Yang Ibu Harus Ketahui Tentang Perawatan Bayi Kuning

perawatan bayi www.facebook.com/ibudanbalita

Perawatan bayi kuning itu berbeda dengan perawatan bayi normal. Bayi kuning harus mendapatkan treatment khusus dari ahli medis. Bahkan, setelah dilahirkan dan ternyata dinyatakan memiliki penyakit “kuning” ibunya sendiri pun tidak boleh menyusui bayi tersebut. Ada serangkaian pengobatan yang diberikan oleh ahli medis sampai nanti dinyatakan bahwa bayi tersebut sudah diperbolehkan mendapatkan ASI langsung dari ibu.

Sebenarnya, penyakit “kuning” ini disebabkan oleh belum sempurnyanya organ hati sang buah hati. Oleh karena itu, terjadi penumpukan billirubin yang kemudian membuat kulit sang bayi berwarna kuning. Jika jumlah billirubin terlalu tinggi, maka hal tersebut tidak baik untuk kesehatan bayi. Namun, jika billirubin sudah turun karena sudah mendapatkan treatment dari ahli medis, maka bayi kuning sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang.

Lalu, bagaimana jika bayi tersebut sudah sampai di rumah? Apa yang ibu harus ketahui tentang cara merawat bayi kuning ini? berikut ulasan selengkapnya.

Memberikan ASI Lebih Sering

Tidak perlu diragukan lagi bahwa ASI merupakan obat yang paling mujarab bagi sang bayi. Jika ibu terindikasi kuning, ibu tidak perlu khawatir. Obatnya sudah ada pada diri ibu, yaitu ASI atau air susu ibu.

Untuk bayi kuning, pemberian ASI sebaiknya lebih sering. Ibu tidak perlu menunggu sampai jeda dua jam. Jika perlu, ketika bayi masih terlelap namun sudah waktunya minum susu, ibu bisa membangungkannya dan memberikan ASI.

Menjermur di Bawah Sinar Matahari Pagi

Pada dasarnya, fototerapi itu seperti sinar matahari, yaitu menjaga suhu tubuh bayi agar tetap stabil. Beberapa ibu tidak tega melihat sang buah hatinya berada di kotak khususnya yang disinari dengan cahaya tersebut.

Sebenarnya, sinar secara alami bisa didapatkan dengan cara menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi. Hanya saja pastikan ibu tidak menjemur ketika waktu sudah menunjuk pada pukul 9. Sinar matahari pada waktu sudah tidak sehat untuk bayi.

Ketika ibu menjemur sang buah hati, ibu sebaiknya membolak-balikkan badan.15 menit terlentang dan 15 menit tengkurap. Jangan terlalu lama menjemur bayi.

Pasang Lampu Fluorescent

Perawatan bayi kuning selanjutnya adalah tentang suhu kamar. Dalam hal ini, ibu sebaiknya memasang lampu fluorescent di kamar sang bayi. Itu merupakan jenis lampu yang memberikan penerangan yang sangat jelas. Selain itu, pastikan suhu ruangan juga baik untuk tumbuh kembang bayi.

Sebenarnya sesederhana itu cara merawat bayi kuning. Hanya saja, dibutuhkan ketelatenan dalam mengurus sang buah hati sampai penyakit “kuning” sudah sembuh.

Kapan Harus Membawa Ke Dokter

Ibu telah mengetahui cara perawatan sang buah hati yang memiliki penyakit kuning tersebut. Akan tetapi, bukan berarti ibu tidak perlu memeriksakan ke dokter. Bayi kuning itu sangat rentan terhadap penyakit. Lingkungan yang kuran sehat akan membuat sang bayi lebih mudah diserang kuman dan yang terjadi adalah penyakit-penyakit yang pasti ibu tidak inginkan.

Untuk itu, sebaiknya ibu selalu memeriksakan perkembangan bayi ibu setidaknya seminggu sekali. Baru ketika sudah dilakukan tes dan billirubinnya sudah normal, ibu bisa lega.

Perawatan yang tepat serta kondisi lingkungan yang bersih menjadi inti utamanya. Itulah mengapa dokter selalu menyarankan agar bayi kuning dirawat di rumah sakit saja karena sudah terjamin kesehatannya. Namun, jika ibu bisa memberikan lingkungan yang sehat untuk bayi, tidak masalah jika ibu sendiri yang merawatnya dengan menerapkan cara perawatan bayi kuning.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*