Atasi Gangguan Kehamilan Berupa Ari-Ari Yang Menutupi Jalan Lahir

gangguan kehamilan friso.co.id

Ada banyak sekali gangguan kehamilan, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Jika Mom sering merasa pusing, mual, dan bahkan muntah, itu baru gangguan yang ringan saja. Hampir semua ibu hamil merasakan hal tersebut. Jadi, bisa dikatakan gangguan seperti itu merupakan gangguan yang wajar.

Yang tidak wajar adalah ketika gangguan yang Mom alami bisa membahayakan kesehatan Mom dan juga janin di dalam kandungan. Apakah pusing, mual, dan muntah tidak membahayakan? Tentu saja bisa menjadi gangguan yang berbahaya. Hanya saja, jika hal tersebut tidak berlangsung dalam kurun waktu yang lama dan frekuensinya tidak terlalu sering, maka gangguan seperti itu dikatakan gangguan ringan.

Contoh gangguan saat hamil yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah gangguan berupa ari-ari yang menutupi jalan lahir. Mom pernah dengar keluhan kesehatan ibu hamil yang satu ini? Jika belum tahu, penjelasan berikut ini semoga bisa membuat ibu mengerti mengapa penting sekali mencegah gangguan yang satu ini.

Plasenta Previa

Sebenarnya, di dalam dunia medis, ari-ari yang menutup jalan lahir disebut dengan plasenta previa. Jika hal ini terjadi, maka tidak ada jalan lain selain melakukan persalinan dengan operasi caesar.

Akan tetapi, gangguan ini bisa diatasi. Kalaupun Mom mengalami hal ini, ada treatment yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

Terlepas dari itu, langkah pencegahan tetap harus dilakukan. Beberapa gejala harus Mom ketahui sehingga Mom bisa melakukan pencegahan agar masalah ini tidak menjadi lebih parah lagi.

Dibandingkan dengan gangguan ibu hamil lainnya seperti pusing, anemia, mual, dan konstipasi, risiko Mom mengalami plasenta previa ini sangat sulit. Secara umum, memang jarang yang mengalami masalah seperti ini. Namun, bukan berarti ibu tidak perlu melakukan langkah antisipasi, bukan?

Beberapa Gejala Plasenta Previa

Ada tanda-tanda yang bisa diketahui oleh masyarakat awam ketika seorang ibu hamil mengalami masalah plasenta previa. Biasanya, plasenta previa ini menyebabkan pendarahan. Pendarahan ini berbeda dengan yang menjadi gejala keguguran. Pendarahan yang dialami oleh ibu hamil yang mengalami plasenta previa tidak diikuti dengan rasa sakit. Dan pendarahan ini bisa bersifat ringan dan bisa juga berat.

Selain itu, plasenta previa juga ditandai dengan kontraksi. Plasenta mengirimkan nutrisi untuk janin dan mengeluarkan zat yang dikeluarkan janin menuju ke luar rahim. Dan jika plasenta ini terganggu, tentu ada reaksi. Dan reaksi yang sering terjadi adalah kontraksi.

Bagaimana membedakan antara kontraksi karena plasenta previa dengan kontraksi alami? Seperti yang sudah dijelaskan oleh dokter kandungan, kontraksi alami umumnya sangat jarang terjadi. Sementara itu, jika kontraksi disebabkan oleh adanya gangguan kehamilan seperti plasenta previa, tentu kontraksi tersebut terus terjadi sampai ketika gangguan tersebut ditangani.

Ada juga gejala ringan lainnya yang Mom alami, yaitu nyeri pada bagian punggung dan perut bagian bawah. Dokter kandungan menyarankan ketika gejala-gejala tersebut muncul khususnya ketika usia kehamilan mencapai trimester kedua atau ketiga, segera konsultasi. Mom bisa konsultasi secara online terlebih dahulu di www.friso.co.id. Jika ternyata diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, maka ibu sebaiknya konsultasi kehamilan dengan dokter kandungan. Pasalnya, ada beberapa tindakan yang akan dilakukan.

Pemeriksaan Plasenta Previa

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, plasenta previa ini baru bisa diketahui secara lebih jelas ketika kehamilan mencapai usia trimester kedua. Dokter kandungan akan melakukan dua pemerikasaan, yaitu pemeriksaan USG dan pemeriksaan USG transvaginal. Dua jenis pemeriksaan tersebut akan membuat dokter yakin apakah ari-ari menutupi jalan lahir atau tidak.

Selain itu, dokter juga akan mengetahui jenis plasenta pervia apa yang Mom alami. Ada plasenta minor dan plasenta mayor. Plasenta minor ketika ari-ari tidak menutupi lubang serviks. Sementara itu, plasenta mayor menutupi lubang serviks. Yang dikhawatirkan adalah plasenta mayor. Jika Mom mengalami hal ini hingga pada saat persalinan tiba, maka jalan satu-satunya untuk melahirkan sang buah hati adalah dengan melakukan operasi caesar.

Untuk itu, penting juga bagi Mom untuk tahu apa saja yang menyebabkan plasenta previa. Setidaknya, jika Mom tahu faktor penyebabnya, Mom bisa melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Faktor Penyebab Ari-Ari Menutupi Jalan Lahir

Ada banyak sekali faktor penyebabnya. Akan tetapi, tiga hal berikut yang paling sering menyebabkan gangguan kehamilan berupa plasenta previa.

  1. Hamil Di Usia Tua

Ada yang menganggap wanita yang usianya sudah tua tidak bisa hamil. Sebenarnya anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Yang benar adalah wanita yang sudah lanjut usia semakin sulit untuk hamil. Mulai dari usia 40 tahun, wanita akan cenderung sulit untuk hamil. hal ini terkait dengan faktor hormonal. Namun, kalaupun hamil, ada risiko di mana seorang ibu hamil tersebut bisa mengalami plasenta previa.

  1. Pernah Mengalami Keguguran

Kenapa wanita yang pernah mengalami keguguran harus ekstra hati-hati di kehamilan selanjutnya? Salah satu alasannya adalah risiko keguguran lebih tinggi. Dan ternyata, risiko terkena plasenta previa pun tinggi.

  1. Pernah Mengalami Operasi Rahim

Ada wanita yang harus menjalankan operasi miom. Pasalnya, jika tidak dioperasi, maka wanita tersebut akan sulit sekali hamil. Sayangnya, ada konsekuensi lain jika operasi tersebut dilakukan, yaitu risiko terkena plasenta previa tinggi ketika akhirnya bisa hamil.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Tidak ada jalan lain selain harus menjaga kehamilan lebih ekstra. Konsumsi susu ibu hamil Frisomum Gold dan rajinlah ke dokter kandungan untuk melakukan konsultasi secara berkala. Ini merupakan langkah pencegahan untuk segara jenis gangguan kehamilan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*