Tips Mendorong Bayi Supaya Mau Belajar Jalan

belajar jalan https://www.facebook.com/ibudanbalita

Belajar jalan bagi balita merupakan hal yang sangat membanggakan bagi orang tua. Pada umumnya, bayi akan segera berjalan ketika memasuki usia 8-9 bulan. Namun ada juga yang baru terlihat ketika memasuki usia 12-17 bulan.

Kondisi ini dikarenakan bayi masih belum berani untuk mengambil langkah tersebut sehingga dorongan orang tua diperlukan. Lalu bagaimana cara melatih bayi supaya mau belajar jalan?

Mendorong buah hati untuk berjalan memang gampang-gampang susah. Ada kalanya buah hati memang belum mau sama sekali untuk berjalan sehingga orang tua perlu bersabar, menunggu sampai si buah hati benar-benar berani untuk melatih jalannya.

Namun perlu diingat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Ibu benar-benar mendorongnya untuk berjalan sebagaimana mestinya. Nah, mari perhatikan ulasannya di bawah ini!

Hal Yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mendorong Bayi Untuk Berjalan

Bayi akan mulai belajar berjalan setelah dirinya mampu menopang seluruh bagian tubuhnya, entah itu otot lengan, kaki dan bagian tubuh lainnya.

Kemampuan inilah yang diperlukan pertama kalinya untuk memastikan bahwa kegiatan berjalannya bisa berjalan dengan sempurna.

Selain itu, kemampuannya ini bisa membuat Ibu tidak terlalu mencemaskan si buah hati. Karena memang tubuhnya sudah lebih kuat dan tentunya tahan banting.

Ya, bayi yang mulai berjalan ini akan lebih sering untuk terjatuh, dan normalnya kondisi ini akan berlangsung selama beberapa kali. Karena proses ini membutuhkan adaptasi selama beberapa tahun, khususnya untuk melatih dalam menyeimbangkan tubuhnya.

Dengan kata lain, hal pertama yang sebaiknya diperhatikan orang tua supaya tidak terlalu mengkhawatirkan si buah hati adalah memastikan bahwa otot-otot yang dimiliki bayi sudah kuat.

Caranya adalah dengan melihat prosesnya terlebih dahulu, seperti kemampuan dalam merangkak, kemudian berdiri sendiri, dan lain sebagainya.

Proses ini akan berlangsung seiring dengan bertambahnya usia. Dan ini jelas kalau Ibu wajib memperhatikannya.

Sementara poin kedua yang perlu diperhatikan adalah perhatikan berat badan buah hati. Berat badan bayi ini berkaitan langsung dengan kemampuannya dalam menopang tubuhnya.

Bila Ibu melihat kalau berat badan si bayi terlalu besar, Ibu mungkin akan menemukan kalau buah hati akan terhambat jalannya. Bisa jadi, buah hati juga enggan untuk berjalan dalam rentan waktu yang lama.

Intinya, Ibu tahu persis kapan waktu yang tepat untuk mengajak buah hati berjalan.

Cara Mendorong Buah Hati Untuk Berjalan

Aktif berjalan di usia 8-9 bulan menunjukkan bahwa bayi Ibu memang sehat. Dan bayi sehat ini akan memberikan kebahagiaan gibu buat orang tuanya.

Permasalahannya, tidak semua bayi akan berjalan ketika menginjak usia demikian. Ada yang terlambat berjalan dengan beberapa alasan sehingga Ibu membutuhkan waktu cukup lama untuk melihat buah hati berjalan manis di hadapan Ibu.

Nah, ada satu alasan dimana buah hati belum mau berjalan. Alasannya adalah Ibu tidak memberikan dorongan untuk berjalan.

Supaya bayi mau berjalan, ada beberapa cara untuk mendorongnya. Pertama kalinya adalah dengan merangsanya melalui permainan.

Ibu bisa menempatkan permainan favorit anak di tempat tertentu, dan biarkan anak-anak mendekatinya dengan cara berjalan.

Sementara yang kedua, bantulah sedikit demi sedikit supaya buah hati mau berjalan. Contohnya adalah dengan melatih buah hati berjalan sambil memeganginya beberapa kali.

Ketika buah hati sudah mau berjalan, coba ringankan tangan Ibu, dan posisikan diri Ibu seakan tidak memeganginya. Kalau memungkinkan, coba lepaskan tangan secara perlahan.

Kesimpulannya, dengan memanfaatkan permainan yang disukainya, ibu bisa mendorong buah hati supaya mau belajar jalan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*