Waktu Yang Tepat Mengajarkan Anak Menghitung

mengajarkan anak menghitung melindahospital.com

Apakah ibu berniat untuk mengajarkan anak menghitung? Tunggu dulu ya bu. Apakah ibu sudah yakin anak ibu sudah siap untuk belajar berhitung? Ini pertanyaan yang harusnya ibu cari jawabannya terlebih dahulu.

Jika berbicara tentang kesiapan, tentu setiap anak memiliki waktu siap yang berbeda-beda. Lihat saja tahap perkembangan anak yang berbeda-beda. Banyak anak usia 1 tahun yang sudah mulai belajar berjalan. Namun, tidak sedikit juga balita usia 1,5 tahun baru mulai belajar berdiri. Begitu juga perkembangan bicara. Ada balita yang menunggu hingga usianya lebih dari 2 tahun untuk bisa berbicara.

Dari fakta itulah, perkembangan anak itu berbeda-beda. Lalu, apakah ibu sudah yakin saat ini waktu yang tepat bagi untuk untuk mengajarkan anak berhitung? Apakah sang buah hati sudah siap?

Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan tersebut, sebaiknya ibu perhatikan penjelasan dari pakar perkembangan anak terlebih dahulu.

Ketika Anak Kehilangan Masa Kecilnya

Sudah jamak dilakukan dan bahkan bisa dikatakan sudah menjadi hal yang biasa di mana anak yang usianya masih di bawah 5 tahun dimasukkan ke sebuah tempat les, entah itu les berhitung, menulis, dan les lainnya. Ada juga orang yang begitu selektif memilih tempat sekolah. Mereka ingin ketika anak mereka masuk ke TK, anak mereka sudah bisa menulis dan bahkan berhitung jika lulus nanti.

Fenomena ini unik sekali. Kenapa unik? Di satu sisi, ada teori yang mengatakan anak yang duduk di bangku TK itu tidak boleh diajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Namun, di sisi yang lain, ada SD atau sekolah dasar yang membuat syarat bawasannya anak bisa diterima di SD tersebut jika anak sudah bisa membaca dan menulis. Ini dua hal yang kontradiktif.

Terlepas dari itu semua, orang tua pun ikut-ikutan membuat fenomena ini terus ada. Orang tua rela membiarkan anak mereka terus belajar demi bisa masuk ke SD favorit. Jadi, anak mereka harus bisa membaca dan menulis waktu masih duduk di bangku TK.

Pada saat itulah, anak sebenarnya kehilangan masa kecilnya. Seharusnya balita itu bermain dan belajar bersosialisasi dengan anak-anak yang lain, bukan belajar membaca, menulis, atau bahkan guru mereka mengajarkan balita menghitung.

Dalam hal ini, pakar perkembangan anak tidak menyalahkan atau tidak melarang orang tua mengajarkan menghitung kepada balita. Hanya saja, bukan dengan cara yang membuat anak kehilangan masa kecilnya yang seharusnya digunakan untuk bermain dan bersenang-senang. Jelas memasukkan anak ke tempat les bukan cara yang bijak.

Mengajarkan Berhitung Dengan Cara Yang Asyik

Sekarang ibu suda mengerti bukan bawasannya yang harus ibu lakukan adalah memastikan si kecil mendapatkan hak mereka untuk berkembang dengan baik. Saat masih balita, usahakan si kecil bermain, bukan belajar sesuatu hal yang membuatnya terbebani.

Akan tetapi, bukan berarti tidak ada cara di mana ibu bisa membuat anak bermain sekaligus belajar. Ada banyak permainan yang sebenarnya secara tidak langsung membuat anak ibu belajar lho, termasuk belajar berhitung.

Salah satunya dengan bermain congklak. Ini memang tidak seperti belajar berhitung biasa di mana anak bisa menjumlah, mengurangi, mengalikan, dan membagi. Pada saat balita bermain congklak, sebenarnya otaknya belajar mengenal simbol angka. Dan ini bagus sebagai stimulus agar balita ibu mulai belajar berhitung tanpa merasa ada beban yang berat.

Selain itu, ibu juga bisa mulai mengenalkan angka, bukan mengajarkan berhitung. Ibu bisa belikan cetakan angka yang bisa ditempel di tembok. Dengan demikian, si kecil mulai mengenal dulu sehingga lambat laun ia akan mulai bisa berhitung setidaknya mulai dari angka 1 hinga 10.

Metode Belajar Berhitung Untuk Anak

Secara umum, anak usia 6 atau 7 tahun sudah bisa diajarkan bagaimana cara berhitung. Itupun harus diperhatikan juga kesiapan si kecil. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ibu harus tahu seberapa siap si kecil bisa mulai belajar berhitung. Hal ini berhubungan dengan kesiapan otaknya juga. Jika ibu memberikan makanan yang bergizi dan memastikan setiap hari si kecil minum susu pertumbuhan, maka perkembangan otaknya akan siap untuk mulai belajar berhitung.

Jika anak ibu sudah siap, ibu tinggal mencari metode apa yang sepertinya tepat untuk digunakan. Ada banyak sekali metode belajar berhitung yang bisa ibu pilih seperti metode kumon, metode gasing, metode jarimatika, dan lain sebagainya.

Metode jarimatika sepertinya yang sedang populer saat ini. Banyak sekali guru SD yang mengajar anak berhitung dengan metode jarimatika ini. Hanya dengan menggunakan jari saja, anak bisa menghitung hingga ribuan. Ibu bisa cari tahu satu demi satu metode belajar menghitung untuk anak dan bagaimana cara menerapkannya.

Akan tetapi, ada baiknya ibu konsultasikan dengan pakar perkembangan anak terlebih dahulu supaya ibu yakin terlebih dahulu apakah anak ibu sudah siap atau tidak. Selain itu, konsultasi juga akan membuat ibu mengerti apa yang sebaiknya ibu lakukan.

Tidak salah juga jika ibu mendengarkan apa kata orang tua yang sudah lebih dahulu mengajarkan berhitung. Ikuti saja forum ibu online di mana anggota di forum tersebut saling berbagi cerita dan pengalaman dalam mendidik dan membesarkan sang buah hati mereka. Sebenarnya, situs tersebut memberikan banyak informasi mengenai perkembagan anak. Namun, di sana ibu juga bisa belajar bagaimana orang tua lainnya mengajarkan anak berhitung.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*