Berhubungan Intim saat Hamil Muda? Bisa Kok! Tapi…

perkembangan janin https://www.facebook.com/ibudanbalita

Hamil Muda dikategorikan sebagai fase kehamilan sejak dari bulan pertama hingga ketiga dari kehamilan. Fase ini adalah fase paling tidak nyaman bagi seorang wanita dewasa yang tengah hamil. Pada fase ini, tubuh wanita dewasa tersebut masih berada pada tahapan penyesuaian. Perubahan paling signifikan dari yang sebelumnya tidak mengandung dan pasca kehadiran buah hati dalam kandungan menyebabkan banyak perubahan. Perubahan yang terjadi tidak hanya fisik namun juga psikis.

Perubahan fisik yang umumnya terjadi adalah berpengaruh pada kelancaran aktivitas harian yang biasanya dilakukan. Mungkin, pada saat trisemester pertama atau sekitar 12 minggu masa kehamilan perubahan fisik tidak terlalu kentara dan tetap bisa melakukan aktivitas sehari – hari, tetapi menjelang trisemester kedua atau sekitar minggu ke 13 dan seterusnya, tubuh lambat laun memiliki ruang gerak yang terbatas. Aktivitas mudah menjadi lebih sulit dilakukan karena terdapat sang buah hati dalam kandungan pada saat hamil muda.

Aktivitas yang terganggu tidak hanya berasal dari diri anda saja. Ada banyak faktor luar yang turut merasakan kesulitan dan perubahan yang terjadi saat wanita dewasa sedang hamil. Salah satunya adalah sang Ayah atau suami anda. Suami sebagai orang yang paling dekat dengan sang Ibu tentunya merasakan perubahan. Sebagai pria normal dewasa pada umumnya, kebutuhan akan aktivitas seksual tidak dapat terbendung terlebih lagi sudah memiliki istri yang dalam hal ini para Ibu yang sedang hamil muda.

Dorongan seksual dari suami untuk melakukan hubungan intim sah – sah saja. Namun permasalahan yang timbul adalah apakah para Istri siap untuk melakukan aktivitas seksual saat tengah mengandung. Ada beberapa pendapat yang diungkapkan oleh para istri terkait dengan hubungan intim saat hamil dan secara umum memberikan lampu hijau saat suami meminta hubungan intim. Namun, apakah persetujuan istri saja cukup untuk syarat berhubungan saat hamil? Jawabannya tidak. Ada banyak hal lain yang harus diperhatikan saat akan melakukan hubungan intim saat hamil. Kendati demikian, berikut adalah ulasannya.

Kondisi Kehamilan

Hal utama yang diperhatikan sebelum melakukan hubungan seksual adalah kondisi dari sang buah hati. Sebuah pepatah pernah mengatakan “Lain Kolam Lain Ikannya”, hal ini tentunya sejalan dengan kondisi jabang bayi dalam kandungan. Kondisi bayi dalam kandungan seorang Ibu akan berbeda dengan Ibu lainnya. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor.

Namun yang terpenting adalah melakukan pengecekan rutin dari kondisi kehamilan tentunya sangat baik dilakukan tidak hanya untuk memantau perkembangan bayi namun dapat memberikan jawaban untuk kesiapan janin ketika melakukan hubungan Intim. Kondisi janin yang baik dan kesehatan fisik sang ibu menjadi dua syarat aman hubungan intim tersebut dapat dilakukan terutama pada saat hamil muda.

Gaya dan Posisi Berhubungan

Meskipun melakukan hubungan intim saat hamil muda atau saat kondisi bayi belum besar terlihat aman, namun patut di pertimbangkan juga terkait posisi saat melakukan hubungan seks. Alasan mendasarnya adalah bahwa wanita hamil muda tidak sama dengan wanita dewasa yang tidak hamil. Kenikmatan saat melakukan hubungan intim harus dibarengi dengan pengetahuan yang mumpuni serta memerhatikan kondisi dari bayi yang ada dalam kandungan karena salah – salah kenikmatan sekian menit yang didapat tidak sebanding dengan nyawa dari kandungan.

Ada beragam posisi hubungan intim, namun posisi yang dianjurkan adalah Woman on Top dimana kendali saat hubungan intim dipegang penuh oleh sang Istri dimana suami berada dibawah sedangkan istri berada diatas. Hal tersebut memastikan bahwa perut kandungan tidak akan tertekan. Selain itu patut diperhatikan juga kecepatan gerakan dan jumlah repetisi. Usahakan untuk tidak terlalu cepat cenderung lambat. Hal ini dikarenakan gerakan pelan tidak akan mengganggu kandungan dan membuat perut mengalami kontraksi terutama pada saat hamil muda.

Maka dari itu, hubungan Intim saat masa kehamilan itu bisa dilakukan, namun untuk para suami diharapkan dapat mengerti baik kondisi dari para Ibu yang mengandung dan bayi dalam kandungan tersebut. Untuk menghindari hal – hal yang tidak diharapkan, sebaiknya melakukan pengecekan rutin mengenai kondisi sang buah hati. Karena dalam beberapa kasus, bayi dalam kandungan tersebut tidak cukup kuat dan rawan. Secara aktif kedua belah pihak baik suami dan istri diharuskan untuk melakukan konsultasi dengan pihak medis sehingga hubungan seksual yang dilakukan tidak akan menganggu kehamilan terutama pada fase hamil muda.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*