Cara Mendidik Anak Nakal Beserta Sebabnya

cara mendidik anak nakal www.ibudanbalita.com

Sebelum ayah bunda mencari cara mendidik anak nakal di internet, mungkin lebih tepatnya ayah dan bunda harus tahu terlebih dahulu penyebab anak nakal. Ada banyak jenis nakal sehingga memukul rata semua anak dalam kategori nakal tentu bukan hal bijak maupun adil. Mengkotakkan anak dalam kategori baik dan buruk juga bukan keputusan tepat.

  1. Korban bully
    Bully merupakan istilah untuk orang yang senang menindas orang lain. Tindakan tidak menyenangkan ini umumnya hanya digambarkan pada anak remaja, dan orang dewasa. Atasan yang kerap mengambil ide bawahan, teman sekelas yang memeras korban lemah adalah beberapa bentuk bullying. Bagian sedihnya, bullying tidak hanya berlaku untuk mereka yang sudah dewasa justru anak kecil sekalipun bisa mulai mengenal bully. Ejekan secara fisik seperti kamu gendut atau hidung pesek sudah cukup menggoreskan luka di hati. Kekerasan fisik akan makin menggarami rasa sakit si kecil apalagi jika ayah bunda tidak kunjung menangkap tanda penderitaan anak.Kenakalan seorang korban bully bisa didorong dua hal. Pertama pemberontakan, dimana anak yang kena bully mulai bangkit untuk membalas pelaku bully. Panggilan guru karena anak berantem atau anak memukul sesama hanya sebagian kecil tanda anak mulai menunjukkan pemberontakan. Bagi anak hal itu tidak salah malah membuka lembar kenikmatan baru tatkakala anak mendaratkan pukulan di muka orang lain. Anak dengan fisik lemah cenderung memilih jalan pintar untuk membalas pelaku bully dan orang tua mungkin kaget bagaimana anak bisa keluar dari jalur dengan sedemikian cerdiknya. Anak mungkin awalnya tidak mau mengaku karena memang kenakalan yang dilakukan tidak bisa dibenarkan sepenuhnya, bahkan pelaku bully umumnya lahir dari korban bully.Faktor kedua terletak pada ketidak mampuan anak melawan sehingga melakukan apapun yang pelaku bully inginkan. Kenakalan yang dilakukan anak bukan hasil pemikirannya sendiri, bahkan nyaris semuanya adalah ide pelaku bully. Anak hanya melakukan apa yang diinginkan pelaku bully dengan harapan dirinya tidak akan diganggu lagi. Perilaku anak jenis ini bisa dikategorikan perlindungan diri dari bahaya untuk bertahan hidup. Terdengar ekstrem memang, namun dalam hidup hal yang tidak masuk akal justru menyelamatkan seseorang. Sebagai orang tua mungkin bisa menyadari kenakalan anak di luar karakternya. Semisal saja anak merupakan tipe pemalu namun tiba – tiba keluar jalur dengan membuat kegaduhan tentu menimbulkan tanda tanya. Bicara baik – baik dengan anak, jangan buru – buru marah karena dalam konteks ini anak adalah korban.
  2. Kurang perhatianPernah menonton serial Naruto ? Ninja asal Jepang yang baru – baru ini tamat ? kalau belum, tenang saja akan diceritakan. Naruto kehilangan kedua orang tuanya, semua orang menjauhi Naruto yang setengah siluman, bisa dibayangkan Naruto benar – benar tidak mendapat perhatian maupun kasih sayang sedikitpun sejak kecil. Naruto tumbuh menjadi ninja super nakal demi mendapat perhatian dari orang di sekitarnya, walaupun perhatian mereka dalam bentuk amarah dan rasa benci sekalipun.Kisah masa kecil Naruto tidak jarang terjadi dalam dunia nyata. Era modern menuntut kedua orang tua terus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari – hari. Bukannya orang tua tidak sayang, akan tetapi tuntutan hidup membuat ayah bunda harus jauh dari masa kecilnya. Anak akan merasa semakin kesepian apabila tidak ada orang di sekelilingnya yang bisa memberikan kelembutan, anak hanya menjadi penonton orang tua lain yang dekat dengan buah hatinya. Ketika anak melakukan kenakalan dan orang tua dengan cepat merespon dengan amarah, bagi anak kecil itu saja sudah cukup. Teriakan dan amarah orang tua padanya jauh lebih baik dibanding ayah dan ibu tersenyum namun jarang hadir dalam hidupnya.

Tidak banyak orang tua menyadari kenakalan anak adalah teriakan minta kasih sayang. Bahkan, anak tumbuh besar tanpa pernah bisa mengatakan terus terang bahwa dirinya menginginkan genggaman tangan ayah dan ibu selama mereka masih hidup. Usia remaja secara otomatis menjauhkan anak dari orang tua sehingga kekurangan kasih sayang tidak bisa tersampaikan dan makin menyesatkan dirinya. Kalau orang tua merasa masih ada waktu, cobalah mengurangi pekerjaan dan hadir lebih banyak untuk anak. Bilamana pekerjaan memang tidak bisa ditinggal beri pengertian pada anak, “dek mama papa kerja untuk beli susu adek” atau semacamnya. Kesalahan terbesar yang dibuat banyak orang tua adalah meninggalkan anak tanpa memberi tahu alasan kepergian. Akan membutuhkan waktu sebelum anak mulai paham bahwa orang tua tetap perhatian. Kuncinya, jangan pernah melewatkan hari besar anak seperti pentas seni, dan pekan orang tua.

2 penyebab diatas yakni korban bully dan kurang perhatian hanya sebagian kecil dari faktor anak nakal. Psikologis manusia cukup dinamis sehingga perubahan bisa saja terjadi kapan saja. Komunikasi adalah kunci paling penting dalam menemukan inti permasalahan kenapa si kecil bisa keluar jalur. Belum terlambat bagi orang tua untuk mengarahkan anak menuju jalan yang benar. Cara mendidik anak nakal harus dengan kelembutan dan bukan kekerasan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*