Yuk, Si Kecil Mulai Diajari Toilet Training

toilet training www.ibudanbalita.com

Apakah si kecil sudah bisa diajarkan toilet training?

Ini bukan masalah usia ya bu. Toilet training sebenarnya bisa diajarkan kapan saja asalkan si kecil sudah mampu secara fisik.

Ukurannya mudah. Lihat saja apakah ia sudah bisa tegak berdiri, sudah bisa berjalan, dan tidak kesulitan ketika jongkok? Pada saat itulah ibu seharusnya mulai mengajarkan toilet training.

Toilet Training Saat Bayi

Sebenarnya orang-orang terdahulu sudah lebih canggih lho. Lihat saja ketika dulu belum ada popok yang bisa menyerap air seni si kecil, orang tua rajin mengajarkan toilet training kepada bayi.

Mereka dengan sabar men-tatur bayi ketika kelihatannya sudah waktunya untuk buang air kecil atau buang air besar. Memang mereka tidak selalu menggunakan kamar mandi. Bisa saja mereka lakukan di are belakang rumah. Tapi, bukankah ini cara yang efektif untuk mengajarkan tentang toilet training?

Sayangnya, ada kendala untuk orang tua pada saat ini. Pertama, kebanyakan orang tua sudah berketergantungan dengan popok. Yang kedua, tidak ada lahan belakang rumah yang lantainya masih berupa tanah sehingga sulit. Dulu, karena lantai belakang rumah belum dipasang keramik dan kebanyakan terbuka, maka orang tua bisa dengan mudah mengajak ke belakang dan men-tatur bayi.

Toilet Training Mulai Balita 2 Tahun

Jika dilihat dari syarat-syarat kapan si kecil bisa diajak ke kamar mandi untuk buang air kecil dan besar, sepertinya balita usia 2 tahun sudah bisa diajarkan toilet training.

Secara fisik, ia sudah siap. Selain itu, ketika ia berusia 2 tahun, kebanyakan balita sudah bisa berbicara satu atau dua patah kata. Ia bisa mengatakan “pipis” atau “pup”. Dan itu artinya ibu bisa mengajak si kecil ke kamar mandi.

Lalu, bagiamana jika balita ibu susah untuk diajak ke toilet?

  1. Buat Toilet Menarik

Ibu tidak harus merombak atau mendekorasi ulang toilet di rumah. Yang perlu ibu lakukan hanya memasang beberapa aksesoris yang menarik. Mungkin ibu bisa memasang gayung kecil yang bisa digunakan si kecil bermain air.

Gayung tersebut juga bisa digunakan untuk mengajari si kecil untuk membersihkan alat kelamin si kecil setelah buang air kecil atau buang air besar.

  1. Memberikan Pujian

Motivasi perlu diberikan. Dan motivasi yang tepat adalah memberikan pujuan setiap kali si kecil mau diajak ke toilet.

  1. Konsisten

Ada banyak balita yang sudah bisa berbicara, namun tidak mengatakan kalau ia ingin buang air kecil. Apa yang harus ibu lakukan?

Ibu bisa membuat jadwal ke toilet. Ibu bisa mengajak si kecil ke toilet setiap 1-1,5 jam sekali.

Banyak orang tua yang frustasi lantara balita sulit sekali diajari toilet training. Memang tidak mudah untuk mengajari tentang hal ini.

Tidak hanya pengetahuan, tips dan trik saja yang harus ibu kuasai. Ibu juga harus memiliki kesabaran.

Mungkin cerita dari sesama orang tua bisa membuat ibu mendapatkan pencerahan atau masukan bagaimana mengajarkan toilet training yang efektif. Ibu bisa bergabung dengan forum ibu dan balita.

Ibu akan mendapatkan pelajaran yang banyak karena anggota forum sering bertukar informasi serta pengalaman cara mengasuh anak.

Bisa saja ibu berkonsultasi dengan dokter anak. Namun, untuk urusan yang satu ini, sepertinya mengetahui pengalaman ibu-ibu yang lain jauh lebih penting.

Saatnya menjadi orang tua yang baik untuk tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti belajar untuk mendidik balita agar ia tumbuh menjadi anak yang baik.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*