Bahaya Lagu Dewasa untuk Perkembangan Balita

perkembangan balita https://www.facebook.com/ibudanbalita

Perkembangan balita bisa dipengaruhi oleh apa yang ia lihat, apa yang ia dengar, dan apa yang ia rasakan. Dalam hal perkembangan berbicara, apa yang dengar sangat mempengaruhi kata yang ia produksi.

Sayangnya, hal ini tidak dipahami betul oleh orang tua. Orang tua seolah acuh terhadap hal-hal yang sering didengarkan oleh balita. Mereka seolah menganggap wajar jika mereka menemani si kecil menonton lagu-lagu dewasa. Lebih tepatnya orang tuanya lah yang meminta anaknya untuk menemani menonton dan mendengar lagu-lagu dewasa.

Dari kebiasaan yang sebenarnya buruk tersebut, tidak mengherankan jika perkembangan balita 2 tahun yang mulai belajar berbicara dengan menggunakan kalimat yang lengkap sangat memprhatikan.

  • Balita Berbicara Kata-Kata Kurang Baik

Saat ini, industri musik merajalela. Orang yang terjun dibidang musik selalu memanfaatkan celah bagaimana lagu yang diproduksi bisa diterima oleh masyarakat. Mereka memanfaatkan media yang jumlahnya semakin banyak. Hampir disetiap channel TV memiliki program musik. Bahkan, tidak sedikit channel yang memiliki program musik yang jumlahnya lebih dari satu.

Belum lagi media lain seperti Youtube dan channel berbagai video lainnya. Dengan era digital seperti ini, pelaku bisnis semakin luas untuk memperkenalkan dan mempromosikan lagu.

Sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan produksi lagi anak-anak sehingga seolah-olah anak-anak tidak memiliki pilihan selain lagu dewasa. Maka ibu tidak usah kaget jika banyak balita yang sudah mahir menyanyikan lagu dewasa yang belum tentu kata-katanya layak untuk diucapkan oleh anak. Pasalnya, ada juga lagu aliran tertentu yang menyertakan kata atau kalimat yang kurang baik

  • Efek Psikologi Anak

Lagu dewasa yang anak balita dengar tidak hanya berpengaruh pada kata yang ia produksi. Lagu tersebut juga akan mempengaruhi psikologi. Mungkin saja balita ibu awalnya tidak tahu arti dari setiap kalimat dari lagu yang ia dengarkan dan ia tirukan. Namun, lambat laun mereka pasti tahu artinya.

Maka tidak aneh jika anak pada zaman sekali lebih cepat mengenal cinta dengan lawan jenis padahal belum baligh atau belum dewasa secara mental. Ia hanya terpengaruh oleh lagu.

Apalagi juga ada aliran musik yang juga membawa ideologi tertentu yang cenderung merusak. Anak tidak hanya suka aliran musik tersebut tapi juga berperilaku seperti para fans aliran musik tersebut.

Tentu saja terlalu jauh berpikir demikian jika balita ibu baru berusia 2 tahun. Akan tetapi, bukan tidak mungkin benih-benih buruk tersebut mulai muncul.

Banyak pakar kesehatan balita menyarankan agar balita ibu sering diperdengarkan musik untuk menstimulus dan membuatnya mau mulai belajar bicara. Hal ini bisa ibu terapkan sejak bayi.

Sayangnya, saat ini ibu tidak memiliki pilihan yang banyak. Hanya sedikit lagu anak yang diproduksi sekarang. Mungin ibu bisa mencari kaset lagu anak zaman dulu waktu ibu masih kecil.

Perkembangan balita terkait dengan belajar berbicara sangat dipengaruhi oleh apa yang selama ini ia dengar. Ia mendengar kemudian ia tirukan. Itulah konsep belajar berbicara anak-anak.

Untuk itu, semakin sering ia mendengar, semakin cepat ia akan bisa bicara. Begitu pula sebaliknya. Tidak ada cara lain kecuali ibu memfilter lagu apa yang boleh didengarkan dan lagu apa yang sebaiknya tidak didingerkan.

Selain memilihkan lagu yang bagus, ibu juga harus rajin mengajak si kecil berkomunikasi. Bacakan buku dan ajaklah balita ibu menirukan satu atau dua kata agar ibu bisa melihat secara signifikan perkembangan balita.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*