Biskuit untuk Konsumsi Bayi Sehat

bayi sehat https://www.facebook.com/ibudanbalita/

Bayi sehat merupakan dambaan bagi semua orang tua. Tidak terkecuali para ayah dan ibu yang saat ini sedang membesarkan seorang bayi. Untuk dapat mendukung perkembangan dari si bayi, diperlukan asupan yang senantiasa dapat merangsang pertumbuhan fisik dan psikis bayi menjadi lebih baik. Dengan memaksimalkan asupan sehat pada bayi memperbesar peluang orang tua untuk memperoleh buah hati yang perkembangan tubuhnya dapat terjaga.

Salah satu asupan yang menjadi makanan pokok bagi si bayi adalah ASI (Air Susu Ibu). Namun, selain ASI, terdapat jenis makanan lain bagi para bayi diatas 12 bulan yang dapat memproses makanan dalam bentuk yang lebih kompleks. Salah satunya adalah Biskuit khusus Bayi. Saat ini terdapat beragam jenis biskuit khusus bayi yang disajikan dalam varian rasa. Varian rasa tersebut dapat berupa sayur mayur, ayam, hingga rasa buah – buahan seperti pisang. Sebagai orang tua bijak, hendaknya memiliki peran untuk memilih jenis biskuit apa yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain itu, pastikan sebelum memberikan biskuit pada bayi pastikan biskuit yang dipilih adalah biskuit bayi. Karena berdasarkan rentang usia, terdapat 3 jenis biskuit utama yang beredar dipasaran yaitu biskuit khusus bayi, biskuit khusus anak, dan biskuit khusus dewasa.

Biskuit khusus untuk bayi memiliki bentuk yang cenderung bulat dan tepi yang tebal dan tumpul. Hal ini membuat bayi atau balita dapat mengonsumsi biskuit tanpa melukai area gusi dan langit – langit mulut dari bayi tersebut. Selain bentuk, bagi orang tua hendaknya memerhatikan komposisi dari biskuit tersebut. Pastikan biskuit yang dipilih tidak berasa dan menggunakan pewarna buatan yang dapat merusak pencernaan dari si bayi. Meskipun semua biskuit dalam bentuk kemasan pada bayi menggunakan bahan pengawet, perhatikan waktu produksi dan waktu expired dari biskuit tersebut. Apabila rentang waktu antar keduanya cukup atau bahkan sangat jauh, maka hindari memilih jenis biskuit demikian. Penggunaan bahan pengawet dalam beberapa kasus dapat membahayakan pencernaan bayi yang belum cukup sempurna. Alih – alih mendapatkan bayi sehat justru menimbulkan penyakit.

Lebih lanjut, pemberian biskuit dapat disajikan dalam beberapa variasi. Variasi disesuaikan dengan usia bayi yang berkaitan dengan kesiapan dari fisik si bayi tersebut. Pada bayi dibawah 1 tahun, pemberian biskuit yang diberikan cukup sekitar seperempat keping yang dilumatkan dengan air hangat. Setelah bayi anda cukup terbiasa dengan tekstur biskuit yang telah dilumatkan, tambahkan jumlah biskuit menjadi setengah porsi atau bahkan satu keping utuh.

Selain porsi, pada bayi yang pertama kali mengonsumsi biskuit, dapat dicampur dengan susu. Cara pengolahannya ibu dapat menghancurkan biskut dalam genggaman tangan sehingga membuat tekstur biskuit berbentuk remah – remah. Kemudian berikan susu hangat secara perlahan sembari diaduk. Aduk hingga merata sehingga biskuit berbentuk bubur. Tekstur dari bubur dapat disesuaikan dengan usia bayi. Usia tersebut menandakan kemampuan menguyah makanan dari si bayi berdasarkan pertumbuhan gigi bayi sehat tersebut.

Bagi para orang tua dapat memberikan biskuit secara utuh bagi balita tanpa harus mencampurkannya dengan air hangat ataupun susu. Ini berlaku bagi para balita yang telah memulai pertumbuhan gigi. Gerakan menggigit biskuit pada bayi dapat merangsang pertumbuhan gigi dari si bayi. Baik moms, berikut adalah ulasan mengenai pemberian dan manfaat biskuit bagi bayi, waktunya untuk menerapkannya pada buah hati anda, sehingga ia kelak menjadi bayi sehat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*