kecil.

Lebih dari itu, anak akan tidak mengerti identitasnya. Ketika sejak kecil sudah diajari berbicara bahasa asing, maka anak akan tidak mengerti bagaimana menjadi orang Indonesia. Bahkan, yang sangat dikhawatirkan, anak akan cenderung mengaggap remeh anak lain yang tidak bisa berbicara bahasa asing seperti dirinya.

Tentu saja jika dirunut lagi, maka akan ada banyak sekali efek samping jika ibu memaksakan anak belajar bicara bahasa asing. Hal ini tidak membuat ibu tidak boleh mengajarkan bahasa asing. Hanya saja, ada waktunya nanti kapan sebaiknya anak mulai diperbolehkan menggunakan bahasa asing.

Kapan Si Kecil Boleh Belajar Bahasa Asing

Sebenarnya tidak ada yang batasan usia yang pasti kapan anak boleh berbahasa asing. Yang harus menjadi catatan adalah bahwa si kecil harus sudah lancar berbahasa Indonesia atau bahasa daerah yang digunakan masyarakat sekitar sebelum ibu mengajarkan bahasa asing. Hal ini diperlukan agar si kecil bisa secara sempurna membedakan bahasa sendiri dengan bahasa orang lain.

Dan yang pasti, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, menguasai bahasa sendiri akan membuat anak ibu mudah bergaul dengan teman sebayanya. Di lain sisi, jika anak ibu berbahasa asing sementara rekan sebayanya tidak memahami, maka bukan tidak mungkin anak ibu akan gagal dalam bersosialisasi dengan sesama. Jadi, ibu harus memahai tentang belajar bicara bahasa asing ini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*