Yuk Pilihkan Aktivitas Fisik yang Cocok untuk Balita 1 Tahun

Ibu dan balita www.ibudanbalita.com
Ibu dan balita

www.ibudanbalita.com

Ada kesalahan fatal ketika orang tua justru memberikan permainan gadget atau handphone pada balita usia 1 tahun. Sayangnya kesalahan ini dilakukan berulang-ulang dan dilakukan oleh kebanyakan orang tua.

Semoga saja ibu bukan salah satunya.

Karena jika ibu sudah memperkenalkan permainan gadget pada si kecil, maka ia cenderung menjadi anak yang pasif. Dan itu kurang baik untuk perkembangannya, terutama perkembangan fisik.

Lalu, seperti apa permainan fisik yang cocok untuk balita usia 1 tahun? Sudah ada banyak sekali pilihan permainan yang tepat. Ibu bisa mendapatkan banyak pilihan di www.ibudanbalita.com. Di sana ibu juga bisa mendapatkan informasi lain tentang bagaimana mengoptimalkan tumbuh kembang balita 1 tahun.

Berbagai permainan tersebut cenderung memiliki kemiripan dalam ciri atau karakteristik.

  1. Membuat Si Kecil Bergerak

Ini kuncinya. Permainan yang bagus untuk tumbuh kembang balita usia 1 tahun merupakan permainan yang membuatnya bergerak. Apalagi jika si kecil baru mulai belajar berdiri dan berjalan. Karena pada umumnya balita usia 1 tahun baru mulai belajar berdiri dan berjalan.

Namun, tidak disarankan ibu membelikan baby walker. Ini memang dianggap sebagai alat bantu belajar berjalan bagi balita. Akan tetapi, menurut ahli perkembangan anak, alat tersebut justru tidak membuat optimal perkembangan balita, khususnya perkembangan tulang.

  1. Support Perkembangan Motorik Halus

Belajar bergerak seperti berdiri dan juga berjalan disebut dengan gerakan motorik kasar. Hal ini disebabkan otot besar yang digunakan.

Sementara itu, gerakan motorik halus merupakan gerakan yang dilakukan dengan menggunakan otot kecil. Contoh kegiatan yang membuat motorik halus balita berkembang adalah memegang pen, mengambil bola, memeluk boneka, dan lain sebagainya.

Ini juga tak kalah penting dibandingkan belajar berjalan. Dan dalam hal ini, support dari ibu sangat diperlukan. Seperti contoh, ibu bisa memberikan benda yang sangat ia sukai seperti boneka, bola warna-warni, dan lain sebagainya. Tempatkan benda tersebut di tempat yang sedikit lebih jauh. Hal ini agar menstimulus si kecil agar bergerak.

Jadi, ada dua manfaat yang bisa didapakan. Balita akan belajar bergerak, entah itu merangkak atau berjalan sekaligus akan belajar memegang benda yang ibu gunakan untuk memberikan stimulus.

  1. Durasi yang Singkat

Ibu harus bedakan antara pola belajar balita usia 1 tahun dengan balita yang sedikit lebih dewasa. Untuk balita usia 1 tahun, ibu hanya perlu memilihkan permainan yang tidak membutuhkan durasa yang lama.

Hal ini diperlukan agar si kecil tidak merasa bosan dan putus asa. Buatlah ia bermain permainan yang mudah dan lebih cepat selesai. Dengan demikian, ia akan lebih bahagia dan termotivisi untuk mengulang permainan tersebut lagi.

Bagaimana dengan balita yang usianya sudah hampir 2 tahun atau bahkan lebih dari 2 tahun? Tentu pola asuhnya sedikit berbeda. Pada usia tersebut, secara umum balita sudah bisa diajak berkomunikasi. Bahkan, ada juga balita yang belum genap 2 tahun sudah bisa diajak berkomunikasi walaupun dengan kata yang terbatas.

Nah, itulah saat yang tepat di mana ibu bisa mengajarkan agar si kecil mandiri dan bisa melakukan pekerjaanya sendiri yang sederhana. Apa saja yang bisa dilakukan si kecil di usia tersebut? Ibu bisa belajar lebih banyak tentang perkembangan balita di situs ibu dan balita. Semoga dengan informasi yang lebih banyak, ibu bisa lebih mengoptimalkan tumbuh kembang balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*