Tips Membawa Bayi Naik Pesawat Terbang Agar Selamat Di Tujuan

tips membawa bayi naik pesawat www.ibudanbalita.com

Tips membawa bayi naik pesawat tentu sangat dibutuhkan ketika akan mengajak si kecil berpergian menggunakan pesawat. Kali ini kami akan membahas tentang  beberapa panduan untuk bepergian bersama bayi imut Anda saat menggunakan pesawat terbang. Bertahap mulai dari sebelum berangkat, saat di bandara, sampai selama di pesawat supaya acara bepergian bersama buah hati Anda tidak mengalami kendala.

Jika usia anak masih di bawah 2 minggu, sebaiknya hindari bepergian dengan pesawat. Tubuh bayi sekecil ini masih belum mampu menyesuaikan diri secara sempurna dengan keadaan lingkungan sekitar, sebab ia baru saja keluar dari tempat aman lingkungan rahim ibu. Pada usia itu bayi juga lebih rentan terhadap bakteri dan kuman, terutama di ruangan yang tertutup seperti kabin pesawat.

Usia 3 bulan adalah usia yang cukup aman untuk bepergian naik pesawat terbang, karena di umur ini terjadi fisiologi pertumbuhan dan perkembangan bayi maksimal, sehingga kondisinya optimal bila menghadapi stres, seperti hawa dingin dan berbagai perubahan lain. Semakin tua usia bayi, maka ia akan makin kuat terhadap perubahan lingkungan lainnya.

Tips Membawa Bayi Naik Pesawat Sebelum Berangkat

Pilih waktu terbang yang paling nyaman untuk bayi ketika akan naik pesawat, misalnya pada malam hari bagi Anda yang akan melakukan penerbangan panjang atau jam tidur siang untuk penerbangan dalam jarak pendek. Pasalnya pada saat itu anak akan bisa tidur tenang di pesawat. Beritahukan pada maskapai penerbangan bahwa Anda bepergian dengan bayi  . Dengan demikian, awak pesawat sudah terinformasi untuk siap memasang sabuk pengaman tambahan dan sebaiknya untuk anak dipangku, atau membantu memasangkan car seat.

Anda bisa memesan satu tempat duduk tambahan khusus untuk bayi, terutama bila  bayi Anda sudah cukup besar, karena tidak dianjurkan memangku bayi terus-terusan di pesawat. Turbulensi atau perubahan tekanan udara secara drastis bisa membuat si kecil terlepas dari pegangan Anda. Belum lagi bila terjadi kecelakaan, ia bisa saja terjepit di antara tubuh Anda. Pesan seat di bagian depan kabin agar Anda mendapatkan lebih banyak ruang untuk kaki.

Kursi di bagian depan kabin juga artinya semakin sedikit suara bising yang terdengar dari mesin pesawat. Dan perlu diingat, Anda dan bayi tidak diijinkan duduk di deretan emergency exit atau pintu keluar darurat. Pilih tempat duduk di sisi lorong untuk Anda, agar Anda bisa gampang keluar masuk saat mengurus si kecil dan harus ke toilet atau saat menenangkannya dengan berjalan-jalan di lorong kabin.

Cermati dan patuhi peraturan tentang membawa stroller, pasalnya tiap maskapai penerbangan menetapkan aturan yang berbeda. Ada yang membolehkan dibawa ke kabin dan dititipkan ke awak pesawat, namun ada pula yang sama sekali melarang membawa stroller ke kabin harus masuk bagasi.

Periksa seluruh kondisi tubuh si kecil setidaknya 4 sampai 7 hari sebelum berangkat. Segera sampaikan segala keluhan kesehatan yang diderita bayi, supaya dokter dapat memberikan penanganan terbaik. Misalnya jika bayi Anda baru saja mengalami pilek atau radang telinga, bisa jadi dokter akan memberikan obat tetes pereda nyeri. Anda juga bisa minta surat keterangan sehat dan surat rekomendasi dokter yang menyatakan bahwa anak Anda layak untuk bepergian dengan pesawat udara.

Walaupun tak selalu diwajibkan oleh maskapai, namun surat ini penting untuk berjaga-jaga.   Jaga kesehatan dan kebugaran menjelang berangkat   Beri vitamin dan makanan yang bergizi cukup dan seimbang sebagai pencegahan. Anak kecil rentan tertular airborne infection, terutama penyakit yang mudah menular seperti flu dan batuk maka usahakan agar si kecil tidak bepergian di kala kondisinya sedang tidak prima.

Bila  keadaan bayi Anda parah, lebih baik tunda keberangkatan. Bila Anda tetap bersikeras terbang, biasanya pihak maskapai akan meminta surat persetujuan dari Anda, bahwa jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan adalah di luar tanggung jawab pihak maskapai penerbangan.

Tips Membawa Bayi Naik Pesawat  Yang Aman

Anda bisa datang lebih awal supaya Anda memiliki waktu jeda untuk check-in  terutama dengan bawaan yang cukup banyak dan melewati imigrasi  jika  keluar negeri dan security check. Seteleha itu Anda bisa duduk di area anti merokok ketika  menunggu waktu naik ke pesawat. Ajak si kecil bermain dan beraktivitas agar ia merasa lelah, sehingga nanti di dalam pesawat ia tak memerluka waktu lama untuk tertidur.

Tips lainnya adalah usahakan Anda membawa tas bentuk ransel untuk di kabin, terutama jika Anda bepergian hanya berdua dengan bayi tanpa pendampingn atau pengasuh. Dengan begitu kedua tangan Anda bisa bebas bergerak mengurus bayi. Namun yang harus Anda perhatikan adalah batasi isi dan berat tas, karena Anda masih harus menggendong bayi.   Masukkan semua persediaan baju dan konsumsi untuk mengantisipasi jika terjadi penundaan dan keterlambatan.

Ketika sudah ada di dalam pesawat, Anda bisa menyusui atau berikan empeng untuk dihisap saat pesawat tinggal landas dan mendarat (ketika terjadi perubahan tekanan udara yang dapat membuat telinga sakit).Terus berikan sampai pesawat mencapai ketinggian stabil. Aktivitas menelan ini bermanfaat untuk menyeimbangkan tekanan dalam telinga.

Tips membawa bayi naik pesawat yang terakhir adalah jangan sampai Anda lupa untuk membawa bekal ASI perah dalam botol.  Peraturan penerbangan memang membatasi membawa cairan maksimal 100 ml ke dalam pesawat, akan tetapi baiknya peraturan tersebut mengecualikan susu dan makanan bayi, obat-obatan dan makanan diet khusus. Jika bayi Anda mengonsumsi susu formula, bawa susu formula bubuk dalam tempat  tertutup. Air hangat bisa  diminta ke awak kabin nantinya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*