Walaupun Sibuk, Ibu Tetap Bisa Kok Memantau Perkembangan Balita

perkembangan balita www.ibudanbalita.com

Setiap orang tua memiliki kewajiban untuk memantau perkembangan balita. Sekalipun ibu sangat sibuk dengan pekerjaan atau bisnis yang ibu jalankan, itu seharusnya tidak menjadi alasan sehingga ibu tidak memperhatikan tumbuh kembang anak.

Memantau perkembangan anak tidak harus dilakukan dengan cara full time berada di dekat si kecil. Dan sebenarnya bukan itu yang terpenting. Belum berarti seorang ibu yang tidak bekerja dan selalu bersama anaknya itu memperhatikan tumbuh kembangnya lho. Toh banyak juga ibu rumah tangga justru membiarkan balita mereka bermain sendiri sementara mereka bermain gadget. Apa itu dinamakan memantau tumbuh kembang balita?

Sebenarnya hanya ada du acara agar ibu bisa mengetahui tumbuh kembang sang buah hati.

  1. Mengetahui Tahap Perkembangan Anak

Tidak mungkin ibu tahu apakah anak ibu memiliki perkembangan yang normal atau tidak jika ibu tidak tahu tahap perkembangan anak. Untuk yang satu ini, ibu bisa pelajari sendiri di www.ibudanbalita.com.

Atau, jika ibu ingin mendapatkan informasi yang lebih detail, ibu bisa konsultasi dengan pakar perkembangan anak di situs tersebut. Ibu hanya perlu mendaftarkan diri lalu konsultasi secara online dengan ahlinya secara langsung.

Memang setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Hanya saja, ada standarnya. Secara umum, anak usia 1 tahun sudah bisa berdiri. Dan ketika usianya mencapai 2 tahun, ia sudah bisa mulai belajar bicara. Dan standar seperti ini harus ibu ketahui.

  1. Melakukan Deteksi Perkembangan Fisik

Memang benar bawasannya tumbuh kembang balita itu tidak hanya dilihat dari segi fisiknya saja, mentalnya juga harus diperhatikan. Hanya saja, sangat mudah untuk melakukan deteksi perkembangan fisik untuk memastikan perkembangan sang buah hati baik atau tidak. Dan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, tak terkecuali ibu yang awam mengenai kesehatan balita.

Untuk mendeteksi perkembangan fisik anak, ada 4 hal yang harus ibu perhatikan; yaitu berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, serta lingkar lengan atas.

Berat badan serta tinggi badan bisa diketahui setiap bulan jika ibu membawa si kecil ke posyandu. Sementara itu, lingkar kepala dan lingkar lengan atas bisa ibu perhatikan sendiri.

Memperhatikan perkembangan balita sama juga dengan memperhatikan faktor apa saja yang bisa menghambat tumbuh kembangnya. Dalam hal ini, banyak faktor yang harus ibu ketahui entah itu faktor eksternal atau faktor internal.

Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah faktor dari luar yang terkait dengan stimulus. Ibu harus tahu tumbuh kembang balita sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal atau yang disebut juga faktor lingkungan. Apakah ibu memberikan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak atau tidak. Apakah lingkungan sangat mendukung tumbuh kembangnya atau tidak. Dan masih banyak lagi.

Sementara itu, yang dimaksud dengan faktor internal adalah nutrisi. Ini sebenarnya tidak sulit. Asalkan ibu sudah memberikan menu makanan sehat setiap hari, maka perkembangan anak pasti baik. Apalagi jika ibu memberikan susu Frisian Flag. Dengan kandungan nutrisi yang seimbang, maka ibu akan memastikan tumbuh kembang sang buah hati akan optimal.

Jadi, apakah kesibukan membuat ibu tidak bisa memantau tumbuh kembang sang buah hati? Tidak, kan? Sekalipun ibu seorang wanita karir atau seorang businesswoman yang tidak bisa memantau kegiatan anak setiap hari, setidaknya ibu mengetahui bagaimana agar perkembangan anak baik.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*