Bagaimana Keterlembatan Belajar Bicara Dijelaskan Secara Ilmiah

belajar bicara https://www.facebook.com/ibudanbalita

Belajar bicara menunjukkan bahwa perkembangan sang buah hati sudah sangat signifikan. Pasalnya, belajar merupakan proses yang lama. Sementara itu, jika balita sudah mulai belajar berbicara, itu artinya balita ibu sudah sangat berkembang.

Sayangnya, tidak sedikit balita yang justru menemukan masalah yang serius. Mereka belum bisa mulai bicara. Pantas jika orang tua mereka khawatir dan takut jikalau anak mereka justru memang terlahir sebagai anak tuna wicara.

Bagaimana dengan ibu? Apakah pernah terpikir juga bahwa balita ibu tidak hanya mengalami keterlambatan belajar bicara tapi juga tuna wicara? Sebelum menyimpulkan hal tersebut, ibu harus mengerti dulu bagaimana para ahli perkembangan balita menjelaskan kenapa balita mengalami keterlambatan berbicara.

Bahasa Verbal dan Non Verbal

Apakah ibu tahu apa perbedaan antara bahasa verbal dan non verbal? Bahasa non verbal merupakan jenis komunikasi yang dilakukan oleh balita yang belum benar-benar bisa berbicara. Ia lebih sering menggunakan bahasa isyarat seperti menujuk ke arah tertentu dengan menggunakan jari.

Sementara itu, bahasa verbal merupakan ucapan kata. Untuk bisa mengusai bahasa verbal, balita lebih dahulu belajar bahasa non verbal. Sayangnya, ketika ia sudah terlalu terbiasa dengan bahasa non verbal dan tanpa diikuti oleh stimulus dari luar aga ia bisa mulai bicara membuatnya terlambat belajar bicara.

Itulah mengapa kehadiran serta peran ibu sebagai orang tua sangat dibutuhkan. Tumbuh kembang balita terutama ketika ia mulai belajar bicara akan sangat optimal jika ibu selalu hadir dan berperan aktif.

Perkembangan Otot Mulut yang Tidak Sempurna

Sepertinya, apapun yang ibu lakukan mulai dari mengajak si kecil untuk terapi bicara, mengajaknya berkomunkasi, membacakan buku cerita, dan lain sebagainya akan sangat sia-sia jika ternyata keterlambatan belajar bicara dikarekanan kurang sempurnya perkembangan otot mulut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa otot pada bagian mulut itu sangat pengaruh terhadap produksi kata. Oleh karena itu, penting sekali bagi ibu untuk berkonsultasi dengan dokter anak ketika balita ibu sudah menginjak usia 2 tahun namun si kecil belum terlihat mulai ada tanda-tanda belajar bicara.

Padahal, jika memang ibu sudah memberikan yang terbaik untuk si kecil seperti memberikan susu balita terbaik dan makanan yang bernutrisi tinggi, sepertinya mustahil jika balita ibu mengalami keterlambatan bicara. Mungkin saja stimulus dari luar yang kurang begitu optimal.

Biasakan untuk berbicara dengan si kecil karena pada dasarnya tahap anak belajar bicara dimulai dari kemampuannya mendengar. Semakin sering ia mendengarkan kata maka semakin cepat ia akan menirukan kata tersebut.

Itulah mengapa komunikasi dengan si kecil itu sangatlah penting. Awalnya mungkin balita ibu akan merespon dengan ocehan saja. Itu artinya ia mulai belajar bicara. Ulangi kata yang sama yang ibu ucapakan agar ia merekam dan akhir mampu untuk menirukan.

Jadi, jangan terburu memvonis bahwa sang buah hati ibu mengalami masalah bicara atau tuna wicara. Jika masih ada respon dari si kecil, entah respon gerakan atau ocehan, itu artinya ia mulai mencoba untuk memasuki tahap belajar berbicara. Hanya saja kata yang diproduksi belum begitu sempurna.

Yang harus ibu lakukan hanya satu saja, yaitu selalu mendukung si kecil untuk belajar berbicara. Berikan stimulus yang tepat seperti terus mengajaknya berkomunikasi, bernyanyi bersama, membacakan buku cerita, dan lain sebagainya. Peran ibu yang seperti itulah yang akan membuat si kecil akan lebih cepat dalam proses belajar bicara.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*