Cara yang Ibu Bisa Terapkan agar Si Kecil Mulai Belajar Bicara

belajar bicara https://www.facebook.com/ibudanbalita/

Belajar bicara merupakan proses yang panjang. Sebenarnya, bayi yang baru lahir pun sudah mulai untuk belajar berbicara. Lebih tepatnya belajar berkomunikasi. Hanya saja caranya yang berbeda dengan orang dewasa. Pada waktu bayi baru saja lahir, si kecil akan mencoba berkomunikasi dengan cara tangisan untuk memanggih ibunya ketika ia lapar.

Semakin besar, bayi akan mulai menirukan suara lain. Sementara ketika ia sudah balita, indra pendengarannya semakin bagus sehingga ia lebih jelas menirukan suara yang keluar dari sekitar. Dari situlah mengapa dikatakan bahwa sejak lahir bayi sudah mulai belajar bicara.

Lalu bagaimana ibu bisa membuat proses bayi belajar berbicara ini lebih cepat? Berikut beberapa hal yang bisa ibu lakukan.

Berikan Makanan dengan Tekstur Padat

Apakah ada hubungannya antara makanan bertekstur padat dengan cara belajar berbicara anak? Tentu saja ada. Harus dipahami anak yang terlambat bicara itu biasanya dikarenakan otot mulutnya yang belum siap untuk digerakkan sehingga mengeluarkan bunyi seperti orang lain.

Itulah mengapa ibu bisa mengganti makanan yang lunak yang biasa ibu berikan selama ini dengan makanan dengan teksturnya lebih padat. Ketika balita ibu menggigit makanan yang teksturnya lebih padat, maka secara tidak langsung otot mulut akan semakin kuat.

Mungkin ibu bisa memberikan cemilan yang bentuknya padat seperti biskuit atau kerupuk untuk balita. Selain untuk menguatkan otot mulut, makanan seperti ini juga akan merangsang tumbuhnya gigi.

Ajaklah Berbicara dengan Perasaan Bahagia

Mengajari anak untuk belajar bicara itu tidak seperti mengajari anak di sekolah. Balita hanya bisa diajari bicara dengan cara membuat lingkungan yang bahagia. Ibu bisa biasakan berjalan-jalan dengan balita di sore hari ke sekitar kompleks. Ajaklah balita ibu berkenalan dengan orang lain dan juga benda-benda lain di luar rumah.

Sesekali ibu mengajarkan beberapa kata dan buatlah si kecil mengulangi kata-kata tersebut. Ulangi terus menerus sampai si kecil bisa mengucapkan dengan lebih jelas.

Dengan menumbuhkan suasana yang senang, maka balita ibu akan termovitasi untuk belajar bicara. Yang jelas, cara mengajak balita berbicara itu tidak seperti mengajari anak sekolah yang cenderung kaku.

Pastikan Anak Memperhatikan

Bicara memang berhubungan dengan suara. Artinya, tanpa melihat sumber suara pun anak bisa mendengar. Namun, bagi balita yang baru mulai belajar berbicara, ia harus memperhatikan wajah ibu. Bila perlu, pastikan si kecil memperhatikan pergerakan mimik mulut ibu agar ia bisa menirukan bagaimana memproduksi kata yang ibu ajarkan.

Hal ini sangat penting karena pada dasarnya balita memiliki pengalaman yang sangat sedikit tentang bagaimana membunyikan kata. Selain mendengar, ia harus memperhatikan bagaimana ibu bisa memproduksi sebuah kata.

Dan yang paling penting, ibu harus menjadi orang yang cerewet di hadapan si kecil. Ini kunci sukses seorang ibu mengajarkan bicara kepada anaknya. Namun, harus diperhatikan juga kata-kata yang ibu ucapkan. Anak memiliki kemampuan mengingat yang luar biasa sehingga bukan tidak mungkin kata-kata kotor yang keluar dari mulut ibu bisa ditangkap, dihafal, dan diucapkan si kecil. Oleh karena itu, berhati-hati jika ibu berbicara dihadapan si kecil, entah ketika ibu mengajari cara berbicara atau sedang berbincang-bincang dengan orang lain.

Jadi, siaplah menjadi ibu yang baik dan menjadi ibu yang memperhatikan tumbuh kembang balita, terutama ketika si kecil mulai belajar bicara.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*