Umur Berapa Bayi Tumbuh Gigi?

umur berapa bayi tumbuh gigi Source: Qsota

Umur berapa bayi tumbuh gigi ternyata cukup populer di situs pencarian. Asal tahu saja, tidak hanya umur berapa yang harus ditanyakan, ada banyak hal yang harus diketahui mengenai masa tumbuh gigi.

Pertama, guna menjawab persoalan umur berapa bayi tumbuh gigi, mari membahas dari sudut pandang rata – rata anak. Sebagian besar anak mengalami pertumbuhan gigi pertama kali di usia 6 bulanan, bisa lebih lambat, bisa lebih cepat namun keseluruhan pas usia 6 bulan. Gigi pertama yang akan muncul adalah 2 gigi terdepan. Makannya sangat umum dijumpai bayi – bayi bergigi kelinci, yang tentu digemari banyak orang. Beberapa orang bahkan menemukan gigi kelinci sangat menggemaskan bahkan di usia dewasa sekalipun. Setelah 2 gigi depan (terutama bagian atas), seiring berjalan waktu, barulah 2 gigi terdepan selanjutnya bermunculan pula diikuti dengan gigi gigi lain yang masih tersembunyi di dalam gusi.

Bayi berusia nyaris satu tahun seharusnya bersenang – senang. Justru pada umur satu tahun, gigi pertama sudah dilalui dan secara umum bayi memiliki empat gigi. Ulang tahun pertama lebih sedikit kira – kira 3 bulan, si kecil secara umum memiliki delapan gigi. Bulan berikutnya, atau lebih tepatnya malaikat kecil ayah bunda berusia 1 tahun 7 bulan secara umum memiliki dua belas gigi. Bayi berusia 1 tahun, nyaris menginjak usia 2 tahun, dari sudut pandang statistik, memiliki enam belas gigi. Barulah di tahun kedua, bayi berusia 2 tahun 7 bulan secara umum memiliki dua puluh gigi. Jangan dibayangkan gigi permanen, tentu saja gigi susu yang siap tanggal kapan saja.

Sekarang ayah dan bunda sudah tahu kapan kira – kira si kecil menunjukkan gigi pertamanya. Hal yang harus dipahami sekali lagi adalah setiap anak memiliki waktu pertumbuhan yang berbeda. Sama dengan kesuksesan setiap manusia, semua orang sudah punya kemampuan untuk melampaui batu loncatan dalam hidup. Jangan langsung menganggap anak tidak normal hanya karena pertumbuhan giginya lebih lambat dibanding yang lain. Jangan pula panik apabila ternyata gigi bayi tumbuh lebih cepat dibanding rata – rata. Pertumbuhan gigi yang patut dikhawatirkan adalah ketika jumlah gigi lebih banyak atau gigi berbentuk tidak normal. Terlepas dari itu, ayah dan ibu hanya perlu mengkhawatirkan masa – masa pertumbuhan gigi yang tentu saja kurang menyenangkan baik untuk anak maupun orang tua.

Kebanyakn film hanya menunjukkan indahnya kemunculan gigi pertama, tanpa mempedulikan proses dibaliknya. Padahal, ada ‘kenangan’ berupa tantangan dari tahap umur berapa bayi tumbuh gigi. Dalam kehidupan nyata, tumbuh gigi pada malaikat kecil anda bisa membuat bayi kerap menangis. Kenapa bisa demikian ? Sebenarnya struktur gigi sudah lama terbentu ketika bayi masih di dalam rahim ibu. Hanya saja semakin bayi bertambah tua, maka struktur gigi semakin siap pula merebut spot light kenangan bayi. Gigi akan mencoba cari cara untuk muncul ke permukaan sehingga gigi semakin membengkak dan sakit. Terdengar mudah dan tidak sakit ?

Mari dibayangkan seperti ini, gigi adalah keluarga tulang. Keras, dan tajam. Kulit yang selama ini menyelimuti atau biasa dikenal sebagai gusi akan segera ‘robek’ oleh gigi yang sudah memberontak. Layaknya membuka kulit pisang, tinggal dibelah, terlihat halus tapi sebenarnya pisang sedang dikuliti hidup – hidup. Gusi memerah bengkak selama proses adalah hal yang sangat lumrah. Wajar sekali jika bayi terus merengek rengek minta dihilangkan rasa sakit di gigi. Bahkan beberapa bayi bertindak ekstem dengan menolak air susu ibu atau susu formula kesukaan ia selama proses pertumbuhan gigi. Tentu menambah kekhawatiran bunda seputar proses tumbuh gigi.

Daripada setiap hari kudu berpikir cara baru menenangkan bayi, strategi sudah harus bisa dibuat. Hal pertama yang setidaknya bisa anda lakukan adalah pijat. Bukan, bukan mengundang tukang pijat yang dimadsud melainkan memijat gusi. Terdengar aneh memang tapi cara ini banyak berhasil. Sejatinya pijat pijatan jenis apapun adalah suatu teknik menenangkan sendi dan saraf, mengembalikan alur struktur tubuh yang salah pada tingkat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan pijatan ringan di badan terasa begitu nikmat dan menyenangkan ketika badan lelah dan sakit. Gunakan pengetahuan satu ini untuk meredakan rasa sakit bayi dengan memijat gusi bayi.

Teknik memijat hanya temporer, dimana anda harus mengulangi proses ini berulang ulang. Cara memijat pun cukup gampang. Pastikan anda sudah mencuci tangan hingga bersih, jangan sampai ada sabun menempel, hindari hand sanitizer atau cairan pembersih instan karena rasa yang ditinggalkan hand sanitizer bisa sangat pahit dan menganggu. Lalu masukkan jari anda ke area gusi memerah dan pijat lembut menggunakan kedua jari anda sampai bayi berhenti menangis.

Cara kedua adalah mencari mainan mainan dari karet lembut, berukuran tidak terlalu besar atau setidaknya pas dikunyah untuk bayi namun tetap enak dipegang oleh si kecil. Menggigit bisa membuat bayi lupa akan rasa sakit yang diderita bayi sehingga bayi akan lebih tenang dan bahagia. Pastikan pula mainan pilihan anda tidak terlalu keras, dan banyak orang tua memasukkan mainan tersebut di dalam kulkas agar sedikit lebih dingin namun anda wajib berhati hati jangan sampai makanan tersebut beku. Karena mainan beku sangat keras dan malah bisa melukai gusi bayi. Tidak ada jaminan umur berapa bayi tumbuh gigi atau meringankan rasa sakit, setiap orang memiliki metode tersendiri untuk diketahui.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*