Tiga Masalah Kesehatan Balita yang Ibu Harus Perhatikan

kesehatan balita www.facebook.com/ibudanbalita

Kesehatan balita selalu menjadi tema yang sering dibahas di dalam berbagai forum tumbuh kembang anak. Hal ini mungkin dikarenakan minimnya informasi kesehatan yang didapatkan oleh orang tua. Sementara itu, masalah kesehatan pada balita selalu berulang-ulang terjadi.

Bagi ibu yang belum pernah memiliki anak sebelumnya, masalah yang terkait dengan kesehatan anak harus diketahui. Beberapa masalah tersebut hampir dialami oleh setiap anak kecil dan hal tersebut membutuhkan penanganan yang tepat.

Masalah Kesehatan Anak

Salah satu masalah yang sering mempengaruhi kesehatan balita dan anak adalah susah makan. Ketika sang buah hati sudah masuk usia 1 tahun, mereka sudah mengenal jenis-jenis makanan yang berbeda. Mereka menolak untuk makanan lantaran sudah bisa membedakan mana makanan yang enak dan mana makanan yang kurang disukai. Cara mengatasinya cukup mudah. Ibu bisa memberikan menu makanan yang sama namun dengan olahan yang berbeda.

Namun, bagaimana jika hampir semua jenis makanan tidak mau? Ibu harus tahu tips-tips agar nafsu makanan balita muncul kembali. Kurangi minum susu dan cobalah untuk mengajak anak berjalan-jalan ketika waktunya makan.

Selain susah makan, masalah yang sering mempengaruhi kesehatan balita lainnya adalah kebiasaan mengkonsumsi cemilan. Itulah mengapa para ahli gizi sangat tidak menyarankan untuk selalu memberikan cemilan kepada balita. Boleh saja memberikan cemilan tapi jangan sampai berlebihan. Pasalnya, dengan memberikan cemilan secara berlebihan, balita ibu akan merasa cemilan merupakan makanan utama. Cemilan membuat ia kenyang sehingga yang terjadi adalah ia menolak mengkonsumsi makanan. Bukan tidak mungkin kebutuhan gizinya kurang dan hal tersebut tidak baik bagi kesehatannya.

Selain mengatur waktu memberikan cemilan, ibu juga memastikan cemilan yang ibu berikan merupakan cemilan yang sehat, bukan cemilan yang mengandung pengawet.

Mengkonsumsi jus buah sebenarnya baik. Akan tetapi, terlalu banyak minum jus buah ternyata tidak baik. Khususnya bagi balita yang sudah masuk usia 1 tahun, mereka harus mulai belajar makan makanan yang kasar. Hal ini diperlukan untuk melatih mulutnya untuk mengunyah. Selain itu, sistem pencernaan akan terlatih untuk mengahaluskan makanan yang sedikit lebih kasar.

Tentu saja hal ini berbeda dengan jus buah. Jus buah memiliki tekstur yang cair sehingga balita tidak akan terbiasa untuk mencerna makanan yang kasar. Mulai ketika balita masuk usia 1 tahun, ibu harus memberikan makanan yang kasar.

Hubungan antara Susu dan Kesehatan Balita

Apakah ibu yakin sudah memberikan susu pertumbuhan terbaik untuk si kecil? Jika sudah, apakah ibu yakin kesehatan si kecil sudah terjaga? Ternyata tidak. Susu hanya suplemen saja. Ini harus dipahami oleh setiap orang tua. Jadi, susu bukanlan sumber utama gizi anak. Makananlah yang menjadi sumber utama.

Sayangnya, sering kali ibu menjadikan susu sebagai solusi dari berbagai macam masalah. Anak susah makan, anak menangis, atau anak susah tidur, ibu langsung memberi susu. Alasannya sama, agar masalah teratasi. Memang, jika anak susah makan, ia akan tetap sehat dengan memberikan susu. Anak akan berhenti menangis ketika diberi susu. Anak mudah tidur dengan cara minum susu. Namun, hal tersebut akan memunculkan masalah yang baru. Anak akan semakin susah makan dan yang jelas anak akan memiliki ketergantungan dengan susu.

Oleh karena itu, ibu harus membuat jadwal memberikan susu agar anak juga mendapatkan asupan gizi dari makanan. Walhasil, si kecil tidak akan menghadapi masalah kesahatan balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*