Yuk Belajar Menghitung Usia Kehamilan yang Benar

menghitung usia kehamilan https://www.facebook.com/ibudanbalita

Menghitung usia kehamilan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Akan tetapi, kebanyakan ibu menggunakan metode yang membutuhkan beberapa data seperti HPHT atau hari pertama haid terakhir. Kali ini, ibu akan mempelajari metode ini.

Tentu saja ibu memiliki pilihan lain seperti tes USG. Tes ini juga bisa digunakan untuk menghitung usia kehamilan. Bahkan, tes ini hasilnya lebih valid. Kevalidannya hingga 90%. Artinya, hasil yang didapatkan berupa usia janin dalam kandung serta HPL atau hari perkiraan lahir hampir tepat.

Lain hal dengan menghitung usia kehamilan HPHT. Banyak sekali ibu hamil yang menggunakan cara ini namun hasilnya selalu tidak valid. Persalinan biasanya maju atau mundur satu minggu dari HPL.

Meskipun demikian, metode ini masih cukup popular. Ibu hamil tidak perlu datang ke dokter untuk menyanyakan usia janin melainkan ibu mengetahui sendiri usia bayi dalam kandungan ibu. Bukankah lebih mengesankan.

Jika ibu ingin tahu caranya, berikut step by step yang bisa ibu lakukan.

Cara Menghitung Usia Bayi dalam Kandungan

Sebelumnya ibu belajar tentang cara menghitung usia kehamilan, ibu harus tahu sebenarnya cara ini memiliki nama tersendiri, yaitu Naegele. Bisa dikatakan ini merupakan rumus Naegele.

Bagaimana cara menerapkan rumus tersebut? Yang pertama, ibu harus ingat-ingat terlebih dahulu kapan HPHT ibu. Setelah itu, tambahkan 7. Itulah adalah tanggal HPL.

Sementara itu, bulan haid dikurangi 3 dan tahun di tambah 1. Urutkan mulai tanggal, bulan, dan tahun. Hasilnya adalah kapan ibu akan melahirkan atau HPL (hari perkiraan lahir).

Namun, hasil ini belum tentu valid. Artinya, HPL bisa meleset sekitar satu minggu sebelum atau sesudah. Hal ini dikarenakan siklus haid ibu yang tidak teratur. Itulah mengapa cara menghitung usia kehamilan HPHT ini cocok sekali digunakan oleh ibu yang memiliki siklus haid yang rutin antara 28-30 hari. Bagi yang tidak, kemugkinan hasil dari penghitungan ini meleset.

Namun, setidaknya dengan cara ini, ibu bisa tahu usia kandungan dalam kandungan sehingga ibu bisa memberikan nutrisi yang paling dibutuhkan bayi.

Solusi Lebih Efektif

Ibu sudah tahu cara menghitung usia kehamilan menggunakan rumus Naegele. Jadi, seperti itulah rumus tersebut akan memberitahu pada ibu kapan kira-kira bayi dalam kandungan akan lahir ke dunia.

Namun, ada cara yang lebih mudah daripada mengihtung sendiri, yaitu menggunakan kalkulator online. Silakan ibu cari kalkulator online dengan mengetik kata kunci kalkulator penghitung usia kehamilan online dan ibu akan menemukan beberapa situs yang menyediakan layanan kalkulator tersebut. Pilih salah satu saja karena pada dasarnya setiap situs menggunakan rumus yang sama dalam menghitung usia kehamilan.

Yang harus ibu lakukan adalah memasukkan data seperti HPHT. Ikuti petunjuk dan ibu akan segera tahu kapan kira-kira sang buah hati akan ibu lahirkan. Cara ini jelas lebih mudah daripada menghitung manual. Dan harus ibu ketahui sebenarnya ada dua rumus Naegele yang salah satunya bisa diterapkan tergantung bulan terakhir ibu haid.

Itulah cara yang bisa ibu lakukan untuk menghitung usia janin dalam kandungan. Silakan praktekkan. Namun, tetaplah konsultasi kehamilan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan USG. Pemeriksaan USG ini diperlukan untuk mengetahui perkembangan janin. Ibu juga bisa tanya usia kehamilan dan bandingkan dengan cara menghitung usia kehamilan HPHT yang ibu lakukan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*