Tips Untuk Cegah Alergi Makanan Pada Anak

Alergi pada anak www.friso.co.id

Pastikan Anda mempraktekkan dan mengkampanyekan “cegah alergi makanan pada anak” di dalam keluarga kecil Anda, karena kasus alergi cukup rumit penanganannya.

Alergi merupakan kondisi medis yang ditandai dengan munculnya gatal atau ruam pada kulit akibat sistem kekebalan tubuh menurun.

Keadaan tersebut tentunya dipicu oleh benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Diantaranya adalah makanan, debu dan lain sebagainya.

Untuk kasus makanan, sistem kekebalan tubuh salah mengenali pada protein yang memasuki ke dalam tubuh. Protein tersebut dianggap sebagai ancaman, kemudian tubuh mulai bereaksi pada protein tersebut.

Kondisi ini bisa terjadi begitu cepat, ada juga yang menunggu beberapa jam sampai muncul gejala alergi.

Tingkatan alergi ini berbeda-beda berdasarkan zat pemicunya. Ada yang ringan, ada yang parah sehingga membutuhkan penanganan lebih inten. Parahnya, alergi ini bisa dibawa anak sampai dewasa.

Jenis-Jenis Alergi Makanan Pada Anak

Alergi makanan pada anak menjadi tanda kalau ada yang salah dengan sistem kekebalan tubuh anak. Sistem antibodi mereaksi secara berlebihan pada zat baru yang masuk ke dalam tubuh.

Reaksi berlebihan ini kemudian membawa perubahan pada kondisi kesehatan anak. Mulai dari munculnya gatal-gatal, sampai permasalahan lainnya.

Dilihat dari pemicunya, alergi makanan terbagi menjadi beberapa jenis. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  • Immunoglobulin E

Alergi seperti ini paling sering terjadi pada anak maupun orang dewasa. Kondisi ini dipicu oleh produksi zat Immunoglobulin E yang merupakan zat antibodi dalam tubuh.

Normalnya, penderita yang mengalami alergi makanan seperti ini akan langsung mengalami gejala alergi setelah mengkonsumsi jenis makanan tertentu.

  • Non-immunoglobulin E

Dari namanya saja, Anda tentu sudah bisa menebaknya. Benar saja, alergi makanan seperti ini dipicu oleh zat antibodi yang bukan termasuk immunoglobulin E.

Tentunya ada zat antibodi lain dalam sistem kekebalan tubuh yang mereaksi terhadap makanan yang dikonsumsi oleh anak. Hanya saja, gejala munculnya alergi yang kedua ini membutuhkan waktu cukup lama setelah makan.

Dicontohkan anak baru akan mengalami alergi makan non immunoglobulin E setelah 2 jam sehabis makan makanan tertentu.

  • Gabungan immunoglobuline E dan non-immunoglobulin E

Kondisi terparah dari kedua jenis alergi makanan tentu yang ketiga ini. Pasalnya, alergi ini disebabkan oleh gabungan zat antibodi tersebut.

Gejalanya bisa terlihat langsung setelah makan, atau bisa terlihat setelah berjam-jam anak mengkonsumsi makanan.

Tanda-Tanda Anak Mengalami Alergi Makanan

Gatal-gatal menjadi salah satu tanda dimana anak mengalami alergi. Namun tidak semua jenis gatal kulit dihubungkan dengan alergi.

Kalau gatal ini terjadi setelah anak mengkonsumsi makanan, kemungkinan besarnya anak memang sedang alergi. Tapi Anda juga perlu mengetahui tanda-tanda lain sebagai penunjang apakah anak sedang menderita alergi makanan atau tidak.

Dilihat dari jenis alerginya, gejalanya juga akan berbeda-beda. Untuk gejala yang akan terlihat untuk alergi makanan immunoglobulin E adalah sebagai berikut.

  • Gatal dan muncul ruam merah pada kulit
  • Kesemutan
  • Gatal pada rongga mulut
  • Sulit untuk menelan
  • Pembengkakan pada wajah, mulut dan bagian tubuh lain
  • Muntah-muntah
  • Sesak napas
  • Diare
  • Kepala pening

Sementara untuk tanda yang menunjukkan anak sedang mengalami alergi non immunoglobulin antara lain:

  • Ruam dan gatal kulit namun tidak timbul
  • Kulit kering dan pecah
  • Kulit memerah
  • Gangguan pencernaan
  • Sambelit
  • Kulit pucat
  • Nyeri ulu hati
  • Area kelamin tampak kemerahan
  • Frekwensi BAB meningkat

Tanda alergi makanan pada anak ini juga terjadi pada orang dewasa. Jadi, kurang lebih bila tandanya sudah muncul sehabis mengkonsumsi makanan tertentu, maka kemungkinan besarnya terjadi alergi makanan.

Kasus alergi ini seringkali terjadi, dan Anda perlu berhati-hati bila alergi ini mulai menunjukkan tanda seperti sesak napas. Karena ini merupakan tanda alergi makanan yang sangat parah.

Tanda lain yang menandai parahnya alergi ini adalah pingsan, detak jantung sangat cepat, muncul rasa cemas secara tiba-tiba, serta tekanan darah menurun drastic.

Jika sudah seperti ini, solusi tepat adalah membawa penderita ke rumah sakit untuk dimintakan pertolongan secepatnya.

Tips Untuk Mencegah Terjadinya Alergi Makanan

Mencegah alergi makanan adalah solusi terbaik, karena sejatinya tidak ada pengobatan untuk menangani alergi.

Obat sendiri hanya sebatas untuk meredakan reaksi dari alergi yang ditimbulkan. Bisa dikatakan, belum ada obat yang tepat untuk menghilangkan sepenuhnya alergi yang diderita oleh anak.

Hal ini terbukti dengan fakta kalau anak yang mengalami alergi makanan, kemungkinan besar alergi tersebut akan dibawanya sampai dewasa nanti.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, tindakan pencegahan alergi makanan perlu dilakukan. Dan tips ini bisa menjadi tindakan preventif yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan terjadinya alergi.

  • Kenali makanan apa yang menyebabkan anak alergi
  • Jauhkan anak dengan makanan yang membuat alergi
  • Berikan anak makanan yang kaya akan nutrisi
  • Ajak anak untuk rajin olahraga
  • Berikan obat pereda alergi

Praktek pertama yang sebaiknya dilakukan adalah observasi jenis makanan penyebab alergi, kemudian jauhkan makanan tersebut.

Setelah itu, ajaklah anak untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, baik itu melalui olahraga ataupun dengan makanan kaya antioksidan.

Ketika terlanjur mengalami alergi, berikan anak sebuah obat pereda. Tapi ingat, obat pereda alergi untuk anak beda dengan orang dewasa. Jadi, mintalah obat tersebut pada dokter.

Kesimpulannya, alergi makanan bisa membuat kondisi tubuh anak semakin parah dan belum ada obat untuk menuntaskannya. Jadi, langkah paling sesuai adalah melakukan upaya untuk cegah alergi makanan pada anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*