Yang Perlu Ibu Ketahui Mengenai Susu Untuk Anak 2 Tahun dengan Variasi Rasa

susu pertumbuhan https://www.facebook.com/FrisoIndonesia

Susu untuk anak 2 tahun kini sangat variatif. Selain banyak sekali merk yang berbeda, varian rasanya pun cukup banyak. Waktu ibu kecil dulu, mungkin hanya ada dua varian saja, yaitu plain (susu putih) dan cokelat (susu cokelat). Kini, semakin banyak varian rasa susu yang bisa ibu pilihkan untuk si kecil.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui seputar varian yang berbeda pada susu untuk anak 2 tahun tersebut.

Kandungan Di Dalam Susu

Karena rasanya berbeda, tentu saja ada kandungan yang sedikit berbeda. Zat perasa yang dicampurkan di dalam susu tersebut membuat setiap susu memiliki rasa yang berbeda.

Namun, ternyata tidak itu saja yang perlu ibu ketahui. Setiap susu dengan aneka rasa, produsen menambahkan zat gula. Padahal, seperti ibu ketahui, gula yang terdapat di dalam susu bisa berakibat buruk terhadap kesehatan balita. Itulah mengapa ibu harus tahu lebih banyak lain seputar kandungan yang mungkin berbahaya di dalam susu anak 2 tahun.

Akan tetapi, tentu saja setiap produsen susu balita telah mengantongi perijinan produksi. Itu artinya, segala sesuatu terutama yang berkaitan dengan kandungan gizi di dalam susu sudah sesuai dengan ketentuan ahli gizi. Kalaupun susu untuk anak 2 tahun dengan rasa yang bermacam-macam tersebut mengandung gula, sudah dipastikan kadar gulanya tidak melebihi yang telah ditentukan.

Masalah yang Biasa Timbul

Meskipun sudah ada pengawasan dari badan tertentu untuk memastikan susu untuk anak 2 tahun dibuat sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tetap saja ada masalah yang sering muncul. Kebanyakan balita yang mengkonsumsi susu dengan rasa yang berbeda (atau yang sering disebut dengan minuman susu) mengalami masalah kegemukan. Hal ini tentu tidak luput dari pengaruh gula yang terkandung di dalam susu tersebut.  Hal tersebutlah yang membuat banyak sekali orang tua yang akhirnya memilih susu untuk anak 2 tahun yang terbaik, yaitu susu plain yang tidak mengandung gula.

Usut punya usut, ternyata bukan susu yang menyebabkan kegemukan. Menurut para ahli, kebanyakan kegemukan yang dialami oleh balita usia 2 tahun itu disebabkan karena pemberian susu yang berlebihan. Padahal, para ahli gizi anak menyarankan agar orang tua seharusnya memberikan susu tidak lebih dari 600 ml setiap hari. Dengan demikian kandungan gula yang terdapat di dalam susu untuk anak 2 tahun tidak akan menjadikan si kecil mengalami masalah kegemukan atau obesitas.

Masalah Lainn Akibat Minum Susu

Sekalipun ibu sudah tahu bahwa jika susu balita yang mengandung gula dikonsumsi tidak berlebihan tidak akan mengakibatkan kegemukan, mungkin ibu harus mempertimbangkan satu hal ini.

Walaupun kadar gula di dalam susu balita usia 2 tahun itu sedikit, ternyata gula juga bisa mengakibatkan dental caries. Ibu pernah lihat balita yang giginya berlubang atau giginya karies? Atau mungkin balita ibu juga mengalami hal tersebut? Ada kemungkinan si kecil terlalu sering mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula yang tinggi. Ibu juga perlu lihat kandungan gula di dalam susu yang ibu berikan. Jangan-jangan karies tersebut disebabkan oleh susu balita.

Itulah mengapa tidak sedikit orang tua yang lebih percaya dengan memberikan susu plain, bukan minuman susu atau susu yang memiliki rasa tertentu. Mereka ingin memastikan tidak ada hal yang buruk terjadi pada si kecil dan ia harus mendapatkan semua kebaikan di dalam susu untuk anak 2 tahun.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*