Tiga Hal yang Menunjukkan Kemungkinan Perkembangan Janin Terganggu

perkembangan janin www.facebook.com/ibudanbalita

Perkembangan janin bisa ibu kontrol dengan cara melakukan USG. Namun, bukan berarti ibu harus melakukan USG sekali seminggu, bukan?

Yang pasti, USG merupakan cara yang sangat tepat untuk memastikan bagaimana kondisi janin dalam kandungan, apakah berkembang secara normal atau tidak. Lalu, apakah ada cara lain untuk mengontrol perkembangan sang buah hati yang masih ada di dalam rahim?

Tentu saja ada. Bahkan, setiap ibu hamil harus tahu cara mengetahui perkembangan janin tanpa harus melakukan USG. Memang benar USG itu sangat penting. Akan tetapi, sepertinya tidak mungkin untuk melakukan USG seminggu sekali atau lebih. Disarankan melakukan konsultasi dengan dokter kandungan sekurang-kurangnya satu bulan sekali. Pada waktu konsultasi, ibu bisa melakukan cek USG untuk mengetahui perkembangan janin.

Lalu, bagaimana cara ibu mengontrol perkembangan bayi ketika di rumah? Berikut beberapa ciri-ciri adanya hal yang perlu ibu khawatirkan terkait dengan perkembangan bayi dalam kandungan.

Berat Badan Turun

Jika ibu sering mempermasalahkan berat badan, saat hamil justru ibu patut khawatir jika berat badan ibu tidak naik. Ada beberapa indikasi kenapa berat badan ibu turun. Mungkin memang berat badan ibu yang turun. Atau bisa juga berat janin yang turun. Untuk yang kedua ini, ibu patut waspada.

Turunya berat janin bisa diakibatkan beberapa faktor seperti nutrisi yang kurang sehingga mengakibatkan perkembangan janin tidak normal.

Tentu saja dengan tes USG ibu bisa mengetahui berapa berat badan janin. Akan tetapi, sebenarnya ibu juga bisa mengetahui perkiraan berat badan janin dengan cara menimbang berat badan ibu. Setidaknya, ibu tidak perlu was-was jika kenaikan berat badan ibu sekitar 13-15 kg. Namun, jika kenaikannya lebih rendah atau lebih tinggi, ibu patut khawatir.

Jika kenaikan berat badan ini lebih rendah dari 13, ada kemungkinan terdapat permasalahan pertumbuhan bayi dalam kandungan. Jadi, ibu harus segera konsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa yang benar-benar terjadi.

Tidak Ada Pergerakan

Apakah ibu merasakan ada pergerakan di dalam rahim ibu? Jika ada, maka ibu tidak perlu khawatir. Pergerakan itu artinya janin tumbuh dengan normal. Pergerakan itu sebenarnya sudah mulai terasa ketika masa kehamilan 6-10 minggu. Akan tetapi, ada kasus di mana pergerakan baru mulai terasa ketika masa kehamilan sudah melewati 10 minggu. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu dan juga janin yang ada di dalam kandungan.

Tidak Mengalami Rasa Mual

Yang satu ini memang tidak bisa dijadikan patokan apakah perkembangan janin normal atau tidak. Akan tetapi, secara umum, normalnya perkembangan bayi yang ada di dalam kandungan itu ditandai dengan rasa mual.

Secara ilmiah mual ini bisa dijelaskan. Rasa mual itu muncul karena produksi hormon estogren dan progesteron meningkat. Hormon tersebut dibutuhkan untuk perkembangan bayi. Ketika produksi kedua hormon tersebut meningkat, maka sebagai imbasnya adalah ibu akan merasa mual.

Mual merupakan salah satu dari tanda morning sickness. Jadi, mual sebenarnya bukanlah hal yang perlu ditakutnya. Ibu justru harus khawatir jika ibu tidak mengalami morning sickness. Sayangnya, banyak ibu hamil yang tidak bersyukur dan menganggap morning sickness sebagai pengganggu aktivitas sehari. Dari penjelasan singkat ini, ibu sekarang pasti sudah tahu kenapa ibu harus bersyukur ketika masih mengalami morning sickness karena itu tandanya bahwa perkembanan janin normal.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*