Tips Mendidik Anak agar Tidak Berani Korupsi

tips mendidik anak https://www.facebook.com/FrisoIndonesia/

Sebagai orang tua, ibu pasti malu jika anak ibu melakukan korupsi. Untuk mencegah hal tersebut, ibu harus menerapkan tips mendidik anak agar tidak berani korupsi. Sedini mungkin anak harus tahu bahwa korupsi itu tidak baik dan tidak boleh dilakukan.

Ada peribahasa “belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu. Belajar di waktu besar bagaikan menulis di atas air”. Jadi tepat sekali jika ibu mengajari anak agar tidak korupsi sedini mungkin. Memang sulit tapi bukan tidak mungkin. Seperti peribahasa tersebut di atas, mengajari anak itu seperti mengukir di atas batu. Sulit tapi melekat selamanya.

Nah, berikut beberapa hal yang bisa ibu lakukan agar anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang suka korupsi.

Buat Anak Takut dengan Orang Tua

Takut dalam hal ini bukan seperti takut dengan makhluk halus atau takut dengan binatang buas. Takut dalam hal ini segan. Takut jika ibu marah kepadanya.

Dengan cara ini, ibu berperan sebagai pengontrol. Jika anak takut dengan ibu, maka sampai kapanpun ia tidak akan berbuat tidak baik seperti halnya korupsi. Karena ia takut jika ibu merah kepadanya.

Bagaimana agar anak takut kepada ibu? Berbuat tegas. Jika akan berbuat salah, jangan diam saja. Ibu harus ajak dia bicara dan beri tahu bawasannya yang ia lakukan itu salah. Membiarkan atau mendiamkan saat anak berbuat salah itu sama halnya dengan membolehkan anak berbuat hal tersebut.

Menanamkan Budaya Jujur

Sebenarnya korupsi itu berasal dari hal yang sepele, tidak berani jujur. Jadi, untuk mencegah anak korupsi, maka ibu harus membiasakan jujur. Buat jujur sebagai budaya di dalam keluarga. Ibu sebagai orang tua juga harus mencontohkan. Jangan pernah berbohong kepada anak. Sekali ibu berbohong dan anak tahu, maka anak ibu akan menirunya.

Untuk mengontrol apakah anak terbiasa jujur atau tidak, ibu harus biasakan komunikasi dengan anak. Tanyakan apa saja yang dia lakukan di sekolah. Tanya juga apa yang baru saja ia lakukan atau permainan apa yang baru saja dimainkan.

Jika ada indikasi berbohong, ibu tidak boleh mendiamkannya. Meskipun bukan masalah yang besar, berbohong ini bisa menjadi kebiasaan. Dan hal tersebut harus dicegah.

Mengajarkan Pendidikan Agama

Mengajarkan pendidikan agama bukan dengan mengajari anak tentang ayat-ayat suci. Yang penting, anak harus mengerti bawasannya ada Tuhan yang selalu mengawasi. Jika berbuat jahat, maka neraka hukumannya. Sedangkan orang baik akan masuk surga.

Sesederhana itu yang harus ibu ajarkan kepada anak. Jadi, yang dimaksud pelajaran agama adalah pelajaran agar ia mengerti ada Tuhan yang selalu mengawasi. Yang baik akan mendapatkan pahala dan yang buruk yang mendapatkan dosa.

Jika tiga hal tersebut diterapkan, maka anak akan menjadi pribadi yang baik. Mulai masih kecil hingga dewasa, ia tidak akan berani berbuat buruk apalagi korupsi. Berbohong saja ia tidak berani.

Sayangnya, ibu harus benar-benar berusaha sekuat tenaga. Menerapkan cara mendidik anak seperti tersebut di atas membutuhkan proses yang panjang dan dalam pelaksanaannya sangat sulit.

Terkadang anak berontak jika dipergoki sedang berbohong. Anak ngambek karena ia berbuat salah dan ibu interogasi. Namun, jika ibu tidak melakukan hal tersebut, anak akan semakin tidak terkendali. Saat dewasa nanti, ia akan menjadi orang yang tidak jujur dan mudah melakukan hal yang tidak baik seperti halnya korupsi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*