Tips Mendidik Balita Khusus Ketika Beranjak Usia Sekolah

tips mendidik balita ketika usia sekolah www.ibudanbalita.com

Ibu bisa saja mendapatkan tips mendidik balita di beberapa sumber atau referensi. Namun, ibu tidak boleh asal mencari tips saja. Tips tersebut harus disesuaikan dengan usia sang buah hati.

Untuk usia pra sekolah, ada beberapa hal penting yang perlu ibu lakukan. Tentu ibu ingin sekali anak ibu siap untuk menghadapi kehidupan yang baru, bukan? Kehidupan sekolah di mana mereka berkumpul, belajar, dan bermain dengan banyak orang, tidak hanya dengan ibu sebagai orang tuanya.

Kapan Balita Usia Pra Sekolah?

Sekarang ini, semakin tidak jelas kapan usia pra sekolah. Pasalnya, banyak balita usia 3 tahun yang sudah sekolah. Mereka masuk ke sekolah yang disebut dengan taman bermain atau playgroup. Dulu, anak baru sekolah ketika usianya 4 tahun atau 4,5 tahun. Jadi, pada waktu itu usia 3 tahun masih dikatakan usia pra sekolah.

Terlepas dari itu, harus digarisbawahi bahwasannya usia pra sekolah merupakan usia di mana anak belum siap untuk mandiri dan lepas dari orang tua. Karena pada saat sekolah, ia harus bersosialisasi dengan orang lain dan teman-teman sebaya lainnya tanpa harus ditemani oleh kedua orang tuanya.

Itulah mengapa saat si kecil berusia 3 tahun, ia seharusnya sudah dibiasakan untuk bisa berkenalan dan bersosialisasi dengan orang banyak. Dengan menerapkan kebiasaan seperti ini, maka ia akan mudah membaur dengan rekan sebayanya ketika sudah masuk sekolah nanti.

Mendidik Balita Pra Sekolah

Dari penjelasan di atas, ibu tahu kan apa yang harus ibu lakukan? Betul sekali. Ibu harus membiasakan si kecil untuk membaur dengan orang banyak. Lalu, tindakan seperti apa yang harus ibu lakukan untuk mendidik balita pra sekolah? Ada 4 hal penting yang perlu ibu ketahui.

  1. Jangan Sering Melarang

Sangat bisa dipahami mengapa ibu sering ngomel dan melarang anak melakukan ini dan itu. Hal tersebut sudah pasti untuk kebaikan sang buah hati. Namun, ada risiko buruk yang bisa terjadi lho bu. Dengan terlalu sering melarang anak ketika ia ingin melakukan sesuatu, maka hal tersebut berdampak buruk pada psikis anak. Saat ia tidak bersama ibu, ia akan cenderung tidak berani melakukan sesuatu lantaran takut ibu marah kepadanya.

Tentu sah-sah saja ibu melarang sang buah hati dalam keadaan tertentu. Akan tetapi, ketika ia mencoba hal yang baru yang walaupun membuat bajunya menjadi kotor misalnya, biarkan saja. Kalaupun ibu ingin melarang, sebaiknya ibu alihkan dengan kegiatan yang lain. Ini juah lebih baik daripada langsung melarang.

  1. Jangan Menuruti Semua Hal

Ibu pasti tahu selalu menuruti kemauan anak bisa membuatnya manja. Dan ini bisa berakibat kurang baik ketika anak sudah masuk sekolah. Ia juga cenderung manja dengan teman-temannya dan juga gurunya.

Itulah mengapa cara mendidik anak yang baik tidak selalu menuruti apa yang ia inginkan. Sesekali ibu memberikan apa yang ia inginkan. Namun, harus ada rem juga agar ia tidak terbiasa meminta sesuatu.

Terlalu sering menuruti kemauan anak bisa menjadi boomerang bagi ibu juga. Saat dewasa, ia cenderung manja dan tergantung pada ibu. Ia tidak menjadi anak yang mandiri. Bukan itu kan yang ibu inginkan?

Ibu bisa lebih memperhatikan apa yang si kecil inginkan. Seperti contoh, jika anak ibu ingin dibelikan mainan, tahan dulu agar ia tidak segera mendapatkan mainan tersebut. Ulur waktu hingga beberapa hari baru kemudian ibu membelikan mainan tersebut. Akan lebih baik juga jika ibu memberikan syarat tertentu seperti ia harus makan banyak, rajin belajar, tidak cengeng atau tidak suka nangis, tidak banyak makan permen, dan lain sebagainya. Jadi, mainan menjadi reward karena perilaku baik yang dilakukan oleh sang buah hati.

  1. Berhenti Berbohong

Ketika anak sudah memasuki usia hampir sekolah, ia sudah tahu sikap orang lain, tak terkecuali ibu sebagai orang tua. Ia tidak lagi bisa dibohongi. Untuk itu, stop membohongi si kecil sekalipun itu baik untuknya. Ibu harus berusaha memberikan penjelasan daripada berbohong. Seperti contoh, ketika anak ingin sepeda baru di toko namun ibu tidak ingin membelikannya, jangan bilang kepadanya bahwa sepeda itu tidak dijual. Ia pasti tahu sepeda di toko itu dijual. Lebih baik ibu memberikan penjelasan bawasannya ibu tidak memiliki uang atau penjelasan lain. Apalagi pada usia 4 tahun, anak sudah bisa diajak berbicara dan diskusi. Jadi, berhenti memberikan alasan yang bohong. Beri saja penjelasan.

Ini sangat penting karena tips mendidik anak yang tepat itu dengan cara memberi contoh. Ibu harus jadi contoh yang baik. Oleh sebab itu, sebaiknya ibu tidak berbohong di depan anak karena jika ibu berbohong ia juga bisa meniru untuk berbohong juga.

Jika ibu memiliki pengalaman tentang mendidik anak, ibu bisa berbagi dengan ibu yang lain di forum ibu dan balita. Di sana, banyak sekali orang tua yang berbagi informasi dan juga tips mengenai mendidik anak pra sekolah.

Semakin dewasa anak ibu, bukan berarti tanggungjawab ibu semakin ringan. Memang suatu saat nanti anak ibu akan diajar oleh guru di sekolah. Namun, hal tersebut tidak lantas semua tanggungjawab ada di tangan guru. Tetap saja ibu yang bisa mengarahkan ke mana anak ibu melangkah ke depan. Itulah mengapa ibu tidak boleh berhenti belajar mengenai tips mendidik balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*