Anak Suka Nonton Iklan, Apakah Normal untuk Perkembangan Psikologi Anak

psikologi anak www.facebook.com/ibudanbalita

Psikologi anak sulit dipahami oleh orang dewasa. Contoh sederhananya seperti ini. Kenapa anak kecil suka nonton film kartun seperti Tom and Jerry? Bagi mereka, film tersebut sangat masuk akal meskipun bagi orang dewasa film tersebut aneh dan sama sekali tidak masuk akal.

Dari contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa anak kecil itu lebih condong pada sisi imajinasi sementara orang dewasa itu lebih pada logika. Maka tidak heran jika anak kecil yang masih balita lebih suka dengan hal-hal yang bersifat imajantif. Anak lebih suka menonton iklan daripada acara utama.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Apakah ada pengaruh terhadap psikologi anak usia dini? Sayangnya, kegiatan menonton iklan tersebut sangat mempengaruhi psikologi serta perkembangan otak mereka. Untuk lebih jelasnya, ibu bisa simak penjelesan berikut ini.

Kenapa Anak Kecil Suka Menonton Iklan

Apakah balita ibu suka lebih fokus jika ada iklan daripada acara film? Jika ya, maka balita ibu tidak sendirian. Sebenarnya, kebanyakan balita lebih suka menonton iklan. Menurut pakar psikologi anak, iklan memiliki dimensi imajinasi yang tinggi. Ada suara dengan intonasi yang berbeda, ada lagu, serta ada gambar yang setiap beberapa detik berubah.

Meskipun si kecil tidak paham apa maksud dari iklan tersebut, namun si kecil suka dengan suara serta tampilan video dalam iklan tersebut. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, anak kecil suka dengan hal-hal yang bersifat imajinatif karena yang bersifat imajinatif itu menarik.

Baik Buruknya Anak Usia Dini Menonton Iklan

Setelah tahu sebenarnya hal yang alami ketika balita lebih suka menonton iklan, maka pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para ibu di luar sana adalah apakah hal tersebut baik atau buruk untuk perkembangan psikologi anak?

Sebenarnya, menonton televisi itu memberikan efek negatif daripada efek positif. Apalagi kebanyakan ibu menjadikan menonton televisi sebagai solusi agar anak diam sementara ibu bisa beraktivitas lainnya seperti memasak dan lain sebagainya.

Akan tetapi, tahukah ibu menonton televisi akan mengakibatkan anak kurang fokus terhadap orang lain? Ibu bisa merasakan nanti ketika anak ibu lebih suka berdiam diri di depan televisi daripada menemui dan bersosialisasi dengan orang lain.

Tentu saja hal tersebut dampak terburuk dari terlalu sering menonton televisi dan hal tersebut berlaku juga ketika akan menonton iklan. Ketika iklan lebih ia suka, maka ada kemungkinan ia akan menirukan suara iklan tersebut. Akan menjadi sangat berbahaya jika ibu membiarkan si kecil sering mendengarkan iklan yang menggunakan kata-kata yang kurang pantas untuk diucapkan anak kecil.

Satu hal lagi, yaitu masalah kesehatan mata. Televisi memancarkan cahaya yang cukup terang yang memungkinkan merusak mata si kecil. Sayangnya, masalah ini sering terjadi. Itulah yang menjadikan banyak anak kecil yang memakai kaca mata.

Untuk itu, untuk mengantisipasi efek buruk iklan terhadap psikologi anak usia dan juga kesehatan mata, ibu bisa mengurangi aktivitas anak di depan televisi. Tidak salah memperkenalkan acara televisi. Akan tetapi, porsinya harus diatur. Jangan sampai ibu sendiri yang membuat anak kecanduan menonton iklan atau acara televisi yang lain.

Dan yang pasti, apa yang anak dengar itu mudah untuk ia ingat. Itulah sebabnya ibu harus sangan selektif memilihka apa yang boleh dan tidak boleh ditonton agar ibu tidak perlu mengkhawatirkan tentang psikologi anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*