Tips Menjaga Kesehatan Anak Demi Senyum Cerah Merona

cara menjaga kesehatan anak www.ibudanbalita.com

Semua orang tua pasti ingin menjaga kesehatan anak. Rasa sayang yang begitu besar mendorong banyak orang untuk memastikan senyum anak tetap terpampang lebar. Bila melihat anak sakit, duh, rasanya hati teriris – iris. Jangan khawatir ilmu pengetahuan modern masa kini tentu saja sudah menemukan jalur meminimalisir sakit pada anak. Syarat dan ketentuan cukup mudah yakni disiplin dan buka pikiran.

Pola pikir seseorang sebetulnya dipacu oleh beragam aspek yang menyelimuti diri. Pengalaman berdasar cerita dan sudut pandang menimbulkan teori individu di setiap kepala. Beberapa tips kesehatan anak yang akan dijelaskan dalam artikel ini bisa saja terdengar konyol bagi sebagian pembaca, karenanya dibutuhkan pikiran yang terbuka lebar dalam menerima informasi baru.

Jaga menu makanan

Apa yang masuk ke dalam tubuh akan mencerminkan siapa kamu. Sungguh kalimat yang menggambarkan kenyataan yang ada. Terlalu sering makan ‘junk food’ alias kuliner sampah, maka kulit terlihat sangat berminyak dengan berat badan berlebih. Makan sayur mayur, penampilan lebih cerah dan segar, sedap dipandang.

Pertumbuhan menuntut perhatian dari beragam aspek. Setiap tahap yang dilalui anak ditentukan dari tingkat pemenuhan nutrisi, semakin sedikit, ya pastinya makin terhambat. Bunda dan ayah harus benar – benar perhatian terhadap hidangan yang tersedia di atas meja bahkan cemilan sekalipun.
Pertahankan jam tidur anak

Gadget digunakan terus menerus tanpa pernah kena colok charger sampai penuh punya potensi rusak lebih cepat dibanding yang tidak. Tubuh manusia punya cara kerja yang sama dengan gadget. Selama ‘operasi’ dilakukan, terdapat 1 titik dimana tubuh benar – benar lelah dan tak mampu berfungsi. Tuhan sudah memberikan waktu tidur bagi manusia agar kesehatan tidak terganggu.

Penelitian di Rusia, mencoba eksperimen terhadap subjek yang tidak tidur selama lebih dari sehari. Hasilnya ? tubuh subjek terganggu dan bahkan rusak nyaris parah. Bayangkan saja, subjek yang sudah mencapai usia matang saja bisa kena dampak parah, terlebih lagi anak – anak. Memang, masa kanak – kanak adalah usia dimana dirinya malas tidur dan maunya bermain, orang tua perlu memutar otak supaya jam tidur anak terpenuhi.

Cemas dan sedih? Musuh yang wajib dibantai!

Perasaan manusia adalah sesuatu yang terbilang dinamis, tak heran, psikologis ternama seolah tidak pernah kehabisan bahan obrolan karena perkembangan yang terus bergerak. Otak manusia yang masih belia kadang dianggap remeh karena dianggap belum mengerti kejamnya dunia.

Dunia memiliki dua sisi, yakni baik dan jahat. Sisi baik tentu saja, menyenangkan bagi banyak orang, sedangkan sisi jahat menarik kebahagiaan yang sudah terkumpul layaknya tokoh dementor di Harry potter. Anak kecil sekalipun bisa merasakan kebahagiaan dan kesedihan dari dua sisi hidup yang mungkin orang dewasa anggap biasa saja.

Kemampuan anak mengetahui perasaan tidak disertai kontrol emosi yang baik. Pada banyak kasus, penyakit mental berupa depresi dan anxiety menimpa anak tanpa gejala yang jelas. Orang tua sebagai satu – satunya orang kepercayaan anak harus sensitif terhadap perubahan perilaku anak yang menandakan emosi negatif. Segera arahkan, kalau perlu komunikasikan mendalam dengan ahli sebelum kondisi psikologis anak kian parah.

Demam, teman atau lawan?

Rumah sakit sepertinya sudah biasa melihat pasien demam, terutama anak – anak. Bagi orang tua, kenaikan suhu barang sedikit saja sudah seperti anak akan masuk ruang gawat darurat besok. Suhu tubuh naik tidak seberapa saja sudah bikin komplain kemana mana. Kasih sayang kadang membutakan logika, dan wajar saja dialami banyak orang tua.

Semua anak pasti pernah mengalami demam meski hanya sekali di masa kecilnya. Kalau boleh dibilang, demam seolah penyakit wajib bagi rentang usia belia. Pertanyaan menghantui kepala, apa ada yang salah dari perawatan ayah dan bunda ?

Tarik nafas, tenangkan diri orang tua. Pertama, demam bukan penyakit yang parah, masih suatu tanda perlawanan tubuh. Jadwal makanan bergizi disertai praktik disiplin nasihat dokter, bisa mengatasi kenaikan suhu tubuh perlahan – lahan. Usut punya usut, demam justru diciptakan untuk ‘menenmpa’ sistem kekebalan tubuh. Anak yang berhasil melalui demam, secara otomatis lulus ujian untuk menghadapi penyakit berikutnya.

Suplemen dan obat alami

Rengekan makanan di meja makan bukan berita baru. Setiap detik, lidah anak bisa berganti – ganti selera, kadang maunya sayur wortel sekarang maunya kentang, sungguh bikin pusing. Menu yang sudah disusun bunda dan ayah dengan pertimbangan dalam berakhir di tong sampah. Rasa – rasanya pengen elus dada saja. Di awal sudah dibahas betapa pentingnya pemenuhan gizi, tapi apa daya kalau si kecil malah berontak.

Bisnis modern kini lebih berfokus pada penyelesaian solusi dibanding sekedar menarik keuntungan. Konsumen dari masa ke masa semakin pintar sehingga tidak ada produk yang cukup berani untuk menipu. Mudahnya akses ke media sosial, menjadikan penyebaran informasi akan suatu barang hanya dalam hitungan detik bahkan nano detik. Orang tua dipersilahkan merasa lebih aman membeli produk asupan anak.

Suplemen diciptakan untuk memastikan seseorang mendapat asupan nutrisi yang diminta tanpa susah payah menyiapkan bahan dengan kandungan tertentu. Buat anak, sudah semakin banyak suplemen dengan beragam rasa, mulai dari kimia hingga herbal. Orang tua tinggal berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan suplemen paling tepat dan mampu menjaga kesehatan anak dalam jangka waktu yang tidak sebentar.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*