Trauma Melakukan Hubungan dengan Suami Pasca Kelahiran? Ini Solusinya

pasca kelahiran https://www.facebook.com/FrisoIndonesia/

Trauma bisa disebabkan oleh apa saja. Kecelakaan, perlakuan kasar orang lain, dan bisa juga disebabkan persalinan.

Untuk yang terakhir ini, tentu saja bukan laki-laki yang merasakan trauma tersebut. Wanita paska kelahiran anak, terutama anak pertama bisa sangat trauma sekali.

Khususnya mereka trauma jika melakukan hubungan dengan suami. Paska proses persalinan sudah selesai, rasa-rasanya masih teringat bagaimana sakitnya melahirkan anak. Dan bagaimana sakitnya bagian vagina dijahit.

Trauma inilah yang sering membuat banyak istri tidak berani jika diajak untuk berhubungan dengan suami.

Ibu mungkin salah satu istri yang mengalami trauma pasca kelahiran. Lalu, apa yang harus ibu lakukan?

Cara Menghilangkan Trauma

Tentu tidak mudah untuk menghilangkan trauma. Butuh waktu yang tidak cepat agar ibu sudah tidak terbayang-bayang lagi sakitnya melahirkan. Sehingga ibu berani dan menikmati melakukan hubungan dengan suami.

Kata kuncinya adalah waktu. Butuh waktu yang cukup lama agar ibu melupakan rasa sakitnya melakukan proses persalinan. Karena hanya waktu yang akan sedikit demi sedikit mengurangi trauma yang ibu rasakan.

Namun, sampai kapan? Tidak ada yang tahu. Setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda untuk mengatasi trauma tersebut.

Tentu saja ibu tidak hanya bisa mengandalkan waktu saja. Ibu juga perlu melampiaskan dengan hal yang lain. Mulailah melakukan kegiatan yang menyenangkan. Ibu bisa menjalin kemesraan dengan suami agar ibu tidak ingat lagi sakitnya melakukan proses persalinan.

Yang terpenting lagi, hindari obrolan dengan siapapun dengan mengangkat topik tentang persalinan. Karena hal tersebut hanya akan mengingatkan ibu lagi tentang sakitnya menjalani proses persalinan.

Jadi, waktu dan pengalihan perhatian akan membuat ibu semakin mudah melupakan rasa sakit pasca melahirkan.

Saat berhubungan dengan suami, sebaiknya menggunakan pelumas. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi barangkali mulut vagina kering. Karena jika kering, melakukan hubungan akan sangat sakit dan ibu akan semakin trauma.

Melahirkan Caesar Tidak Membuat Trauma

Karena bagian vagina tidak disentuh ketika melakukan persalinan dengan cara operasi caesar, ada yang bilang hal tersebut tidak akan membuat trauma paska melahirkan.

Ada benar dan juga ada kurang benarnya. Benar karena memang bagian vagina tidak merasa sakit. Bayi tidak keluar melalui vagina dan tidak ada jahitan.

Akan tetapi, tahukah ibu rasa sakit setelah operasi caesar itu luar biasa menyiksa?

Justru jika wanita melahirkan secara normal, rasa sakitnya hanya pada waktu itu saja. Setelah beberapa hari, rasa sakit akan hilang.

Namun, ketika dilakukan proses operasi caesar, rasa sakit akan terasa hingga berbulan-bulan. Bahkan, pasien tidak diperbolehkan bergerak atau berdiri selama 1-2 hari setelah kelahiran.

Dan ia juga harus menunggu cukup lama agar jahitan pada bagian perut benar-benar kering. Sebelum kering, tidak disarankan bergerak terlalu aktif apalagi mengangkat benda yang berat.

Lebih trauma mana? Tentu saja sama-sama mengakibatkan trauma, entah persalinan normal maupun operasi caesar.

Dan suami seharusnya lebih bersabar jika istrinya melahirkan secara caesar. Sebaiknya suami menunggu hingga jahitan benar-benar kering baru kemudian bisa melakukan hubungan suami istri.

Untuk ibu yang melahirkan secara normal, ketika masa nifas sudah selesai, sebenarnya sudah tidak masalah jika melakukan hubungan dengan suami. Hanya saja, jika masih mengalami trauma, tips tersebut di atas bisa dipratekkan.

Tentu saja tips tersebut tidak bisa efektif dilakukan oleh siapapun. Setiap ibu mengalami tingkat trauma yang berbeda-beda, terkantung psikologis masing-masing.

Jika diperlukan, konsultasi dengan psikolog seks bisa dilakukan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*