Vitamin Untuk Anak 3 Tahun Yang Aman Dikonsumsi

membentuk karakter anak www.friso.co.id

Anak-anak dalam kondisi sehat biasanya mereka mengonsumsi suplemen vitamin untuk anak 3 tahun dan mineral setiap harinya di mana umumnya tidak ada indikasi medis untuk mengonsumsi suplemen tersebut. Penelitian yang dilakukan di Amerika telah mendapatkan data dimana banyak anak dan remaja dalam kondisi sehat mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral yang tidak mereka butuhkan. Penelitian ini juga menemukan bahwa anak-anak yang membutuhkan vitamin justru tidak mendapatkannya.

Banyak anak-anak dan remaja yang mengonsumsi suplemen vitamin justru tidak membutuhkannya karena mereka mendapatkan asupan vitamin yang kuat dari diet sehari-hari. Para peneliti melihat dari aktivitas mereka sehari-hari, tipe makanan yang mereka konsumsi, apakah mereka memiliki asuransi kesehatan, serta beberapa faktor lain sebelum menentukan golongan anak-anak yang membutuhkan asupan suplemen.

Para peneliti tidak merekomendasikan penggunaan vitamin pada anak sehat berusia 1 tahun ke atas. Penelitian sebelumnya mendapatkan data bahwa sepertiga anak-anak mengonsumsi multi-vitamin setiap harinya. Penelitian terbaru menemukan bahwa anak yang berada dalam kondisi sehat, aktif, makan makanan dengan gizi seimbang, dan memiliki akses lebih baik ke pusat kesehatan justru paling banyak mengonsumsi vitamin.

Vitamin Untuk Anak 3 Tahun Yang Kurang Gizi

Penelitian diatas tadi  menemukan bahwa di antara anak-anak yang memiliki kondisi sangat sehat, 37 persen mengonsumsi vitamin. Namun hanya sekitar 28 persen anak-anak yang berada dalam kondisi sakit atau kurang gizi yang mengonsumsi vitamin. Mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral dalam jumlah banyak dapat menyebabkan efek samping yang bervariasi, mulai dari muntah sampai efek samping serius seperti kerusakan ginjal.

Di dalam penelitian yang sama juga ditemukan bahwa banyak anak dengan overweight atau berat badan berlebih mengonsumsi multivitamin. Sekitar 30-40 persen anak-anak yang makan sayuran dan minum susu mengonsumsi multivitamin. Suplemen untuk anak-anak dan remaja yang sehat dan makan makanan dengan nutrisi seimbang sebenarnya tidak dibutuhkan secara medis namun memang tidak diatur oleh Food and Drug Administration atau FDA.

Sebaliknya, justru banyak ditemukan kasus overdosis pada anak-anak usia 2-4 tahun yang berkaitan dengan konsumsi vitamin dan permen. Mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral dalam jumlah banyak dapat menyebabkan efek samping yang bervariasi, mulai dari muntah sampai efek samping serius seperti kerusakan ginjal. Shaikh berkata bahwa penelitian di masa depan mengenai isu ini akan disertakan dengan wawancara kepada orangtua mengenai alasan mereka memberikan suplemen vitamin dan mineral pada anak padahal tidak ada indikasi medis untuk memberikannya.

Makin banyak mengonsumi aneka vitamin, makin sehat dan kuatlah anak kita. Namun hal tersebut tidak dapat dibenarkan. Meski amat vital bagi tubuh, jumlah vitamin yang diperlukan si kecil justru terbatas. Agar tetap beraktivitas dengan normal, tubuh manusia senantiasa melakukan reaksi metabolisme. Dalam reaksi metabolisme, makanan dan minuman yang dikonsumsi membentuk zat-zat yang dibutuhkan tubuh. Baik untuk berkegiatan, mengganti sel rusak, atau untuk tumbuh.

Manfaat Vitamin Untuk Anak 3 Tahun

Reaksi metabolisme terjadi dalam waktu tertentu. Semakin cepat reaksi terjadi, semakin cepat pula zat yang dibutuhkan tubuh terbentuk. Agar reaksi lebih cepat, maka tubuh memerlukan katalisator. Di sinilah vitamin diperlulan. Hampir semua vitamin didapat dari luar misalnya dalam bentuk makanan. Vitamin dalam bahan makanan pun ada yang masih berbentuk calon vitamin dan yang sudah jadi vitamin. Jika bentuknya masih provitamin, maka perangkat tubuh seperti enzim, hormon, bakteri atau zat lain di luar tubuh seperti sinar matahari akan mengubahnya menjadi vitamin. Contohnya adalah provitamin D.

Pertumbuhan membuat sel anak bertambah banyak. Tubuhnya pun membesar. Ia juga berkembang, baik motorik, mental, kecerdasan pusat memori serta pusat pikir, analisis, dan lainnya. Melihat proses yang terjadi dalam tubuh si anak, maka tidak bisa disimpulkan kebutuhan vitamin pada anak lebih sedikit dari orang dewasa. Berapa jumlah pasti vitamin yang dibutuhkan manusia tidak bisa dihitung dengan mudah. Praktisnya bisa terdeteksi dari gejala kelebihan dan kekurangan vitamin.

Contoh lain, Vitamin B yang diperlukan untuk mendukung sistem saraf. Kekurangan vitamin B mengakibatkan sering kesemutan. Vitamin B, Menurut Ghazali, juga bisa membantu mengurangi efek samping obat. Misalnya obat TBC (INH Isoneazib) yang mempengaruhi sistem saraf tepi. Kalau dosisnya terlalu banyak bisa mengakibatkan penderita tidak bisa berjalan. Nah, untuk mengurangi efek samping pada sistem saraf tepi biasanya dokter akan memberi vitamin B6.

Orang sering berpikir, anak yang gemuk dan lincah pastilah sehat. Padahal belum tentu, lho. Anak gemuk belum tentu cukup vitamin. Pasalnya, tubuh yang besar relatif butuh makanan lebih banyak.  Biasanya pada saat lahir, anak tersebut mendapat cadangan makanan baik zat besi maupun vitamin yang cukup dari ibunya. Namun seiring pesatnya pertumbuhan, ia ternyata relatif kekurangan vitamin pembentukan darah. Untuk itu harus mendapat tambahan asam folat, zat besi, dan vitamin C.

Sebaliknya, anak yang kurus juga belum tentu kekurangan vitamin. Pemikiran bahwa anak gemuk itu sehat dan anak kurus tidak sehat, tidak berlaku lagi sekarang. Patokannya sekarang adalah tumbuh dan kembang. Untuk mengetahui apakah anak kita cukup ideal, bisa menggunakan alat ukur grafik berat, tinggi dan umur yang saling dibandingkan.

Selain itu, faktor genetik pun bisa mempengaruhi anak menjadi kurus, gemuk, pendek, tinggi, dan lainnya. Mencekokkan vitamin untuk anak 3 tahun dianggap bisa mengembalikan nafsu makan anak. Padahal, hilangnya nafsu makan anak disebabkan banyak hal, seperti karena sakit tenggorokan, sariawan, gigi tumbuh, gigi copot, anak flu, atau terkena TBC.

 

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*